Ayo Bertoleransi sesama Manusia!

Postingan khusus untuk mereka yg anti toleransi, dan diajarkan untuk intoleran oleh Ustadz di daerah mereka. Diajarkan untuk membenci dan menjauhi Non-Muslim. Apa hal yg paling indah di bumi ini selain membahagiakan orangtua kita? jawabannya adalah, toleransi dengan saudara-saudara kita yg berbeda Agama.
Toleransi yg bahasa Arabnya adalah, as-samahah, adalah konsep modern untuk melukiskan sikap saling menghormati, menghargai, dan saling bekerjasama dengan kelompok² masyarakat yg berbeda dengan kita baik secara Budaya, Etnis, Politik, terlebih lagi Agama.


Toleransi adalah konsep yg Agung dan Mulia yg sepenuhnya jadi bagian organik atas semua Agama yg ada di dunia ini, termasuk Agama Islam. Islam tidak mengajarkan mu untuk membenci Agama dan umat Agama lain, malah memerintahkan untuk mencintai dan menghormati mereka.

Toleransi adalah bagian integral from Islam itself, yg detail²nya lalu dirumuskan para Ulama yg diabadikan dalam karya² tafsir mereka.

Siapa yg tidak terharu menahan tangis saat melih
at Muslim dan Kristen saling merangkul?
Siapa yg tidak bahagia melihat Islam menolong umat lain ketika mereka butuh?
Apa yg menjadikan Indonesia menjadi sebuah Negara? Islam? bukan. Kristen? bukan.
Yang menjadikan Negara ini berdiri adalah, peradaban luar biasa yg dimulai dengan toleransi antar Agama.

Tak mungkin ada Indonesia kalau tidak ada Islam, Hindu, Buddha, Kristen, dan lainnya.
Sejak jaman dulu sampai abad 21 ini, kita kembali jatuh ke lubang yg sama. Perang dan anarkisme yg terjadi karna perbedaan Agama. Di beragam tempat di dunia, kita bisa melihat, bagaimana perbedaan dapat memicu konflik berkepanjangan yg bahkan sampai memakan banyak korban. Lalu apa yg kita dapatkan setelah itu? tidak ada selain penderitaan, kebencian, dan kesedihan.

Semua Agama sejatinya mengajarkan kebaikan, tidak ada satupun Agama yg memerintahkan penganutnya untuk membenci apalagi membunuhi manusia lain, kecuali dipahami oleh orang-orang berpikiran sempit. Bagi orang-orang anti toleransi, Agama menjadijadi semacam radikalisisi.

Banyak orang yg menjadi radikal dalam beragama, sampai kehilangan akal sehat, dan bersikap keras sama yg namanya perbedaan.
Agama sejatinya adalah institusi paling penting yg mengatur kehidupan manusia.
Mengatur adab, ilmu dan etika.

Pluralitas agama, kultur dan budaya adalah sunnatullah.
Kalau ada pemuka Agamamu yg melarang berteman dengan Non-Muslim, maka jangan lagi berguru dengannya, karna di hatinya, tidak ada cinta. Tidak ada larangan dalam Islam untuk berteman dengan Non-Muslim.

Apalagi sampai memaksa orang-orang di jaman modern ini memeluk Islam. Al-Zamaskhsyari mengatakan kalau persoalan keimanan adalah persoalan pribadi manusia, pilihan pribadi mereka. Gak boleh ada paksaan.
“la ikraha fi al-din—tidak ada paksaan dalam Agama.”

Kalau kita lihat dari asbab al-nuzul (sebab turunnya ayat), ayat itu turun di periode Madinah, saat Rasulullah dan umat Islam sangat kuat, bukan saat periode Makkah, waktu Islam masih lemah.

Jadi, kebebasan beragama dalam ayat itu adalah pilihan berdasarkan keberanian, bukan ketakutan, gak boleh ada pemaksaan untuk orang lain menentukan Agamanya. Dan firman Allah itu bersifat umum (‘am) bukan cuma untuk kaum tertentu. Tapi seluruh manusia.

Percayalah, kita akan perlahan mati kalau semua manusia beragama menjadi intolerant. Dunia akan hancur. Tidak ada lagi keindahan dan seni. Perdamaian hanya ada dalam mimpi. Beda Agama tidak mesti harus saling benci. Kita semua saudara.
Mari bertoleransi.

Dengan toleransi beragama kita gak hanya bisa menghindari perpecahan, tapi dapat menjadikan kita lebih solid dalam hubungan sosial kemasyarakatan.
Bertukar pikiran agar kehidupan multiagama di Negara ini bisa menjadi kokoh dan lebih maju.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel