PAPUA ADALAH INDONESIA #SAVE_NKRI_HARGA_MATI!

Sungguh sebuah ironi, di hari² peringatan kemerdekaan Indonesia, kita justru semakin ricuh karna di adu domba.

Di adu domba perihal Agama, etnis, sampai suku.

Sampai kapan ini terjadi? Dan kapan kita sadar kalau kita sedang di adu domba?
Saat Papua ingin lepas dari NKRI, ada sebagian masyarakat non-Papua di Indonesia yg setuju, dan ada yg tidak. Saya termasuk yg sangat tidak setuju kalau Papua lepas dari NKRI. Karna kalau satu lepas, maka semua ingin lepas. Dan nasib anak cucu kita kelak, menjadi tidak jelas.


Kalau ada Negara yg ingin Papua lepas dari Indonesia dengan alasan kemanusiaan, itu omong kosong.

Orang², kelompok, atau Negara yg membidik HAM sebagai alasan untuk merebut Papua dari Indonesia sudah menjadi agenda mereka sejak lama.
Mereka cuma ingin Papua dibawah kendali mereka dan mengeruk hasil alam, sumber daya, dan emasnya.
Gerakan separatis yg memang sudah lama terjadi di Papua (termasuk Papua Barat) sudah pasti didukung Negara² asing. Yang paling terkenal karna bandelnya adalah Negara kecil bernama Vanuatu, Negara kepulauan yg terletak Samudra Pasifik bagian selatan.
Vanuatu adalah satu dari sekian banyak Negara kecil yg berani ikut campur masalah internal Indonesia, bahkan mengabaikan ancaman² dan kritik dari pemerintah Indonesia dengan terus ikut campur soal masalah Papua.

Saya percaya Vanuatu dan Negara² kecil ini bergerak bukan sepenuhnya atas kemauan sendiri. Ada Negara Raksasa yg memberi mereka komando karna ingin menguasai Papua dan sumber alam nya. Kemungkinan besar Negara Raksasa itu adalah China, Inggris, atau kemungkinan terbesarnya adalah.. Amerika. Apalagi peran Amerika sangat besar dalam membantu persenjataan OPM (kumpulan mafia yg membuat kelompok separatis bernama Organisasi Papua Merdeka).

Dan ada info dari Kementerian Luar Negeri RI soal adanya usaha intensif dari beberapa anggota kongres Partai Demokrat Amerika atas Organisasi Papua Merdeka (OPM) untuk membantu mereka menuju ke kemerdekaan Papua secara bertahap. Dimana gerakan ini sudah bermula sejak awal tahun 2000-an.

Negara Raksasa yg ingin Papua pisah dari Indonesia ini sudah memakai banyak cara dengan liciknya agar Papua dapat mereka kuasai.

Seperti banyaknya kerusuhan yg dipicu oleh OPM hingga membuat TNI dan Polri harus turun tangan, mereka saling melukai, yg tujuannya bukan lain untuk menciptakan suasana chaos dan membuat OPM yg merupakan boneka Negara Raksasa tadi dicitrakan sebagai pejuang kemerdekaan dan dapat mengambil hati rakyat Papua lainnya agar mereka ikut berjuang bersama mereka mengkhianati NKRI.
Belum lagi isu² HAM, (katanya) orang² Papua diperlakukan semena-mena oleh masyarakat Indonesia yg non-Papua.

Dimana isu ini memang menjadi ”jualan politik” Amerika untuk mendukung kemerdekaan Papua.
Sampai praktik adu domba antar masyarakat Indonesia dengan orang² Papua seperti yg terjadi sekarang. Padahal cuma dimulai dari masalah kecil, dapat berbuntut panjang.

Skenario² macam ini sebenarnya bukan jurus baru bagi Amerika, karna praktik dan agenda² macam ini udah dilakukan mantan Presiden Bill Clinton saat mendukung gerakan Kosovo merdeka lepas dari Serbia, dan bahkan juga mendukung terbentuknya Kosovo Liberation Army (KLA).
Saya berharap agar orang² pintar, orang² berpendidikan asal Papua yg masih mencintai NKRI, termasuk para Mahasiswa Papua dimanapun anda berada untuk memberi edukasi kepada masyarakat Papua lainnya agar mereka sadar kalau kita sedang di provokasi. Di adu domba asing, agar kita berpisah.
Saya yakin tidak semua rakyat Papua itu cinta OPM dan benci NKRI. Saya yakin justru sebagian besar cinta NKRI dan anti OPM. Macam saya yg orang Aceh anti sama GAM.

Janganlah sampai Papua benar² pisah dari Indonesia, karna kedua belah pihak (Indonesia dan Papua) akan sama² rugi besar.
Papua memang hebat dalam segi sumber daya alamnya. Tapi Papua menyedihkan dalam hal infrastruktur, pendidikan, dan SDM nya. Jadi Papua butuh SDM yg bisa diandalkan untuk membuat Negara mereka jadi Negara maju. Tapi justru ini masalahnya. Untuk membuat SDM yg bisa diandalkan, cukup susah di sana (Papua).
Jangankan universitas level Internasional, sekolah² SD di Papua saja kita lihat banyak yg cukup miris kondisinya.

Pendidikan pun biasa² aja, pembangunan dan infrastruktur pun bertahun-tahun begitu² saja. Agak maju justru di tangan Pemerintahan Jokowi.

Apalagi kekuatan militer nya yg sepertinya juga tak terlalu hebat.
Karna hal² diatas, Papua akan sangat sulit untuk bisa menjadi Negara yg jangankan menjadi Negara maju, untuk jadi Negara yg bertahan dari kemiskinan saja sulit. Dan nasibnya akan sama seperti Timor Leste, Negara yg pisah dari Indonesia justru menjadi Negara paling miskin di Asia.
Dan karna hal² diatas pula, akhirnya Negara baru Papua akan gampang diintervensi Negara lain, seperti Amerika yg jelas masih sangat mengincar sumber daya dan emas² disana.

Indonesia juga akan kehilangan salah satu bagian penghasil sumber daya terbanyak miliknya. Kehilangan sumber emasnya. Freeport. Belum lagi ada banyak destinasi wisata terkenal di Papua yg menjadi pendapatan Negara. Indonesia juga akan kehilangan itu.

Agar kita sebagai elemen Bangsa yg tidak ingin kehilangan provinsi yg kedua kalinya setelah Timor Timur, ada baiknya kita mencermati skenario dari agenda² adu domba ini, lalu menghentikannya sesegera mungkin.

Bukan malah terpancing dan ikut memanas-manasi. Ikut menyakiti saudara² Papua kita itu.
Karna Papua adalah kita, sebab Papua adalah Indonesia.

Papua adalah saudara setanah air kita. Dan akan selamanya seperti itu, tidak ada yg boleh mengganggu persaudaraan kita selamanya.
Kita cinta Papua. Kita cinta Indonesia.
#NKRIHargaMat

Penulis: Angga Prasetya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel