Moral Di Zaman Modern Seperti ini, mau dibawa kemana ?

Mulanya mereka akan menyuruh mu untuk memakai rok pendek, demi kebebasan berekspresi katanya.

Lalu mulai menyuruh mu tampil lebih seksi lagi di ruang publik, dan kamu dipaksa bangga dengan penampilan seronok tersebut.

Cukup sampai disitu? Tidak sayang,

kamu pun akan kembali di doktrin untuk berani memamerkan payudara mu seperti manusia tak ada harga diri dan rasa malu.


Lalu kamu berubah menjadi semacam penderita sindrom ekshibisionis. Memperlihatkan apa yg seharusnya ditutupi tak peduli apapun Agama mu di taman, jalanan, atau terminal.
Hingga kalian hidup bukan lagi di Zaman modern dimana moral dan etika sudah semakin baik, tapi terpeleset jauh ke Zaman batu tua (palaeolitikum), dimana ketelanjangan adalah hal yg normal.

Modernisme seperti ini tak ayal hanyalah kedok belaka, mistifikasi yg bersifat ideologis, eksploitatif, dominatif dan semu.

Cuci otak untuk membuat perempuan muda berani tampil semi-bugil sampai bugil sangat mengkhawatirkan, banyak orang malah justru mendorong para wanita untuk mengikuti budaya telanjang dan pamer tubuh dengan begitu bangganya.
Dengan indoktrinasi, seseorang bisa berubah jadi Exhibitionist atau penganut Nudist/Naturist.

Gak merasa malu kalau gak berpakaian di tempat umum, atau memakai pakaian terbuka di depan umum.

Bahkan banyak Negara Barat, memandang wanita sebagai sarana dan alat ekploitasi.
Hal inilah yg memperbanyak kasus pelecehan terhadap wanita sendiri.
Ketika etika dan keselamatan harga diri wanita gak lagi dihiraukan, masyarakat sendiri pun akan terpolusi dengan nilai-nilai yg gak bermoral. 

Banyak cendekiawan kontemporer yg menekankan akan pentingnya kehormatan wanita juga penutupan aurat untuk menjalin hubungan individual dan sosial.
Orang² tak beragama sepertinya begitu anti dengan orang² beragama dan aturan² yg ada di dalam Agama itu, dijadikan lelucon satir.
Kebenaran bukan cuma soal pengetahuan, tapi soal keterbukaan (aletheia) realitas itu sendiri kepada Manusia.

Manusia di masa lalu itu telanjang, lalu dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, etika dan adab pun mulai berkembang, manusia pun berpakaian agar lebih modern dan humanis.
Manusia yg mengenakan busana tertutup di zaman ini, hari ini, sebenarnya adalah lambang kecanggihan dan kemajuan berpikir Manusia yg sudah dicapai manusia berabad-abad lamanya.

Dan, segala bentuk ketelanjangan zaman sekarang adalah simbol keterbelakangan dan kembalinya manusia kepada kejahilan.
Kalau ketelanjangan itu simbol kemajuan, maka para hewan itu sudah mencapai puncak peradaban mereka.

Wanita memang adalah salah satu manifestasi kelembutan juga keindahan terbaik yg dimiliki bumi.
Wanita adalah hal terhebat dalam hal estetika bagiku, mengalahkan seni buatan Manusia lainnya.

Karna itu, para wanita selalu cenderung untuk ingin memamerkannya manifestasi itu. Memamerkan keindahan fisik dan cantik mereka kepada dunia.
Tapi Islam berusaha untuk mengoptimalkan potensi keindahan fisik yg dimiliki kaum Hawa dengan mengarahkan mereka agar juga menaruh perhatian kepada kehormatan dirinya sendiri.

Dengan cara ini, wanita pun akan berpikir untuk gak terlena dengan mempercantik lahiriah mereka semata.
Bagi Islam, kehormatan itu sendiri gak akan terealisasi tanpa mereka (para wanita) mau menjaga aurat dengan benar sesuai dengan apa yg Tuhan dan Nabi mereka ajarkan, perintahkan.

Etikanya Barat tak sama dengan etika nya Indonesia yg ketimuran. Kalau barat terbiasa tampil terbuka, maka etika Timur lebih mengedepankan rasa malu.
Jadi kita harus menghormati harkat dan martabat kemanusiaan, adat istiadat dan ritual keagamaan masing².
Jangan umat Islam dipaksa harus menerapkan kaidah Hindu dalam penerapan kehidupan sehari-harinya.

Biarlah para wanita bercadar itu memakai cadar tanpa mendapat tekanan diskriminasi dari orasi manusia anti cadar macam kalian yg membenci budaya cadar ini. Biarlah mereka mematuhi perintah Tuhannya, Agamanya, walaupun kalian katakan mereka itu termakan dogma.

Kalian sendiri yg mendukung berpakaian terbuka bahkan telanjang (nudity) nyatanya juga termakan dogma Barat yg terlalu ekstrim dan overdosis. Kalian bilang itu kebebasan, modernisasi.

Tubuh mereka adalah hak mereka, mereka pakai cadar itu atas kemauan sendiri.
Bukan paksaan. Sama macam kalian yg senang pamer tubuh, itu atas kemauan sendiri, tanpa dipaksa.

Penulis: Angga Prasetya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel