Tak semua yang jago Matematika itu pintar ?

Tak semua yg jago Matematika itu pintar, dan tak semua yg payah dalam Matematika itu bodoh.

Entah kenapa guru dan orangtua di Indonesia sangat menyebalkan karna murid yg dinilai pintar, cuma mereka yg hebat dalam Matematika.
Seorang guru hanya menguasai 1 pelajaran. Kenapa setiap siswa harus dituntut menguasai semua mata pelajaran agar bisa disebut siswa berprestasi?


Bicara soal pintar dan kepintaran, itu relatif.
Ada orang yg bodoh dan benci Matematika, tapi sangat pintar dalam Bahasa Inggris, Komputer, atau ilmu Sastra dan Seni.
Aku pribadi benci dan sangat bodoh dalam Matematika, tapi dari SD sampai SMK, selalu yg paling jago Bahasa Inggris nya dibanding murid lain. Komputer pun lumayan, hebat dalam Sastra.

Lalu, apakah aku tetap bodoh karna tak pandai Matematika?

Setiap orang adalah jenius, tapi jika anda menilai kepintaran seekor ikan hanya dari caranya memanjat pohon, maka seumur hidup dia tetap bodoh, kata Albert E.
Banyak orang menganggap matematika itu Dewa dari semua Ilmu. Padahal tiap orang punya bakat, skill, dan minat masing², yg berbeda-beda. Bukan berarti kita bodoh cuma karna kita lemah dalam matematika.

Inilah stigma hasil dari sistem pendidikan kita selama ini. Pendidikan dari Negara yg tergolong dalam Top ten the worst education system in the World versi PISA, TIMMS dan PIRLS.

Dulu aku juga menganggap aku ini bodoh karna lemah dalam Matematika. Tapi kemudian perasaan itu berangsur hilang setelah aku mempelajari pemaparan Howard Gardner, apalagi setelah membaca bukunya,Frame of Mind.

Karna, katakanlah kita bodoh di satu bidang tertentu, misal matematika, bukan berarti kita bodoh total, karna kepintaran Manusia itu berbeda-beda.
Tak semua orang jago dan tertarik dengan Matematika seperti orang yg punya kecerdasan Logika.

Ada orang yg punya kecerdasan Linguistik (Bahasa) karna dia senang menulis dan membaca seperti Charles Dickens, Abraham Lincoln, dan Sir Winston Churchil, dan kurasa aku tipe manusia yg punya kecerdasan Linguistik.

Ada orang yg punya kecerdasan Musikal, karna begitu bersemangat dengan hal² yg berbau irama, nada, musik. Karna hobi mereka pun adalah selalu yg berhubungan dengan musik.
Ada yg punya kecerdasan Visual - Spasial karna sangat peka dalam memvisualisasikan gambar atau mengenal bentuk. Mereka akan tahu bila ada rumah atau sebuah bangunan yg kurang simetris dan mampu menghapal peta dengan cepat.
Picasso, Columbus, atau Frank Lloyd adalah orang dengan tipe kecerdasan Visual - Spasial.

Mereka yg punya ketertarikan akan tari²an, olahraga, dan pekerjaan yg memanfaatkan keterampilan tubuh disebut dengan kecerdasan tubuh Kinestetik. Contohnya adalah, penari, penjahit, penenun, dan pemahat atau atlet seperti Charlie Chaplin, Michael Jordan, dan Rudolf Nureyev.
Kalau kamu adalah tipe orang yg punya skill komunikasi bagus, pendengar yg baik dan mampu memberi solusi yg bagus serta tepat, bahkan mampu memahami watak, intensi, motivasi, dan mood orang lain, artinya kamu punya kecerdasan Interpersonal. Cocok menjadi Mediator, motivator, pembicara, atau bahkan lawyer.
Orang² seperti Mahatma Gandhi dan bunda Theresa (duo idolaku) Oprah Winfrey, atau Om “botak keren” Deddy Corbuzier (oh God, I love him) adalah orang dengan kecerdasan tipe ini.

Lain lagi dengan mereka yg cinta dengan hal² natural, alami seperti berkebun, mendaki gunung, atau hobi menyayangi dan memelihara binatang, kalian adalah orang dengan kecerdasan Naturalis yg kebanyakan akan berakhir menjadi Arkeolog, ahli botani, Geologi, Zoologist atau pemilik kebun.

Orang yg sering berpikir sampai termenung adalah kebiasaan yg biasanya dilakukan, sama orang² pemilik kecerdasan Eksistensial. Filsuf dan Ilmuwan yg memiliki daya kreatifitas tinggi biasanya lahir dari orang² macam ini.

Yang terakhir adalah kecerdasan Spiritual (spiritual quotient atau SQ), yg biasanya berhubungan dengan batin dan Agama.
Orang² yg hobi dan tertarik mempelajari Agama. Santri, Ustadz, dan pemuka Agama lain adalah tipe orang yg punya kecerdasan ini.

Mulai sekarang, saya ingin teman² semua berhenti menganggap bahwa kalian itu bodoh hanya karna lemah dalam Matematika. Karna setiap manusia, punya kecerdasan dan ketertarikan yg berbeda-beda.

Penulis: Angga Prasetya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel