SOSMED Adalah CANDU

SOSMED Adalah CANDU. Konsumsi Masyarakat terhadap penggunaan sosial media kian tahun semakin banyak. Bahkan dari kalangan anak-anak TK sampai dengan orang tua yang sudah berkepala 5 banyak menggunakan sosial media. Setiap hari masyarakat ini tidak pernah absen terhadap penggunaan sosial medianya. Bahkan sosial media ini menggantikan posisi keadaan manusia yang ada di sekitarnya.

Dulu masyarakat kalau mau berkomunikasi sering bertatap muka bertemu secara langsung di suatu tempat. Namun kini dengan hadirnya teknologi yang semakin canggih masyarakat Indonesia khususnya sudah mudah dalam melakukan komunikasi tanpa harus hadir di suatu tempat dimana di antara orang lain itu berada.



foto: cdn.sindonews.net

Hal tersebut tentunya sangat bagus, artinya dengan hadirnya sosial media ini sangat membantu masyarakat dalam menjalin hubungan yang baik walaupun jarak masih memsiahkan. Namun disisi lain dalam penggunaan sosial media juga tidak sedikit yang salah menggunakannya yaitu digunakan untuk tujuan yang tidak baik (kejahatan). Hal ini tentunya sangat merugikan para pengguna sosial media yang ada. 


Untuk hal penyalahgunaan sosial media hendaknya jangan diteruskan selain merugikan orang lain akan berdampak buruk pada diri sendiri. Kejahatan yang dilakukan oleh pengguna sosial media secara tidak sadar membangun kepribadian yang jelek pada diri sendiri selain mendapatkan dosa tentunya akan mengancam psikologis orang yang berlaku jahat tersebut.


Selain perihal diatas, ada hal lain yang ingin saya sampaikan yaitu sosmed secara tidak sadar memberikan efek ketergantungan pada penggunanya. Coba saja kalian yang sering menggunakan sosmed dalam berkomunikasi pada setiap harinya dan tiba-tiba Anda mengalami habis paket atau kouta internet Anda habis. Pasti perasaan Anda akan resah dalam setiap harinya kalau tidak melihat sosmed ataupun update status. Nah hal ini menandakan kalau Anda sudah terkena candu oleh sosmed tersebut.


SOSMED Adalah CANDU


Selain itu, dalam mengontrol curhatan atau isi hati kerap tidak bisa dibendung. Padahal hal ini perlu di garis bawahi, kalau pengguna sosmed menuliskan suatu status yang berisikan suatu curhatan yang tidak baik maka : Aib akan diketahui orang banyak serta bisa menimbulkan perselisihan. Nah, sebaiknya dalam hal curhat-curhat mengenai urusan pribadi ataupun keluarga jangan suka di publikasikan ke dunia maya. Karena nantinya akan lebih banyak mendapatkan hal positif kalau curhatan tersebut berisi hal yang tidak bagus.


Nah, untuk itu dipertimbangkan kembali dalam penggunannya sosmed sebagai media curhat yang tidak membangun apalagi mengundang pertikaian.


Sosmed ternyata bersifat menjauhkan yang dekat, mendekatkan yang jauh. Dalam hal ini tentunya tidak baik kalau terus dibiasakan. Hal ini bukan malah menjadi solusi mempermudah komunikasi namun secara abstrak sosmed kalau diperhatikan memiliki dampak yang tidak bagus. Boleh menggunakan sosmed apabila jauh jarak namun dalam keadaan sendirian, artinya disaat kita sedang duduk sendiri menurut saya sih sah-sah saja bermain sosmed sampai puas, namun ketika sedang berkumpul bersama teman-teman ada baiknya bermain sosmed ini dihindari. Karena kalau terus dibiasakan dampaknya tidak bagus dan tidak etik dalam menjalin komunikasi di lingkungan sekitar. 

Karena pada hakekatnya manusia ini mempunyai jiwa rasa ingin diperhatikan, kebersamaan di hormati dan juga di anggap ada. Nah, buat kalian yang sampai sekrang terbiasa hal ini sebaiknya di tinggalkan kebiasaan buruk tersebut.

Semoga kita semua bisa terhindar dari hal yang tidak baik dalam penggunaan sosial media dan dijauhkan dari sifat riya, ujub, maupun gibah orang lain.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel