Tips LDR-an Agar Tetap Langgeng!

LDR itu memang tidak mudah, banyak yg putus di tengah² jalan. Karna LDR, hanya untuk mereka yg kuat, yg jujur, dan yg berani. Saat LDR, kita pasti sering merasa bosan dengan chat yg itu² saja, merasa hampa dengan hubungan apalagi yg belum pernah bertemu, merasa tidak yakin akan bertemu.

Merasa kesepian, rindu yg tidak tertahankan tapi apa lacur dia nun jauh di seberang pulau sana. 
Tapi mereka yg LDR adalah yg paling mengerti rasa rindu dan pengorbanan yg sebenarnya. Kalau kamu LDR, tentu akan sangat sulit untuk bisa bertemu, karna alasan tertentu. Apalagi yg memang belum pernah bertemu tapi berani berkomitmen. Tetapi kamu masih ikhlas bertahan, demi rasa cinta dengan hasil yg sepadan.


Kalau kamu ingin merasakan bagaimana itu kesetiaan, kesabaran, dan ketulusan sejati dalam hubungan, maka LDR bisa menjadi ajang pembuktian hal itu. Percayalah. Berungkali aku berhubungan asmara, tapi tak pernah se-menarik, se-asyik, se-menantang, dan se-keren LDR.

LDR akan menjadi momen yg tepat bagi kalian untuk menunjukkan, jauhnya jarak yg memisahkan bukanlah penghalang bagi keawetan kisah cinta seperti yg pernah terjadi dengan Adam dan Hawa.
Adam dan Hawa pernah terpisah jarak ribuan, bahkan jutaan kilometer jauhnya, tetapi cinta lah yg kembali menautkan Kakek Nenek moyang manusia itu sampai dipertemukan oleh Allah di Puncak Jabal Rahmah.

Adam yg diturunkan di India dan Hawa di Jeddah, harus terpisah sekian lama hanya untuk menyatukan kembali cinta dan sayang mereka di puncak gunung. Mereka kembali memadu kasih, rasa rindu yg menumpuk sekian lama, terobati hanya dengan satu pelukan hangat dan cumbu yg mesra.
Karna memang saat kita menjalani LDR, akan timbul rasa rindu yg luar biasa, dan hanya bisa terobati ketika sudah bertemu.
Dan, adakah yg lebih menyenangkan selain pertemuan dengan pasangan yg telah lama kita nanti lewat hubungan LDR? 

Setelah kita lewati banyak peristiwa lucu untuk dikenang, dari obrolan sampai ritus menggelitik kangen-kangenan sampai marah-marahan bahkan saling olok, tapi akhirnya baikkan kembali.

Dan juga, adakah yg melebihi ketabahan dua orang yg menjalin hubungan terpisah jarak ini? Dalam jarak yg puluhan bahkan ratusan kilometer jauhnya, dua orang hebat ini saling percaya satu sama lain, dan tentu LDR bukan hal yg mudah untuk dijalani.

Hanya orang-orang hebat yg tau makna cinta, pengorbanan dan setia yg mampu melakukannya.
Hanya mereka berdua yg tahu bagaimana rasanya menahan rindu berminggu-minggu, berbulan-bulan bahkan tahunan. Gak jarang godaan di sana-sini berdatangan mengganggu mereka. Mulai dari hantaman cibiran dari mulut manusia munafik yg menyebalkan, curiga yg berakhir pada saling tuduh-menuduh, sampai raibnya restu dari orangtua.

Hubungan jarak jauh memang berat.

Gak cuma soal kepercayaan, tapi soal menghapus kecurigaan. Makanya, butuh pengorbanan yg gak biasa untuk tetap kuat LDR. Dan cuma bisa dilakukan sama orang-orang yg setia, sabar dan punya hati tahan banting. Harus kuat dari banyak hantaman godaan.

Sebelum saatnya pertemuan, pasti ada cacian dari orang-orang sekitar yg bikin kita makin gak pede dan ingin menyerah untuk LDR ini. Omongan macam,  “Kok mau sih LDR, bego banget, kaya gak ada cewek/cowok lain aja disini.”
Dari mereka yg gak tau seberapa besar rasa cinta dan sayang kita sama pasangan, hingga rela nunggu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Taunya hanya mencibir. Itupun tak penting, lebih kepada hinaan destruktif, daripada kritik yg konstruktif.

Karna itu, udah tugas kita untuk ikut membantu menyemangati kembali pasangan kita itu, biar dia ngerasa kalau dia gak sendiri. Ada kita yg membantunya ikut berjuang, bersama-sama.
Semangati dia saat pas ngerasa merasa sendiri dan berjuang sendiri

Bayangin aja kalau kalian nggak peduli dengan dia, biarin dia sakit sendiri, untuk apa dong menjalin hubungan? jauhnya jarak bukan jadi alasan untuk nggak saling untuk menyemangati dan menguatkan.
Kita harusnya tetap saling memberi perhatian, walaupun kecil tapi percayalah hal itu bikin hubungan lebih awet.

Apalagi, pas dia emang lagi butuh dukungan, itu adalah momen yg tepat

Kalian kalau sebelum tidur pasti pamit kan sama pasangan? Jangan malas dan ragu untuk memberinya ucapan selamat malam yg manis, dia akan sangat senang dan merasa masih dihargai.
Percaya lah pada pasangan. Karna yakinlah, baik kamu atau dia pasti mengalami masa-masa sulit dalam hubungan LDR kalian itu.

Dia juga nahan kangen, bukan cuma kamu. Mempercayai pasangan bukanlah hal yg salah, karena dengan percaya hati kita akan lebih tenang dan gak bikin kita gampang terhasut dengan berita-berita negatif tentang pasangan.

Jalani hubungan dengan komitmen yg pasti. Karna dalam LDR, komitmen adalah salah satu kunci paling penting. Apa gunanya hubungan jarak jauh tanpa komitmen?

Lalu terakhir, komunikasi tetap terjaga. Ini yg paling penting. Teruslah saling memberi kabar hingga saatnya ketemuan.

Tips biar langgeng LDR sampai ketemuan nanti nih..

Pertama, kurangi Drama.

Nggak ada yg salah dengan merindukan pasangan, yg salah adalah mendramatisir hal itu. Melebih-lebihkan sebuah masalah atau berdrama dengan pasangan dapat menggoyahkan hubungan LDR kalian.
Misalkan, dia gak bisa ngasih kabar karna dia lagi sangat sibuk, bukan karna dia gak mau, tapi kalian malah marah-marah dan ngambek yg keterlaluan. Ini salah satu cikal bakal rusaknya hubungan kalian.
Memang, LDR itu berat. Tapi saat kamu udah siap menghadapi konsekuensinya, kamu akan lebih terbiasa dan dapat menjalani hubunganmu dengan baik. Pasangan pun akan lebih menghargai sikapmu yg nggak terlalu melebih-lebihkan suatu hal karena dianggap mempermudah kisah LDR kalian.

Kedua, jangan terlalu cemburuan. 

Pasti pasangan kalian akan risih kalau kalian terlalu cemburuan. Apalagi sampai ngatur-ngatur secara berlebihan dan bahkan menghapus pertemanannya dengan orang lain hanya karna kamu cemburu.

Ketiga, sering-seringlah membahas masa depan bersama nanti.

Bagi kalian yg udah LDR berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, jujur deh, pasti ada rasa bosan akan chat yg sama terus-menerus. “Udah makan? Lagi apa? Udah mandi? Aku kangen.”
Kalimat yg sangat-sangat mainstream dalam hubungan LDR. Bagi yg memang serius dalam hubungan LDR, gak ada salahnya kok kalian membahas masa depan kalau sudah menikah nanti, berangan-angan dan curhat sama pasangan.

Keempat, jangan malu untuk membahas hal indah dan unik yg pernah terjadi dalam hubungan kalian, walaupun hanya sekedar chat dari Facebook dan sosial media lainnya.

Bahas soal bagaimana kalian bisa kenal, bertemu, dan penyebab kalian jadi dekat. Ini bisa membangkitkan kenangan lama yg indah. Dan mungkin bisa membuat hubungan LDR yg mulai renggang, menjadi kuat lagi.

Kelima, jangan tunda pertemuan dan pernikahan.

Ya, ini adalah inti dari sebuah hubungan LDR yg serius dan dijalani dengan serius. Pernikahan adalah tujuannya. Bukan terus-menerus pacaran. Buat apa dong, berhubungan tapi akhirnya menikah dengan orang lain? Hanya sekedar mencari hiburan dalam percintaan. Grown up, kiddo. Jangan kalian rusak makna cinta dengan hubungan ala “monyet-monyet” SMP.
Terakhir..

Semangat wahai pejuang LDR, kamu gak sendiri. Jutaan orang diluar sana mengalami nasib yg sama. Kita orang hebat yg tau makna cinta dan kepercayaan.

Jangan hiraukan cibiran orang lain, karna bukan mereka yg menjalani, jadi mereka gak akan mengerti. Dan jangan biarkan omongan sampah mereka meruntuhkan pondasi cinta yg selama ini kalian bangun. Jangan kecewa kan pasangan mu yg menanti dengan sabar di ujung sudut sana. Jauh hanya sementara, kita masih satu bumi, bahkan satu langit dan Satu Negara. Kalau yg berbeda Negara saja bisa sukses menjalin hubungan LDR, kamu yg masih satu Negara jangan cengeng.

Bukan hanya kalian ug LDR di bumi ini. Ada banyak. Lalu ada yg berhasil, ada yg tidak. Tergantung kesetiaan dan kesabaran. Gak sedikit kok yg berhasil dalam hubungan LDR.

Banyak yg berhasil, seperti kisah Josh Avsec dan Michelle Arendas, dua mahasiswa senior di Ohio Kent State University. Mereka pacaran 3 tahun di dunia maya, baru bertemu. 3 tahun, itu bukan waktu yg sebentar. Aku salut sama kedua pasangan ini, yg menahan ego masing-masing demi sebuah hubungan yg serius.

Ada juga, Michael dan Rebecca. Mereka juga menunggu beberapa waktu sebelum sempat bertemu dan menikah. Mereka LDR dari dunia maya.

Bahkan jarak mereka jauh, Michael tinggal di Australia sementa
ra Rebecca di Inggris.
Kedua pasangan diatas membuktikan kalau LDR di dunia maya, gak selamanya dan gak semuanya itu main-main. Beberapa ada yg serius sampai ke jenjang pernikahan.

Yang kusebut diatas hanyalah secuil dari kisah-kisah “Ajaib” yg awalnya bertemu dari dunia maya. Tuhan, sang pencipta Cinta mengajarkan kita kalau jodoh bisa datang darimana saja.

Aku pernah baca, ada sebuah perusahaan telekomunikasi, Europast yg melakukan sebuah penelitian dan mengungkapkan kalau satu dari tujuh orang menjalani percintaan dengan seseorang yg bahkan nggak mereka kenal sebelumnya. Sebanyak 25% responden mengaku melakukan obrolan ‘nakal’ dan serius dengan orang asing di dunia maya. Obrolan nakal mungkin ya semacam chat seks dan hal-hal yg menjerumus ke seks kali ya. Ini gak masalah kurasa dilakukan sama orang-orang dewasa yg sudah cukup umur (20 tahun keatas), terlepas dari halal-haramnya hal ini, karna manusia dewasa sudah mampu untuk memilah baik dan buruk suatu perkara.
Dari 2000 responden yg terlibat dalam penelitian ini, 37% pengguna Facebook mengaku memiliki teman baik yg belum pernah mereka temui secara langsung. Yang lebih mengejutkan, sebanyak 4% responden menyatakan mereka memiliki lebih banyak teman di dunia maya ketimbang di dunia nyata.

Semoga kalian yg sedang menjalin hubungan jarak jauh (LDR) di dunia maya, bisa segera bertemu dan lanjut ke pernikahan. Kalau itu terjadi, maka bisa menjadi semacam kisah unik yg akan kalian berdua ceritakan ke anak-anak kalian nanti. Oh ya, dan jangan lupa, simpan Screenshot-screenshot lucu, romantis, sedih, mengharukan, dan yg gak terlupakan selama kalian LDR lewat dunia maya, karna itu bisa kalian jadikan kenangan indah nantinya.

Penulis: Angga Prasetya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel