Belajar Dari Kehidupan Orang Lain!

Disaat ada sebagian besar Muslim yg katanya sudah berislam dengan kaffah, tampilan luar pun sudah seperti Syeikh paling alim, tapi sibuk mengkafirkan orang lain, mengutuk Non-Muslim, mencaci pemerintah, anti Pancasila dan menggila dalam mendirikan Khilafah Islamiyah, intolerant, dan tukang demo sampai saya teringat akan quotes dari George Carlin, seorang komedian terkenal asal Amerika Serikat,
“Jangan remehkan kekuatan orang-orang tolol dalam jumlah besar.”

Orang² yg “Malaikat dari tampilan luar, tapi Iblis setan di dalamnya” ini merusak relasi antar agama, etnik dan antar budaya – bahkan antar sesama Muslim itu sendiri — cuma karna perbedaan perspektif, pandangan, perbedaan Fikrah siyasiyyah (pemikiran politik) dan ideologi yg saling konfrontasi.


Padahal seorang Muslim sejati – seperti yg diajarkan Islam haruslah bersifat tawassuth, tasamuh, tawazun dan i’tidal (moderasi, toleransi, tawazun, tak berat sebelah).
Justru ada sebagian kecil saudara/saudari kita yg belum paham Islam sepenuhnya, tampilan luar pun masih acak-acakan sehingga muncul stereotip miring kepada mereka tapi sibuk memperbaiki diri, akhlak, dan moral.

Karna mereka sadar, kalau semua orang punya titik balik dalam hidupnya di mana hidayah akan menggerakan hati untuk berubah. Hijrah. Bukan hanya hijrah penampilan, tapi yg paling penting, hijrah akhlak. Bahkan di dalam Al-Qur'an pun, hijrah diletakkan bersanding dengan iman dan jihad.

Hal ini bisa jadi gambaran bagi sebuah Komunitas bernama, Punk Muslim, yg konsisten dari tahun ke tahun menggencarkan dakwahnya di kalangan Anak Punk.

Tanggal 09/11/2018 Jum'at kemarin siang, ada puluhan anak² jalanan, pengamen, dan anak Punk yg duduk rapi untuk belajar membaca Al-Qur'an dan mendengar ceramah.
Tanpa risih ataupun malu, para remaja dan anak² yg tubuhnya penuh tato, bertindik, dan berpakaian ala preman tersebut mulai belajar membaca Al-Quran dipandu Halim Ambiya, pendiri komunitas Tasawuf Underground (TU).

Terbentuknya “kajian” dadakan di kolong jembatan dekat Stasiun Tebet Jakarta ini, bukanlah hal terjadi tiba².

Salah satu anak jalanan yg ikut kajian ini, pengajian ini bermula atas kegundahan, kegalaulan dan kerisauan anak² Punk dan anak jalanan karna kurangnya didikan Agama yg memang tak sempat mereka dapatkan sedari dan untuk bekal akhirat mereka, katanya.
Masha Allah.

Atau ada seorang gadis yg juga mantan anak Punk bernama Iskandary yg beberapa saat lalu juga memutuskan untuk berhijab dalam kesehariannya walaupun karna itu dia mendapatkan banyak kritikan pedas, ejekan, dan bullyan. Tapi dia tetap istiqomah dalam pendirian hijrah nya.

Semoga semakin banyak saudara kita yg seperti mereka. Tidak peduli penampilan luar yg seperti berandalan, preman, tapi jiwa Muslim/Muslimah tetap disimpan rapat di dalam hati tanpa bisa diganggu gugat, apalagi dari mulut² sampah manusia tukang caci.
Saya pribadi pun lebih memilih bergaul dengan orang² seperti ini dibanding bergaul dengan Muslim² anarkis, intolerant, takfiri, tukang demo yg berpenampilan Agamis, tapi dalamnya Iblis.

Saya juga berharap agar kita semua tidak menilai seseorang hanya dari penampilan luarnya. Karna tak semua yg berpenampilan amburadul itu adalah perampok, pemerkosa, kriminal. Dan tak semua yg berpenampilan seperti Ustadz/ustadzah adalah manusia suci yg sudah pasti benar dan selalu benar.

Penulis: Angga Prasetya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel