Jangan Mencoba Membully Orang Pendiam!

Di sekolah biasanya selalu ada satu atau dua murid yg dianggap aneh. Karna dia terlalu pendiam, tidak mau berbaur, karna itu dia dijauhi bahkan dibully.

Jangan.
Jangan jauhi apalagi sampai membully mereka.
Ada alasan tersendiri kenapa mereka seperti itu.

Pertama, karna mereka punya kepribadian introvert.
Gak mudah bagi seorang introvert untuk masuk ke circle pertemanan baru, apalagi sampai membuat komunikasi verbal dengan orang asing. Mereka yg introvert akan merasa canggung, malu, takut, saat memulai percakapan dengan orang asing.
Mereka butuh waktu. Kasih mereka waktu.


Kedua, karna mungkin saja mereka seperti itu karna memiliki masalah yg luar biasa hebat yg membuatnya depresi tanpa kita ketahui. Lalu kamu, dengan bodohnya, bukan membantu orang² ini tapi malah memperburuk keadaan nya dengan membully nya.

Saya kasih contoh, saya pribadi:

Dulu saat SMP saya ini adalah anak aneh, pendiam, dan jarang bergaul makanya hampir tiap hari saya kena bully dan dijauhi. Kenapa saya seperti itu? Bukan karna kemauan saya. Tapi keadaan yg memaksa. Saat itu saya dalam kondisi mental yg sangat jatuh karna perceraian orangtua saya. Jangankan di sekolah, di rumah dan lingkungan keluarga saja saya berubah dari anak yg hiperaktif dan selalu ingin tahu menjadi anak yg dingin, tertutup, dan ingin mati saja.

Saya tidak tertarik lagi untuk beraktivitas saat itu, saya malas untuk bersosialisasi, dan semua Neraka itu harus saya rasakan mau tidak mau saat sekolah.
Apakah ketika di sekolah semuanya membaik? Ada sahabat yg membantumu untuk menyelesaikan masalah²mu lalu menari dan bergandengan tangan dengan mereka seperti di animasi² Disney? Fuck no.

Keparat² di sekolah itu malah memperburuk keadaanku. 
Mereka membully saya baik secara verbal dan fisik.
Sampai aku malas ke sekolah karna takut dan trauma, akhirnya aku menjadi siswa yg paling rajin bolos sekolah. 

Di rumah pun kembali disiksa sama ayah karna sering bolos.
Seperti itu lah gambaran dari kehidupan teman² sekelas kalian yg sering kalian bully, malah lebih parah sebenarnya.

Let’s just admit it; middle school and high school is awful for everyone.
I know everyone thinks it.

Bagi banyak orang masa² SMP dan SMA/SMK itu adalah masa² paling indah dan memorable, masa² paling romantis karna disana kita bertemu dengan cinta pertama bahkan first kiss kita (or even first sex). Bahkan ada banyak film, FTV, dan buku yg membahas tema mengenai romantisisme anak SMP dan SMA.

Tapi memang realita tak selalu sebanding dengan ekspetasi.
I’ll be the first to say that it’s full of mean children that are making up for their inadequacies, and so what do they do? They bully – and I was a victim.

Selain orang² beruntung yg bisa merasakan romansa first love dan nikmatnya first kiss saat SMA, di sisi lain ada orang² malang yg juga merasakan betapa masa² SMA itu sangat traumatis. Mereka di bully baik secara verbal dan fisik, tapi takut kalau mengadu ke orang tua, dan guru pun masa bodoh dengan kasus bullying ini.
And what What is bullying like? It’s a shameful way to RIP someone’s humanity away from them.

Korban bullying sering merasa depresi, merasa terisolasi, diperlakukan gak manusiawi, dan gak berdaya ketika diserang para pelaku yg biasanya banyak, tanpa kalian sadari. Bahkan akhirnya nekat bunuh diri.

Pernah kah kalian bayangkan betapa tersiksa nya batin seorang anak yg kalian bully itu? Kesepian yg dia dapatkan setiap harinya?
Bullying is not cool dude.

Korban bullying biasanya memang adalah anak yg paling pendiam dan dianggap aneh di sekolahnya.

Dan Olweus, yg menulis buku berjudul “Bullying at School: What we know and what we can do”, mengatakan kalau seorang siswa bisa dikatakan sebagai korban bullying kalau dia sering disiksa atau jadi korban dari bullying karna dia gak dilindungi, berulang kali mengalami tindakan-tindakan negatif dan jahat dari satu atau lebih dari siswa lain.

Korban bullying akan merasa depresi, stres, hilang semangat sampai akhirnya bunuh diri. Bukan hanya satu dua kasus remaja bunuh diri karna bullying, tapi ada ratusan kasus diseluruh dunia, karna intimidasi secara fisik atau verbal ketika korban dibully, akan menimbulkan depresi.

Sudah saatnya para orangtua, khususnya para guru untuk lebih peduli kepada korban bullying. Karna bullying bukanlah lelucon, ini adalah momok paling menakutkan bagi siswa² yg tak berdaya, dan akan menghancurkan masa depan mereka.

Dan tolong kalian yg membaca ini, kalau kalian masih sekolah atau sedang kuliah saat ini dan di kelas kalian ada satu murid yg sangat pendiam, aneh, atau kalian anggap sombong karna tidak mau bergaul. Tolong, jangan salah paham. Tolong, jangan ganggu dan bully dia. Karna dia punya masalah yg berat di luar sekolah/kampus.

Saat dia sedang duduk sendiri karna memang dia selalu sendiri sebab selalu diabaikan oleh lingkungan, tolong lah, tolong datangi dia. Duduk di sampingnya. Ajak dia berteman. Rangkul dia. Maka kebaikanmu akan dia kenang seumur hidupnya. Dia akan membantumu saat kamu susah ketika kelak kalian dewasa, karna biasanya anak yg pendiam dan aneh di kelas di masa yg akan datang malah menjadi sukses.

Jangan ikut membully nya seperti yg lain. Dia hanya kesepian. Dia depresi. Dan dia... butuh teman.

Penulis: Angga Prasetya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel