Rawan Kriminal, Polisi Persilakan Warga Gunakan Alat Ini Untuk Melindungi Diri

Gambar
Marselinus Gual , CNN Indonesia
Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochmad Iriawan mempersilakan warga menggunakan alat kejut elektronik atau stun gun untuk membela diri dari pelaku kejahatan. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochmad Iriawan mempersilakan warga menggunakan alat kejut elektronik atau stun gun untuk membela diri dari pelaku kejahatan.
Pernyataan itu disampaikan agar masyarakat lebih waspada, berkaca pada kasus penembakan Davidson Tantono di SPBU Cengkareng, Jakarta Barat dan Italia Chandra Kirana di Karawaci, Tangerang baru-baru ini.
"Kalau membela diri bisa. Silakan, tidak masalah" kata Iriawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (13/6).

Dapatkan alat kejut listrik disini

Iriawan mengatakan, Italia termasuk warga yang berani melaporkan kejahatan di sekitarnya. Diketahui, saat hendak mencegah pencuri mengambil motornya, Italia sempat berteriak dan melawan salah satu perampok.
Hanya saja, kata Iriaw…

Masyaallah! Dikubur Puluhan Tahun Jenazah Ini Tidak Bau, Ternyata Ini Cerita Masa Hidupnya

Masyaallah! Dikubur Puluhan Tahun Jenazah Ini Tidak Bau, Ternyata Ini Cerita Masa Hidupnya
Beberapa kisah menyentuh hati sekaligus inspiratif pernah terjadi di Indonesia, salah satunya kejadian berikut ini.
Sesudah 19 tahun dikuburkan, jasad Triyani binti Kartomulyo seorang ahli shadaqah yang merupakan warga Ciomas Bogor, beberapa waktu yang lalu ditemukan masih dalam keadaan utuh.
Terlihat jasad dan kain kafannya masih utuh.
Bukan cuma itu jasadnya juga tak menyebarkan bau busuk, padahal papan kayu penutup makam sudah hancur menjadi tanah.
Keanehan ini terungkap pada saat makam Triyani itu dibongkar oleh anak-anaknya yang ingin memindahkan makamnya ke Purwodadi, Jawa Tengah, tujuan nya untuk disandingkan di samping makam suami almarhumah.
“Kami akan bawa jenazah ibu ke Jawa Tengah untuk dimakamkan dekat makam bapak,” ujar Nanang Triyadi yang merupakan anak sulung dari almarhumah.
Mereka memutuskan untuk memindahkan jasad almarhumah karena keadaan kompleks makam Triyani yang semakin rusak tergerus air sungai Ciapus.
Sebelumnya diketahui bahwa beberapa makam sudah hanyut dan rusak.
“Rencananya memang mau dipindahkan daripada makamnya rusak,” ucap Nanang Arianto (49), anak sulung almarhumah. “
"Kalau airnya meluap, bisa-bisa jenazahnya hanyut. Makanya sebelum makam ibu saya ikut ambrol, kita sepakat pindahin ke Purwodadi,” imbuhnya, seperti dikutip dari kabarmakkah.com.
Sesudah digali, jenazah Triyani kemudian disemayamkan di rumah Teguh, anak keduanya, di Perum Taman Pagelaran, Jalan Cemara, Blok D 3, No 29, Kelurahan Padasuka, Ciomas, Bogor.
Kabar keajaiban jasad almarhumah pun menyeruak sehingga rumah Teguh pun sempat kebanjiran tamu yang ingin melihat secara langsung keajaiban yang terjadi.
Triyani wafat pada 20 Juni 1994 silam.
Selama itu, mayatnya masih terlihat terdapat daging yang menempel meskipun sudah mengecil.
Selain itu, jasad Triyani tidak mengeluarkan bau apa pun.
Para warga menduga bahwa keajaiban yang terjadi pada Triyani ini lantaran semasa hidup ia adalah seorang yang suka bersedekah.
Ia suka memberi pengemis atau gelandangan makanan warung yang dijualnya saat mereka lewat didepan warungnya.
Bukan cuma itu, Triyani juga sering membantu tetangganya yang kesusahan.
“Saya tidak tahu fenomena apa dengan kejadian ini. Tapi, mungkin karena amal baik ibu semasa hidupnya,” jelas Teguh. “Ibu saya dulu berjualan sayuran matang.

Sumber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rawan Kriminal, Polisi Persilakan Warga Gunakan Alat Ini Untuk Melindungi Diri

Perjuangan Orang Tua Selamatkan Bayinya Menguras Air Mata, Buah Hati Pergi Dengan Wajah Tersenyum

Malas Berolahraga? Inilah 8 Alasan Anda Mudah Sesak