Memahami wanita itu susah-susah gampang

Karna otak kita para pria memang berlainan dengan otak para wanita, jadi kita butuh seni Epistemologi tentang wanita. 

Mulai dari hal² sepele sampai private sphere mereka.

Perempuan itu banyak ngambek karna mereka adalah makhluk lembut yg haus kasih sayang. Mereka memang biasanya suka membesar-besarkan masalah kecil, untuk apa? Ya karna mereka merindukan kasih sayang dari prianya πŸ˜. Mereka tidak akan pernah merasa cukup dan puas perihal kasih sayang, cinta, dan perhatian dari pria mereka. Percayalah. Dan kalau pria mereka gak peka saat mereka butuh perhatian dan kasih sayang, ya ngambek mereka makin menjadi deh. Ditanya, jawabnya singkat. Dibujuk, pura² marah padahal dalam hati minta untuk terus dibujuk. Bibir dimonyongin, dahi dikerutkan, tapi kecantikan mereka tidak akan luntur karna mereka selalu ingin tampil cantik di hadapan prianya.

Bukankah itu imut? πŸ˜‚
Atau kalau di chat, begini nih jenis ngambeknya,
Pake emot “😠” padahal pura² marah.
Pake emot “πŸ˜’” artinya butuh dibujuk.
Pake emot “πŸ˜‘” artinya butuh dipeluk atau dibelikan sesuatu πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
Pake emot “πŸ˜…” artinya kecewa.
Pake emot “😊” artinya dia benar² marah, sedih, kecewa kepada prianya. Dan kita sebagai pria, harus memberi dia ruang dan waktu sebelum meminta maaf sembari memikirkan kesalahan² kita yg membuatnya begitu upset about something.


Kalau pria mereka membuat hati mereka sedih, marah, atau kecewa, maka mereka akan dengan lucunya meminta “tanggungjawab” maaf itu. Dan kalau pria mereka tidak kunjung meminta maaf, ya siap² deh, seharian menikmati wajah imut mereka yg lagi kesel. Tapi untukku, gak masalah, malah mungkin aku akan tertawa melihat wajah lucunya nanti saat sedang kesal. Dia makin kesal. Aku cubit pipinya dan peluk dia sembari berbisik,
“I love you so much. Kamu adalah hatiku yg hilang, biarkan aku memelukmu, menjagamu, dan menguncimu rapat² di dalam alam pikiran ku supaya kau tidak lagi hilang.”

Dan soal pengertian, mereka memang selalu menjadi yg terbaik. Mereka, kaum ini luar biasa. Entah kenapa setiap menulis tentang wanita, aku menangis haru.

Seorang ibu akan memberikan jantungnya bila anak lelakinya butuh donor jantung. Seorang istri akan bersedia memberikan sampai tetes darah terakhirnya untuk suaminya yg butuh darah. Seorang pacar akan bersedia menjaga dan merawat prianya yg tengah sakit jantung atau kehabisan darah akibat kecelakaan dengan sepenuh hati. Semalam suntuk. Dia sama risaunya dengan sang ibu atau sang istri bila pria yg mereka cintai lemah tak berdaya.

Ahhh, wanita, kalau saja aku bisa, aku ingin memeluk mereka selama waktu semesta tersisa. Menghabiskan waktu sebelum menghampiri akhirat bersama makhluk indah ini, adalah salah satu nikmat terbesar yg diberi Tuhan.

Penulis: Angga Prasetya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel