Mengenal Psikopat Si Manusia BungLon!

Berdasarkan riset² yg saya baca, Psikopat yg sebenarnya adalah orang² yg biasanya selalu tampil rapi, banyak disukai orang, berkharisma, punya pekerjaan, dan sering gonta-ganti pasangan. Bukan bocah wibu yg sok²an Psikopat cuma karna nonton Anime gore, pengangguran/no life, dan Jomblo.

Sangat menyenangkan membahas Psikopat atau gangguan mental lainnya.
Karna mereka adalah manusia² berotak jenius, tapi berhati Iblis.

Apa itu Psikopat? Dan bagaimana ciri² mereka?

Ringkasnya Psikopat itu adalah gangguan mental yg membuat si penderita menjadi orang yg tidak kenal takut, tidak punya empati, juga senang merugikan dan membuat orang lain menderita.

Gambar: Ilustrasi

Gak semua Psikopat itu adalah pembunuh berantai macam di film² Thriller dan Crime, mereka jauh lebih kompleks. Tapi, memang semua Psikopat punya kecenderungan dan kemungkinan untuk membunuh dengan sadis karna mereka... suka “hal baru”.
Para Psikopat itu rata² disukai banyak orang disekitarnya karna dia ramah dan biasanya mudah berbaur, walaupun.. sebenarnya dia punya sisi antisosial.

Para Psikopat mampu mempengaruhi orang lain dengan mudah berkat kemampuan komunikasi verbal mereka yg luar biasa. Karna itu, orang² menilai mereka keren dan berkharisma karna kemampuan berkomunikasi mereka itu.

Paul Babiak dan Robert Here di buku mereka yg berjudul, “Snakes in Suits: When Psychopaths Go to Work” menerangkan,
kalau seorang psikopat bisa dengan mudah memilih topik yg (entah bagaimana mereka tau) penting dan menarik bagi kita.
Kemapuan mereka untuk memikat lawan bicara juga sangat hebat.

Mereka yg mengidap Psikopat juga punya kemampuan pengendalian diri (impulsive control abilities) yg luar biasa, dan mampu mengurung agresivitas mereka di publik. Memakai topeng untuk menyembunyikan wajah dan hati dinginnya di publik.
Makanya orang yg benar² Psikopat itu biasanya orangnya terlihat berwibawa, kalem, tenang, pendiam, ramah dan punya tata-krama yg baik di sosial.

Hingga saya seringkali menganggap para Psikopat dengan, “The Sexy Beast”.
Dr. Hervey Cleckley, Psikiater yg dianggap salah satu peneliti perintis tentang Psikopat mengatakan dalam bukunya “The Mask of Sanity”, menggambarkan Psikopat sebagai pribadi yg “likeable, charming, intelligent, alert, impressive, confidence, inspiring, an a great success with the ladies”, tetapi sekaligus juga “irresponsible, self destructive, and the like”.

Banyak psikolog yg mengatakan kalau awal seorang menjadi Psikopat adalah saat mereka punya rasa kebanggaan dan rasa cinta yg terlalu tinggi pada diri sendiri (narcissistic).
Narcissist – Sociopath – Psychopath.

They are all malicious, vindictive and manipulative. Hanya saja ketiga saudara kandung gangguan mental ini punya beberapa perbedaan dalam sifat dan sikap.
Mereka semua sama, and they all display the same behaviours.
Their worlds revolve around themselves. Everything is an extension of them and therefore should comply with whatever warped idea they have of what it should be doing.

Ciri² Psikopat saat kecil adalah senang membully orang lain. Membuat orang lain menderita. Menyiksa orang lain secara fisik dan verbal. Mereka juga senang menyiksa hewan saat kecil atau bahkan sampai dewasa baik secara active cruelty ataupun passive cruelty. 

Hal ini diperkuat sama riset yg dilakukan Dr. Philip Kavanagh. Orang yg senang menyiksa hewan biasanya punya sifat Dark Triad (Machiavellianism, narcissism, dan Psychopathy), seperti contoh seorang Psikopat gila, pembunuh berantai, pemerkosa, yg di masa kecilnya suka menyiksa dan membunuh hewan, mengoleksi mayat hewan, memutilasi hewan bahkan sampai masturbasi di bangkai² hewan itu, Jeffrey Dahmer.
Dan punya penyakit mental (kontrol impuls) yg disebut Piromania, dimana penderitanya senang membuat dan menyalakan api.

Para Psikopat adalah manusia yg tidak kenal rasa takut. Polisi dan preman berani mereka pukul, melawan guru bahkan kepala sekolah adalah hal yg biasa, selanjutnya memutilasi manusia adalah ide yg menarik.

Mereka juga pengidap Mythomania, atau rasa candu, dan senang berbohong. Berbohong bagi mereka adalah seni dan sangat mudah mereka lakukan tanpa ketahuan kalau mereka tengah berbohong.

Para Psikopat pun senang melanggar aturan karna bagi mereka itu memacu adrenalin, but they can never be wrong or to blame, mereka akan terus-menerus mencari gratifikasi (pembenaran diri) atas semua kesalahan yg mereka lakukan. Pengidap Psikopat selalu merasa paling benar, dan anti kritik.

Tapi biasanya mayoritas orang pengidap Psikopatik itu rata² cerdas dan jenius.
Mereka punya daya ingat dan analisa yg tinggi.

Sayangnya mereka no conscience, no empathy, no concern for others – at fucking all. Tapi Karakteristik yg paling terlihat dari seorang pengidap Psikopat adalah, selalu tampil percaya diri dan rapi, masa bodoh dengan keselamatan orang lain malah dia lebih suka melihat orang lain menderita.

Seorang Psikopat juga mudah bosan, bahkan sampai mengalami fase kebosanan paling kronis dalam hidupnya. Dia cepat bosan saat berkumpul bersama keluarga, teman, dll. Karna itu menurut Schug, itulah kenapa para pengidap Psikopat ingin dan harus melakukan hal² yg menurut mereka menyenangkan secara terus-menerus untuk merasa “normal”, seperti dengan cara melanggar aturan yg ada, menyiksa, memanipulasi, dan membuat drama.

Para Psikopat gak perduli sama orang lain karna mereka tidak punya lagi yg namanya Empati. Dia akan merasa biasa saja kalau orang² terdekat bahkan keluarganya meninggal dunia.

Dan para Psikopat, punya fantasi bahkan pelaku kelainan seksual (Parafilia), ini adalah fakta yg menarik. Banyak dari yg adalah gay/lesbian (pernah nonton 1 Lunatic 1 Icepick?), bersetubuh dengan mayat, dengan hewan, senang untuk memperkosa, mengintip, menunjukkan kemaluan di publik, incest, dan melakukan seks dengan cara Masochistic.
Terakhir, para Psikopat suka dengan lagu-lagu klasik (lawas) atau instrumental, bukan lagu Anime.
Info tambahan yg tidak terlalu penting: karakter fiksi Psikopat favorit saya adalah Anton Chigurh dari film No Country for Old Men.

Penulis: Angga Prasetya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel