Ayah atau Pacar?

Disaat kamu ribut dengan pacar, kamu akan termenung, menangis mengurung diri seharian di dalam kamar.

Sementara Ayahmu yg sudah renta tak lagi muda, dan sudah dikelilingi keriput disana-sini tengah bekerja bermandikan keringat darah demi kamu, Putri tercinta nya.
Di dalam pikiran, hati dan sanubari Ayahmu, hanya ada kamu. Dia tak perduli betapa lelah pun dirinya, betapa pedih pekerjaannya, semua demi kamu, yg penting masa depanmu cerah.


Sementara bajingan yg kau sebut pacar, tengah asyik dengan dunianya, dengan selingkuhannya, tanpa sedikitpun memikirkan kamu.
Pernahkah kamu berpikir akan hal ini? Atau mungkin tidak, karna kamu terlalu bodoh dan naif.

Dan saat kamu putus hubungan dengan pacar mu, jangan lah sampai nekat menyiksa diri, apalagi sampai bunuh diri sayang.
Karna pacarmu akan langsung dapat pengganti dirimu hari itu juga tanpa perduli sama kamu.

Sementara Ayahmu, dia tak akan lagi bisa dapat pengganti Putri tercinta nya. Tak akan lagi bisa dapat anak perempuan yg selalu dia sayangi, dia besarkan dan rawat dengan penuh kehati-hatian, yaitu kamu.

Kalau kamu mati, pacarmu yg selalu kamu bangga²kan itu tak akan sedikitpun memikir kan kamu.

Tapi Ayahmu, dia lah yg paling merasa terpukul. Sedih. Bahkan sampai akhir hayat nya tak akan pernah melupakan dirimu.
Lazimnya bagi seorang anak perempuan, figur seorang ayah adalah segalanya, didarahmu mengalir darah Ayah.

Disetiap langkah kakimu, tersirat do’a Ayah.
Seorang ayah akan selalu menjadi idola, pahlawan, dan panutan bagi Putrinya.
Ayah memang tak pernah merasakan rasanya mengandung dirimu, tapi tanpa adanya dia, tidak akan ada yg mengkumandangkan Adzan di telingamu, Putri kecil nya. Saat itu wajahnya haru menahan air mata, berharap saat kau besar hidup mu akan sukses dan bahagia.

Tapi lucunya, sesudah besar malah dibodohi dan terus menerus disakiti berengsek bernama pacar.

Waktu yg diberikan seorang ayah memang gak sebanyak waktu ibu saat merawatmu.
Karna persoalan waktu bagi mereka berbeda, tapi percayalah, perhatian Ayah kepada Putrinya tak akan pernah hilang.

Tanpa kamu ketahui, bahkan seringkali Ayahmu masuk ke kamarmu lalu mencium hangat keningmu saat kau tengah terlelap tidur.

Cobalah sesekali perhatikan saat Ayahmu yg sudah menua tapi semangat nya untuk menghidupi mu tak pernah pudar itu terlelap dalam istirahat malamnya.
Kamu akan dapat melihat semua rasa yg selama ini dia sembunyikan.
Wajah tuanya itu menampakkan rasa lelah yg teramat, kantung matanya sudah turun, wajahnya pun terlihat lesu lagi pucat, kadang raut wajahnya terlihat gelisah.
Mungkin dia tengah bermimpi buruk, akan apa² saja hal buruk yg akan menimpa Putri tercinta nya. Dia tidak selalu tau apa yg Putrinya alami di luar sana. Entah sudah disakiti seperti apa oleh pacarnya. Tapi batinnya selalu bisa merasakan.

Terkadang tidurnya juga tak lelap, sering kali dia terbangun dari tidurnya.
Dia takut, kalau saja dia merasa gagal menjadi seorang Ayah. Dia takut kalau saja dia gagal membahagiakan dirimu, Putrinya.
Walaupun seluruh kekuatan dari sisa² tenaga dari tubuh tuanya sudah dia keluarkan untuk bisa membuat kalian senang, bahagia.

Itu lah Ayahmu.

Selalu berusaha dan ingin kau bahagia, no matter what, and how. Satu²nya harapan besar Ayah mu adalah agar kelak kau sukses.
Walaupun selama ini kamu hanya bisa mengeluh dan menuntut ini itu tanpa mengerti kondisi orangtua.

Selalu melawan, membentak, bahkan mungkin pernah memaki Ayah.
Lalu pacarmu. Apa yg sudah si keparat itu beri padamu selain drama, sakit hati, hinaan, janji, dan lain² yg tak ada untungnya bagi hidupmu?
Justru dia lah yg selalu kalian senangi hatinya, salah sedikit langsung takut lalu meminta maaf.

Kapan terakhir kali berterima kasih pada Ayah atas jasa²nya memberimu makan, tempat tinggal, pendidikan sampai gadget?
Tidak pernah. Kalian hanya bisa memberinya perkataan yg menusuk hati.
Tapi sialnya kamu dengan dungunya setiap hari memberi ucapan manis kepada pacar yg bahkan tak ingat kapan kalian lahir.

Kapan terakhir kali meminta maaf atas segala kesalahan kata kepada Ayah? Bertahun-tahun yg lalu mungkin.
Tapi dengan egoisnya kalian meminta maaf kepada pacar tak perduli sekecil apapun kesalahan itu.
Kalian lebih takut kehilangan pacar daripada Ayah. Are you fucking idiot?

Lupakan pacar.

Lalu datangi Ayah, ucapkan terimakasih, peluk dan cium dia. Sebelum semua terlambat dan kalian hanya bisa mencium jasadnya. Dia pasti akan menangis haru.
Ternyata Putri kecil nya masih sangat mencintai nya.

Berbakti lah padanya. Sebelum semua terlambat dan bakti terakhir yg bisa kau beri hanya menggendong tubuh matinya ke dalam liang lahat.
Tiap keringat dan nafas hanya ditujukan untuk anak istrinya. Dari pagi ke malam di otak Ayah hanya ada kamu dan masa depanmu.

Kerja keras dan usahanya tak pernah dia ungkit dan berharap diganti. Kasih sayang yg dia beri selalu membekas di hati dan tak pernah terganti.
Terimakasih Ayah Terima kasih atas kasih, cinta, pengorbanan tulus yg tak terganti.
Terimakasih untuk semua Ayah yg ada di bumi.

We’ll always remember that special smile,
that caring heart, that warm embrace,
you always gave us.
You being there for Mom and us
through good and bad times, no matter what.
We’ll always remember you Dad, because
they’ll never be another one to replace you in our hearts, and the love we will always
have for you.
And If I had a single flower for every time I think about you, I could walk forever in my garden.


Penulis: Angga Prasetya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel