Rawan Kriminal, Polisi Persilakan Warga Gunakan Alat Ini Untuk Melindungi Diri

Marselinus Gual , CNN Indonesia

      
Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochmad Iriawan mempersilakan warga menggunakan alat kejut elektronik atau stun gun untuk membela diri dari pelaku kejahatan. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi)

Jakarta, CNN Indonesia -- Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochmad Iriawan mempersilakan warga menggunakan alat kejut elektronik atau stun gun untuk membela diri dari pelaku kejahatan.

Pernyataan itu disampaikan agar masyarakat lebih waspada, berkaca pada kasus penembakan Davidson Tantono di SPBU Cengkareng, Jakarta Barat dan Italia Chandra Kirana di Karawaci, Tangerang baru-baru ini.

"Kalau membela diri bisa. Silakan, tidak masalah" kata Iriawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (13/6).
Iriawan mengatakan, Italia termasuk warga yang berani melaporkan kejahatan di sekitarnya. Diketahui, saat hendak mencegah pencuri mengambil motornya, Italia sempat berteriak dan melawan salah satu perampok.

Hanya saja, kata Iriawan, wanita itu tewas tertembak oleh dua pencuri yang juga membawa senjata api.

"Korban (Italia) memang berani dan cukup cerdik," ujarnya.

Iriawan pun berpesan agar polisi tidak segan-segan memberikan tindakan tegas kepada pelaku jika tertangkap nantinya.

"Kami akan memburu pelaku tersebut semaksimal mungkin karena cukup sadis," kata Iriawan.

Wakil Kapolda Metro Jaya Brigadir Jenderal Suntana sementara itu mengatakan, pihaknya belum mendapatkan hasil resmi puslabfor terkait senjata yang digunakan oleh pelaku perampokan. (gil)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjuangan Orang Tua Selamatkan Bayinya Menguras Air Mata, Buah Hati Pergi Dengan Wajah Tersenyum

6 Cara Simpel Menata Rambut Panjang Dan Tipis