Pengertian Fakta dan Opini Menurut Para Ahli

Dalam Pengertian Fakta dan Opini banyak sekali definisi ataupun pengertiannya. Nah untuk memudahkan bagi para pelajar maka dalam hal ini akan saya berikan definisi Fakta dan Opini dari beberapa para ahli, agar nantinya Anda bisa mendapatkan definisi Fakta dan Opini dari sumber yang kuat, akurat dan terpercaya secara ilmiahnya.

Secara umum Fakta dapat kita temukan dengan menyimak dan membaca informasi dalam berita. Untuk menemukan sebuah kalimat apakah fakta atau bukan harus memperhatikan keadaan, hal-hal, dan peristiwa yang ada dan terjadi apakah kebenarannya tidak diragukan lagi. Kalimat yang berisi fakta adalah kalimat yang disertai dengan bukti pendukung atau sudah menjadi pengetahuan bersama. Misalnya, fakta tentang riwayat hidup, riwayat pendidikan dan karya-karya yang pernah dihasilkan seseorang. 



Opini atau pendapat berbeda dengan fakta sebab opini merupakan gagasan atau hasil pemikiran seseorang yang belum dapat dipastikan kebenarannya dalam menanggapi suatu peristiwa. Kalimat berupa opini ini biasanya disertai dengan argumen.

Baca Juga : Prinsip pengambilan Keputusan

Berikut ini adalah Pengertian Fakta dan Pengertian Opini menurut para ahli, silahkan Anda simak ulasannya berikut ini !

Pengertian FAKTA
  • Fakta adalah hal atau peristiwa yang benar-benar terjadi (Suyono, 2004: 8).
  • Fakta adalah sesuatu yang dapat dilihat, diraba, dan dirasakan oleh setiap orang (Abdullah,1999: 14). 
  • Fakta adalah hal (keadaan, peristiwa) yang merupakan kenyataan, sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi (KBBI, 2008:9387). 
Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, penulis mengacu pada pendapat Suyono yang menyatakan fakta adalah hal atau peristiwa yang benar-benar terjadi. 

Macam-Macam Fakta

Fakta dapat dibagi dalam beberapa bagian, yaitu sebagai berikut :

a. Fakta tentang Benda
  1. Pesawat Mandala merupakan milik perusahaan swasta.
  2. Selain manusia, tumbuhan juga merupakan makhluk hidup.
  3. Minyak bumi merupakan salah satu barang tambang yang langka
b. Fakta tentang Peristiwa
  1. Badai tsunami terjadi di Aceh
  2. Presiden SBY mendapat penghargaan Nobel Perdamaian di Jepang.
  3. Hampir di penghujung tahun 2006 ini, Indonesia dikunjungi oleh Presiden Amerika Serikat.
c. Fakta tentang Keadaan
  1. Banjir lumpur yang terjadi di desa Sidoarjo merupakan akibat jebolnya tanggul penahan luapan lumpur lapindo Berantas
  2. Akibat gempa bumi dan tsunami di Serambi mekah porak-poranda.
  3. Rumah sakit Abdul Moeloek ramai oleh pasien yang terinfeksi flu burung.
d. Fakta tentang Jumlah
  1. Dana untuk pembangunan jalan di Kabupaten Tanggamus baru cair Rp 2,7 milyar.
  2. Untuk memeriahkan HUT RI ke-61, Kecamatan Pringsewu mengadakan pameran yang diikuti oleh 42 stand.
  3. Jajaran Polsek Penengahan, Lampung Selatan, menyita 42 dus minuman keras berbagai merk di pasar Pasuruan dan pasar Simpang Palas.
e. Fakta tentang Waktu
  1. Pukul 23.00 WIB Siska terbangun dari tidurnya.
  2. Pukul 15.45 WIB datang hujan lebat.
  3. Aden datang ke rumahku pukul 20.00 WIB.
f. Fakta tentang Faktor Penyebab
  1. Kebanjiran itu terjadi karena penggundulan hutan.
  2. Motornya terbalik karena kecepatan yang tidak terkendali.
  3. Pembunuhan itu terjadi karena faktor dendam.
Ciri-Ciri Fakta

Menurut Suyono (2007: 158) ciri-ciri fakta dirincikan sebagai berikut:
  1. dari segi isi fakta sesuai dengan kenyataan,
  2. dari segi kebenaran fakta benar karena sesuai kenyataan,
  3. dari segi pengungkapan fakta cenderung deskriptif dan apa adanya dan
  4. dari segi penalaran fakta cenderung induktif.
Pengertian Opini

Opini juga sering disebut dengan pendapat. Opini atau pendapat merupakan suatu sikap pikiran seseorang terhadap suatu persoalan. 
  • Menurut Nurhadi (2003: 7) pendapat adalah mengungkapkan sesuatu secara subjektif, berdasarkan pemikiran pribadi, kebenarannya kadang tidak dapat dibuktikan. Pendapat adalah segala hal yang diungkapkan seseorang berdasarkan pendirian atau sikap yang diyakininya(Suyono, 2004: 8). 
  • Opini artinya pendapat atau pandangan tentang sesuatu. Karena itu, opini bersifat subjektif karena pandangan atau penilaian seseorang dengan yang kainnya selalu berbeda. Jadi, kendati faktanya sama, namun ketika orang beropini, antara orang yang satu dengan yang lainnya memperlihatkan adanya perbedaan (Abdullah, 1999: 14).
Berdasarkan pengertian-pengertian opini tersebut, penulis mengacu pada pendapat Abdullah, yaitu opini artinya pendapat atau pandangan tentang sesuatu. Karena itu, opini bersifat subjektif karena pandangan atau penilaian seseorang dengan yang lainnya selalu berbeda.

Baca Juga : Prinsip pengambilan Keputusan

Macam-Macam Opini

Macam-macam opini dapat dibagi dalam beberapa bagian, yaitu pemikiran, harapan, tanggapan, ide, gagasan, usul, saran, kritik, keinginan, penolakan, persetujuan, pemecahan suatu masalah yang disampaikan dan lain-lain. Opini biasanya disertai oleh argumen atau alasan-alasan tertentu yang mendukung pemikirannya, opini juga biasanya dipadukan dengan kata-kata seperti:
  1. seharusnya,
  2. seandainya, 
  3. sebaiknya,
  4. mungkin, 
  5. menurut saya atau pendapat saya, 
  6. jika, 
  7. penyebab,
  8. siapa lagi, dan pujian (Nurhadi, 2003: 7). 
Berikut contoh penggunaan kata-kata pada opini :
  1. Seharusnya pembelajaran diarahkan untuk menciptakan atau mengkondisikan sikap dan pola hidup anak didik sehingga selaras dengan kehidupan masyarakat secara luas.
  2. Seandainya saja sekolah di negeri ini dibuat serba gratis pasti pendidikan menjadi lebih maju.
  3. Di Bandarlampung, beberapa Sekolah Dasar belum memiliki perpustaan sekolah. Sebaiknya perpustakaan sekolah segera dibangun agar siswa memeroleh banyak pengetahuan dari perpustakaan tersebut.
  4. Mungkin Retno telah sampai di rumah dengan sambutan yang hangat dari keluarganya.
Ciri-Ciri Opini

Menurut Suyono (2007: 158) ciri-ciri opini dirincikan sebagai berikut:
  1. dari segi isi opini sesuai atau tidak sesuai dengan kenyataan bergantung pada kepentingan tertentu,
  2. dari segi kebenaran opini dapat benar atau salah bergantung data pendukung atau konteksnya,
  3. dari segi pengungkapan opini cenderung argumentatif dan persuasif,
  4. dari segi penalaran opini cenderung deduktif.
Perbedaan Fakta dan Opini

Menemukan perbedaan fakta dan opini tidak semudah yang kita pikirkan. Agar menemukan fakta dan opini dengan mudah ada cirinya. Penulis sajikan dalam Tabel berikut ini :


Jika dilihat dari segi sisi, kebenaran, pengungkapan dan penalaran, terlihat jelas perbedaan fakta dan opini. Fakta adalah hal atau peristiwa yang benar-benar terjadi sedangkan opini suatu sikap pikiran seseorang terhadap persoalan yang ada dan kebenarannya masih perlu dibuktikan.

Contoh 1:

Pukul 18.50 WITA, Adam Air menegaskan bahwa kabar 90 tewas dan 12 selamat merupakan informasi masyarakat. Sepuluh menit kemudian, Menhub Hatta Rajasa menggelar jumpa pers di Lanud Hasanuddin yang menyatakan Adam Air masih hilang. Lokasi jatuhnya pesawat di Ranguan adalah benar. Nasib penumpang dan wak Adam Air masih gelap.

Contoh 2:

“Motor keluaran awal 2010 ini memiliki Kawasaki Automatic Compression Release (KACR), yaitu suatu system decompression yang berguna memperingan saat menghidupkan mesin dengan kick starter. Selain itu adanya trendy muffler atau sporty muffler, yaitu bentuk bergaya Kawasaki Ninja 250R sehingga tampilan lebih gagah. Untuk kredit, Anda dapat memanfaatkan Adira Finance,” lanjut Yudi.
Penjelasan:

Dari contoh 1 dan contoh 2 dapat dilihat perbedaan fakta dan opini, dilihat dari segi isi, contoh 1 sesuai dengan kenyataan sedangkan contoh 2 sesuai atau tidak sesuai dengan kenyataan bergantung pada kepentingan tertentu, yaitu meyakinkan konsumen terhadap barang yang ditawarkan.

Dari segi kebenaran, contoh 1 mengenai jatuhnya pesawat Adam Air benar terjadi sedangkan contoh 2 dapat benar atau salah bergantung data pendukung atau konteksnya. Dari segi pengungkapan contoh 1 cenderung deskriptif dan apa adanya, yaitu menggambarkan korban dari jatuhnya pesawat Adam Air sedangkan contoh 2 cenderung argumentatif dan persuasif, yaitu membujuk atau memengaruhi konsumen agar tertarik pada motor yang ditawarkan dengan argumen yang dikatakan Yudi. 

Dari segi penalaran contoh 1 cenderung induktif, yaitu khusus-umum. Paragraf induktif dimulai dengan mengemukakan penjelasan-penjelasan atau perincian-perincian, kemudian ditutup dengan kalimat utama. Pada contoh 2 penalaran cenderung deduktif, yaitu umum-khusus. Paragraf dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat utama. Kemudian diikuti dengan kalimat-kalimat penjelas yang berfungsi menjelaskan kalimat utama.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel