Nonton drama Korea Itu Hukumnya Haram ?

Kemarin pernah baca suatu postingan di grup Motivasi Hijrah, salah satu adminnya memposting soal larangan dan haramnya menonton drama korea atau mengidolakan Non-Muslim.

Karna banyak yg kontra dengan postingan itu lewat hantaman dalil yg datang bertubi-tubi, bullyan, akhirnya si Admin mematikan kemampuan member untuk berkomentar karna tak mampu menjawab. Sebab dia hanya memposting sesuatu yg dia copy-paste dari Google, tanpa dasar ilmu yg mengimbangi.
Pathetic.


Sebenarnya menonton dan menikmati drama Korea itu sah-sah saja, tidak ada larangan dalam Islam kecuali dalilnya diplintir hingga dijadikan cocoklogy.
Apa² selalu dihubungkan dengan akhirat, sedikit² para Muslimah diancam dengan Neraka dan efeknya adalah membuat Muslim/Muslimah awam Agama menjadi sangat malas bahkan takut mempelajari Islam.

Setiap Non-Muslim dikatakan kafir, dibenci, dijauhi, padahal teknologi dan inovasi para kafir ini acapkali dipakai para pengkopling Surga dalam keseharian mereka.
Islam sendiri memandang hukum menonton TV adalah mubah/boleh.

Mengidolakan Non-Muslim pun hukumnya Mubah, selama tidak mengakui Tuhan mereka.
Mengidolakan mereka karna ingin dijadikan contoh karna kepintarannya, keahlian yg dia miliki dalam bidang tertentu, tanpa menyangkut pautkannya dengan Agama yg dia anut.

Kalian para Akhwat hijrah dan sudah masuk Islam dengan sangat kaffah, paling mengerti Islam - yg lain bodoh dan tidak Islami menganggap Korea dan isinya buruk, tapi begitu menggilai Arab beserta Kultur, Budaya, dan Bahasanya.
Padahal dalam Al-Qur'an jelas setiap manusia diciptakan berbeda dengan masing² tanah air nya karna itu adalah tanda kebesaran Tuhan.

Kalian para Akhwat berfoto profil perempuan bercadar hasil curian Google karna kalian menganggap upload foto diri sendiri di sosial media adalah haram, begitu anti dengan tokoh atau selebriti Non-Muslim karna menganggapnya zinah mata, tapi begitu menggilai, begitu mencintai, cowok² alim di dunia maya, stalking mereka, bahkan save foto ikhwan² yg kalian anggap shalih.

Globalisasi tak dapat kita bendung. 

Globalisasi memang bisa berdampak positif dan negatif. Hakekatnya akan kembali pada masing² individu dalam menyikapinya.
Kita hidup di jaman yg penuh dengan Globalisasi dan saling tukar informasi dari seluruh dunia, lewat media, bisa kita sebut dengan Global village.
Global village adalah saat media komunikasi di era modern memungkinkan jutaan orang di dunia terus menerus terkoneksi hingga terjadi tukar menukar informasi.
Hingga terjadi pertukaran Trend, Budaya, dan Bahasa.

Media massa tak hanya sebagai alat untuk menyebarkan informasi di seluruh bagian bumi, tapi juga adalah cara simpel dan instan untuk memperoleh - berbagi informasi, kalian yg tidak siap dengan era komunikasi, sebaiknya tinggal di goa.
Apalagi Indonesia dan Korea adalah Negara yg berorientasi pada high context.
High context dapat terjadi kalau suatu masyarakat berbagi budaya, informasi dan juga
pengalaman dengan masyarakat lain. 

Jadi, tanpa harus melalui kata², informasi tetap dapat saling dipertukarkan.
Para ibu rumah tangga butuh hiburan, setelah letih seharian bekerja mengurus rumah, menjaga anak, mungkin dengan menonton drama Korea bisa sedikit meringankan beban mereka.

Para pelajar (siswi) juga butuh hiburan yg tidak dapat kita paksakan, apa yg harus dan tidak harus mereka tonton, karna mereka bukan anak kecil lagi.
Karna drama Korea mereka menjadi tertarik belajar Budaya Korea yg keren, belajar bahasa Korea, atau bahkan mereka termotivasi untuk menjadi seperti mereka, menjadi aktris atau penyanyi maksudnya.

Apalagi kemajuan industri drama Korea tak bisa dipandang hanya sebelah mata.
Kalau Jepang terkenal dengan Animenya, hingga membuat banyak orang di dunia tertarik dengan Jepang, maka Korea dengan Drama nya.
Banyak sektor dalam Negara Korea yg berhasil didongkrak karna suksesnya drama Korea di seluruh penjuru dunia.

Seperti sektor pariwisata atau kebudayaan Korea. Mereka pandai memanfaatkan media.
Karna drama buatan mereka, jutaan turis internasional pun berkunjung ke Korea karna tertarik dengan tempat bersejarah yg dipakai syuting drama Korea yg mereka tonton, atau baju tradisional orang Korea macam hanbok pun menginspirasi banyak orang dari Negara non-Korea untuk membuatnya.

Bahasa dan kuliner dari Korea pun terkenal dan jadi pembicaraan sehari-hari, seperti kata annyeong haseyo atau makanan bernama kimchi bahkan sudah mendunia.
Drama Korea pun tak semuanya buruk karna mengandung kisah cinta klise, ada banyak juga drama Korea yg bagus dan inspiratif, seperti drama Korea berjudul, Weightlifting Fairy Kim Bok Joo. Drama ini mengisahkan tentang perjalanan seorang perempuan yg berusaha menggapai impiannya menjadi atlet angkat besi.

Kalau drama Korea terlalu dilarang karna dianggap sebagai suatu kesesatan dalam Islam yg ujungnya masuk Neraka, lalu apa yg boleh ditonton? Sinetron religi Indonesia yg terlalu kelewat fiktif?

Ada hantu dari orang mati yg karna alasan tak masuk akal ngamuk lalu dengan usilnya dia meneror warga sekitar, kemudian datang Ustadz dengan aksi heroiknya mengusir hantu itu.
Ada juga orang yg karna seumur hidup jahat, matinya tak wajar. Kuburan bergoyang, angin kencang datang menghantam warga sampai modar. Dll yg bahkan tak pernah terjadi di dunia ini. Padahal Islam dengan tegas melarang Takhayul dan Khurafat.

Intinya adalah, berpikirlah dari dua arah. Netral. Jangan hanya melihat dari sisi buruk. Semua hal, bahkan Agama sekalipun punya dua sisi yg saling berlawanan, baik dan buruk. Aku bukanlah cowok feminis yg gemar menonton drama Korea bergenre cinta²an, tapi pernah beberapa kali menonton drama Korea bergenre slice of life yg dapat dijadikan contoh dalam hidup atau bergenre kolosal.

Jadikan drama Korea hanya sebagai hiburan, motivasi, inspirasi, menambah wawasan, bukan suatu kewajiban yg membuatmu menonton nya berjam-jam sampai lupa ibadah dan mengingat Tuhan.

Penulis: Angga Prasetya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel