Pacar = pelacur pribadi?

Bukan teman saya, tapi teman perempuan adik saya (namanya tak perlu kita sebut supaya tak menjadi aib) yg begitu alim, sholat tak pernah tinggal, bahkan kata adik saya dia juga mengajar mengaji anak kecil tapi kemarin dia hamil di luar nikah sudah sebulan dan baru saja ketahuan setelah lama dia tutupi. Keluarganya heboh, bahkan di kampung ikut heboh hingga nama baik keluarga nya rusak.

Siapa yg patut kita salahkan? Apakah si wanita yg alim itu? Apakah dia munafik?
Bukan. Lalu siapa? Pacarnya.



Sangat sedikit perempuan ketika berpacaran meminta hubungan seksual terlebih dahulu.
Kaum pria lah yg biasa meminta hubungan seks sebelum menikah dengan pacarnya dan mengancam kalau tidak diberi.

Ada yg namanya KDRT (kekerasan dalam rumah tangga), jauh sebelum itu, ada istilah yg bernama KDP (kekerasan dalam pacaran), termasuk perlakuan kasar atau intimidatif dari kekasih dan pemaksaan hubungan intim. Ingat, walaupun dia merayumu dengan lembut penuh janji manis tapi kamu tak setuju, itu tetaplah pemaksaan.
Kekerasan seksual dalam pacaran pun dirasakan secara langsung seperti, saat dia mencoba untuk meraba, menyentuh, mencium, atau memaksa berhubungan seks tanpa persetujuan dari pacar perempuan nya.

Dan itu akan semakin terasa saat si cowok mulai melegalkan kata² yg mengandung unsur paksaan atau ancaman seperti,
“Yaudah, kita putus aja. Kamu udah gak sayang sama aku.”
“Aku akan ngadu ke ibumu kalau kamu udah gak perawan.”

Lalu, apa bedanya dengan pemerkosaan?

Harga diri kalian itu tinggi. Kaum perempuan. Jangan segampang itu ditipu oleh kaum pria. Saya tidak munafik, saya juga pria. Dan benar, saya tidak mampu mengontrol nafsu saya untuk tidak mengajak pacar saya berhubungan seks. Karna itu saya tidak mau berpacaran lagi.

Dan lebih baik, kalian juga tidak berpacaran. Karna kalian tidak akan mampu menolak hubungan seks dari pacar kalian. Pacar kalian akan punya 1001 cara agar bisa menikmati tubuh kalian, hanya masa tunggu nya saja yg berbeda-beda bagi setiap individu.

Hubungan yg bersifat otoritif dan memakai label superior - inferior itu tak sehat dan berbahaya. Pihak laki² adalah yg superior, jadi mereka berhak dapat apapun dari pacarnya. Dan pihak perempuan adalah inferior, mereka terpaksa harus mau menuruti apa saja kemauan pacarnya karna alasan² tertentu termasuk karna takut ditinggal atau diancam.

Plato, dalam karyanya “The Republic (360 SM)”, buku V, menyebutkan kalau,
“They differ only in their comparative strength or weakness”,
Artinya,
“Mereka (laki² dan perempuan) hanya berbeda dari kekuatan dan kelemahannya.”
Menurut Plato, laki² dianggap punya kekuatan dan Perempuan memang cenderung dianggap lemah.

Perempuan tak bisa otonom karna budaya patriarki yg mengekang mereka bahkan dalam hubungan berpacaran.

Budaya patriarki adalah gambaran sistem dimana laki² ditempatkan sebagai sosok otoritas utama yg sentral dalam sebuah organisasi sosial atau hubungan seperti suami istri dan pacar.

Dalam sistem patriarki, dibuat suatu ilusi berupa stratifikasi metafisis performa gender; Maskulin lebih tinggi dibanding feminin.

Perempuan mau tak mau harus patuh dengan pacarnya, bahkan perempuan sekelas adik teman saya diatas yg begitu alim pun dapat tunduk dibawah kaki laki² lalu menuruti permintaan nya untuk berhubungan seks diluar nikah.
Padahal, siapapun kalian yg perempuan, berhak untuk menolak. Berhak untuk tidak mau, tidak setuju. Bukan cuma diam dan patuh saat diajak berhubungan seks oleh pacar kalian.

Saat dia bilang,
“Buktikan dong kalau kamu memang sayang sama aku!”
Kalian bisa jawab dengan,
“Kenapa bukan kamu yg membuktikan sayang sama aku dengan menjagaku dan menikahi ku?”

Karna kalian itu adalah perempuan berharga diri tinggi. Kalian BUKAN PELACUR PRIBADI pacar kalian. Kalian bukan istrinya, dan belum tentu jadi istrinya. Berpikirlah dengan pintar. Bisa jadi dia akan meninggalkan kalian saat vagina kalian sudah dia jebol dengan torpedo nya. Saya tidak terlalu mempermasalahkan soal keperawanan. Tapi, saya rasa kalian bodoh kalau memberinya secara cuma² ke pacar kalian cuma karna terbuai dengan janji manis dan cinta palsu, sementara pelacur diluar sana dapat uang banyak saat memuaskan pasiennya.

Penulis: Angga Prasetya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel