Tips memilih calon istri ideal menurut Agama Islam

Dan bagaimana menjadi istri yg Shalihah. Pernikahan adalah tindakan suci (mitsaq ghalidz) yg sangat sakral dalam petualangan hidup cicit Adam. Momen paling monumental yg akan terus dikenang sampai jasad membusuk di santap oleh Lumbricus rubellus, atau parasit organisme multiseluler yg lebih kita kenal dengan cacing tanah.

Dalam hukum Islam, pernikahan adalah akad yg sangat kuat. Mitsaaqan gholiidhan, untuk menaati perintah Allah dan juga adalah salah satu bentuk ibadah pula.
Islam adalah Agama yg sangat hebat, cerdas dan masuk akal, sampai segala hal dibahas dan diketahui termasuk yg ada di zaman ini. Islam adalah Agama revolusioner yg mampu beradaptasi dengan ruang dan waktu berbeda-beda.



Karna itu, aku ingin membahas pernikahan dari sudut pandang Islam. Karna Islam begitu memperdulikan umatnya, bahkan sampai ke masalah pernikahan, dan mencari calonnya.
Aku sangat menyukai perkataan, atau quotes dari John Donne yg juga pernah disambung oleh Abraham Heschel,

“No man is an island”

Gak ada pria yg bisa menjadi pulau bagi dirinya sendiri. Maknanya, gak ada yg bisa hidup seorang diri, bak sebuah pulau yg tak membutuhkan manusia lain.
Semua manusia pasti selalu membutuhkan manusia lain untuk bisa berbagi dan mengisi sesuatu kekosongan dalam dirinya.

Rasulullah bersabda,
‌“Belum pernah aku melihat jalinan dua orang yg saling mencinta melebihi ikatan pernikahan..”
(HR. Ibnu Majah).

Sebelum pernikahan, ada hal vital yg perlu kita wanti-wanti. Kita waspadai agar tidak merugi nantinya. Apa itu? Memilih calon Istri. Pilihan yg paling tepat, paling sempurna untuk mencari calon istri adalah, yg bagus Agamanya. Yang dekat dengan Agama.
Bukan tanpa alasan kenapa Baginda Rasulullah Muhammad menganjurkan agar mencari istri yg dekat dengan Agama.

“Wanita biasanya dinikahi karena empat hal, karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena Agamanya.
Maka hendaklah kamu pilih karena Agamanya (keislamannya), sebab kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Karna istri yg dekat dengan Agama, hanya akan menguntungkan dirimu.
Ada banyak manfaat yg bisa kita dapat kalau memiliki istri yg shalihah.
Seperti, dia akan selalu menjaga kehormatan nya dari para Ajnabi, tapi bisa sangat “garang” di depan suami nya.
Jangankan vagina dan dadanya, sehelai rambut dan secuil kulit indahnya pun dia tak sudi kalau dilihat pria lain.

Walaupun sangat menjaga kehormatan dan keindahan tubuhnya dari mata-mata liar pria, tapi istri shalihah itu tahu betul bagaimana cara menyenangkan suami di atas ranjang.
Istri shalihah gak akan pernah menolak ketika diminta berhubungan seks.
Istri shalihah biasanya selalu tampil cantik untuk menyenangkan mata dan hati suami, walaupun tanpa make up yg mahal.

Istri shalihah juga sangat memperhatikan kebutuhan lainnya dari suami. Dia akan menyiapkan sarapan suami sebelum berangkat bekerja, menyiapkan baju kerja, setelah sebelumnya membereskan pekerjaan rumah lainnya. Walaupun kadang suami ngasih uang belanja itu sedikit, dia gak akan pernah marah dan mengeluh, malah senyum memberi semangat.

Semua dia lakukan ikhlas, Ridho, karna dia tahu betul derajat suami itu sangat tinggi dalam Islam. Dia harus patuh dengan suami, bukan sebagai budak, tapi sebagai istri shalihah yg cinta pada suami.

Istri shalihah pula, sangat bertanggung jawab atas keluarganya, selain suami, ada juga anak yg harus dia urus sepenuh hati dan cinta, mengajarkannya Agama, karna dia sadar kalau Al-ummu madrasatul ula, iza a’dadtaha a’dadta sya’ban thayyibal a’raq.
Ibu adalah madrasah pertama, bila engkau mempersiapkannya, maka engkau telah mempersiapkan generasi terbaik.

Istri shalihah sangat menjaga nama baik dan kehormatan suaminya, dia akan merasa Haram, kalau berani secuil saja membuka aib suaminya, Pangeran nya.
Dia hanya akan menceritakan yg baik-baik dari suaminya, tapi sampai mati akan tetap bungkam bila itu adalah perihal keburukannya.

Istri shalihah pun sangat takut, kalau dia itu merasa durhaka dengan suami, walaupun hanya punya sedikit kesalahan. Semampunya, dia akan meminta maaf kalau punya salah dengan suami.

Seperti sabda Rasulullah,
“Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yg menjadi penghuni Surga yaitu istri yg penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya.
Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata,
“Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridho (memaafkan dirinya).”
(HR. An-Nasa'i dalam Isyratun Nisa).

Istri shalihah tidak akan berani menyakiti hati suami, tidak akan berani memarahi apalagi membentak suami, akan selalu menyenangkan suami, istri shalihah akan selalu mengajak suami menuju Jannah bersama.

Masih ragu untuk mencari calon istri yg shalihah?

Penulis: Angga Prasetya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel