Orang Tuamu Tidak Membolehkan Kamu Memakai Cadar?

Ada akhwat yg karna tak diizinkan memakai cadar oleh orangtuanya, dia marah dan membenci orangtuanya karna dia anggap orangtuanya adalah “diktator” dalam langkah hijrah nya. Dia iri pada teman²nya yg memakai cadar.

Ada akhwat yg terus menerus memakai cadar bahkan saat ada acara reuni keluarga. Akibatnya, dia menjadi bahan gunjingan keluarga. Lagipula, bagaimana perasaan keluarga dekat mu melihat mu memakai cadar? Mereka pasti merasa tak enak hati.
Ada akhwat yg marah² dengan kebijakan perusahaan melarang karyawan nya bercadar, dengan egoisnya, dia pun keluar dari pekerjaan itu dengan tidak menghormati atasan lalu konsisten/istiqomah dengan hijrahnya bercadar.


Perlu kita ketahui dulu disini bahwa, hukum bercadar adalah Sunnah.
Kalian boleh lepas pasang cadar, tergantung situasi kondisi, karna memakai cadar sebagai penutup wajah pun sifatnya situasional. Tidak berdosa kalian cuma karna membuka cadar, apalagi yg memakai cadar cuma untuk menyombongkan diri karna ingin dianggap sudah sangat Shalihah, atau untuk selfie pakai cadar, karna seperti yg kita tahu, cadar tengah menjadi semacam trend baru sekarang ini.

Kalau orangtua melarang memakai cadar walaupun sudah berulangkali kalian jelaskan, maka turuti perintah mereka untuk tak memakai cadar.

Kita pakai kaidah ini,
“Menolak mafsadat lebih didahulukan daripada mendatangkan mashlahat.”
Kalau dia pakai cadar maka dapat mashlahat yaitu melaksanakan Sunnah, dan kalau dia gak pakai cadar maka menolak mafsadat yaitu tidak ridhonya orangtua dan putus Silaturrahmi.
Maka dengan kaidah ini, dia harus menolak mafsadat dengan tidak memakai cadar. Selain itu hukum wajib didahulukan dari hukum sunnah. Apa itu hukum wajibnya? Berbakti kepada orangtua 

“Dan sembahlah Allah dan janganlah menyekutukan-Nya dengan sesuatu, dan berbuat baiklah kepada kedua ibu bapak…..” (QS. An-Nisa: 36).
Dalam hal ini, Birrul Walidain (berbuat baik kepada orangtua) lebih diutamakan karna wajib, dibanding melakukan Sunnah memakai cadar.

Mayoritas ulama mengatakan cadar ini Sunnah, bukan wajib.
Jangan cuma gara² terlalu pingin memakai cadar, hubungan sama orangtua, keluarga bahkan teman jadi rusak.

Cadar/burqa adalah kain penutup wajah yg berfungsi sebagai alat pencegah fitnah dan zinah dari Ajnabi (pria Non-mahram).

Dalam risalah kitab, “niqab adatan wa laisa ‘ibadatun” (cadar adalah adat, bukan ibadah) yg diterbitkan Darul Kutub al-Mishriyyah, dimana kitab ini adalah kompilasi dari makalah yg di tulis sama 4 ulama terkenal asal Mesir yaitu Syekh Mahmud Hamdi Zaqzuq, Syekh Muhammad Sayyid Thantawi, Syekh Abdul Halim Abu Syaqah, dan Mufti Jumhur Syekh Ali Jumu’ah, bahkan juga ada pandangan Syekh Mohammed al-Ghazali al-Saqqa atas cadar.
Di kitab itu dikatakan kalau cadar/burqa/niqab bukanlah sesuatu yg wajib.

Maka karna itu, perempuan boleh membuka cadarnya karna cadar adalah Sunnah, pendapat ini juga di dukung mayoritas ulama madzhab Hanifiyah, Malikiyyah, Syafi’iyah, dan ulama seperti Imam Mardawi dari golongan madzhab Imam Ahmad, Imam Auza’i, atau Abi Tsaur dari golongan mujtahid Salaf.

Malah dalam nash madzhab Malikiyyah, perempuan yg memakai cadar itu hukumnya jadi makruh, kalau pemakaian cadar bukanlah adat/kebiasaan di wilayahnya, karna termasuk perbuatan ghuluw dalam beragama.

Tapi menurut madzhab Hanafi, di zaman sekarang, al-mar`ah asy-syabbah (cewek yg yg masih muda dan cantik) itu dilarang memamerkan wajahnya di antara Ajnabi.
Bukan karna wajah termasuk aurat, tapi lebih ke, agar menghindari fitnah, maka jadilah Sunnah. Pendapat ini pun di dukung oleh mayoritas ulama Syafi'iyah.

Maka aku dalam hal ini, aku mendukung dan menghormati siapapun yg memakai cadar, asal sadar diri, seperti tidak memandang remeh perempuan lain yg tidak bercadar/menutup aurat dan merasa paling paham Agama, serta bijak dalam memakainya. Bukan hanya untuk dipakai selfie, tapi semoga ikut diaplikasikan di dunia nyata, mengikuti kajian yg ada dan mempelajari Islam lebih dalam. Jadilah Muslimah yg berperilaku humanis, fleksibel, dan relevan dengan segala kondisi zaman.

Tapi tetap, cadar hanyalah sunnah.

Gak ada alasan dan dalil yg cukup komprehensif untuk memberikan legalitas atas wajibnya pemakaian cadar.

Anjuran memakai cadar ini bersifat fleksibel dan relatif dalam aktivitas sehari-hari kalian yg sedang atau ingin memakai cadar.

Harus bisa kalian sesuaikan dengan kondisi - situasi - profesi tertentu. Jangan terlalu dipaksakan, kecuali kalian masih sangat awam Agama hingga bahkan tak tahu kalau cadar ini cuma sunnah.

Penulis: Angga Prasetya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel