Wanita Antisosial itu Seperti Apa?

Pernahkah kalian kenal atau tahu mengetahui tentang seorang wanita yg sangat dingin, pendiam, berwajah serius, sangat sulit ditemui, dan senang mengurung diri (dalam artian lebih nyaman di dalam rumah, bukan berarti seorang antisosial)?

Mereka adalah Makhluk yg sangat langka, menurutku wanita seperti mereka hanya ada 1% diseluruh bumi bila disatukan dengan kumpulan wanita lain. Aku pernah bertemu satu dengan yg macam itu. Aku kenal dan jatuh hati padanya sudah dari SD, lalu SMP bahkan SMK sampai aku sudah bekerja sekalipun aku masih memikirkan soal dia. Bukan karna aku masih mendambakan dirinya atau kenangan bersamanya, hanya, dia memang susah dilepas dari ingatan begitu saja.



Dia adalah penerima surat cinta pertamaku, L adalah inisial dirinya. Tapi sejuta harum kertas berisi curhatan dan curahan hati kepadanya, dambaan hatiku dulu itu tak sekalipun dia pernah merespon. Dia tau surat itu ada, dia bahkan tau kalau aku adalah si pembuat, tapi surat itu kulihat selalu ada di tempat sampah halaman rumahnya. 

Aku sempat bersenda gurau dengannya saat bulan Ramadhan, bermain bersama di malam hari dibawah lekuk indah megah sabit bulan. Masa-masa yg tak kan pernah kulupakan. Setidaknya aku bisa “memiliki”nya walaupun hanya beberapa menit sebelum akhirnya dia kembali pulang, tidur, atau apapun yg dia lakukan karna dia selalu mengurung diri di dalam kamar.
Beberapa bulan yg lalu kudapati kabar bahwa dia sehat dalam berkah Tuhan. Alhamdulillah. Tapi sekaligus sangat mengejutkan, karna ternyata wanita yg kupuja, kuimpikan sedari SD itu ternyata sudah menikah.
Setidaknya aku pernah mengenal dirinya, walau tak pernah diizinkan untuk memiliki.
Aku sudah senang.

Aku menyebut mereka dengan perempuan “Hantu”. Karna mereka ada tapi seolah tak pernah ada. Perempuan-perempuan misterius yg begitu menggoda untuk ditelusuri tentangnya. Mereka bagaikan Fatamorgana, karna Fatamorgana adalah sesuatu yg semu, yaitu suatu bayangan yg tampak seperti ada tapi sebenarnya tidak ada. Perempuan-perempuan misterius yg sukar ditemui dan menjalin komunikasi dengannya ini ada, tapi seolah tak ada.

Ohh.. Une femme est plus belle que le monde où je vis, et je ferme les yeux. Begitu kalau ucap Paul Éluard.

Atau dalam translasi Inggris adalah,

“A woman is more beautiful than the world in which I live, and so I close my eyes.”
Mereka adalah perempuan-perempuan yg jarang tersenyum dengan wajah datar tanpa ekspresi, susah untuk ditemui sampai selalu membuat rindu, butuh nyali besar dan nasib baik untuk beruntung bisa mengajak mereka mengobrol walaupun hanya sepatah kata, mereka pula senang hidup dalam imajinasi dan favorit nya adalah membaca buku.
Sudah pasti mereka Introvert. Tidak ada yg lebih membuatku kagum selain seorang gadis Introvert.

Aristoteles, karl marx, socrates bahkan sampai Rasulullah Muhammad adalah sedikit contoh orang terkenal yg punya pribadi Introvert. Atau, JK Rowling kalau dari kaum wanita, seorang penulis buku Harry Potter yg begitu mendunia dan sekaligus seorang milyarder dunia. Rowling, begitu dia biasa dipanggil, mengakui bahwa dia termasuk kaum Introvert yg memiliki kepribadian tertutup. Aku pun seorang Introvert Melankolis.

Ciri orang Melankolis adalah mereka yg kebanyakan pendiam. Kebanyakan cerdas dan tipe seorang pemikir. Lebih nyaman sendiri daripada bergabung dalam keramaian. Bersih dan rapi. Selalu terlihat santai, tenang namun serius. Artistik, musikal, filosofis, juga puitis. Mereka yg berkepribadian Melankolis senang berkorban untuk orang lain. Perfeksionis, ini pasti.

Senang curiga. Lebih menyukai lagu-lagu yg tenang, klasik, atau mellow. Selalu tampil cuek, sampai sering dikatakan sombong, dan senang terlihat keren (cool).
Aku ingin sekali membahas soal kepribadian manusia, tapi sekarang kita tengah membahas perempuan-perempuan yg jutek, dingin namun selalu membuat rindu dan membayangkan hadirnya walaupun hanya melalui mimpi saja sudah membuat kita sangat bahagia.

Ada ribuan kaum adam di jagat bumi ini yg penasaran bukan main dengan sifat perempuan yg “sombong” ini. Kenapa mereka yg rata-rata berwajah manis ini begitu sulit, bahkan mendekati mustahil untuk didekati apalagi dimiliki.

Tapi beberapa hal mungkin menjadi penyebab kenapa mereka begitu.
Mereka begitu sebab tak ingin dikecewakan kalau mereka dahulu pernah dikecewakan.
Atau mereka memang senang jual mahal, agar tidak di cap murahan? Aku pun tau tahu pasti. Bisa jadi itu memang merupakan dasar sifat mereka sedari kecil.

Tapi aku yakin mereka adalah perempuan-perempuan yg setia kepada pasangannya. Gak mudah tergoda akan rayuan dan pesona pria lain apalagi pribadinya yg masa bodoh membuatnya hanya setia pada pasangannya. Walaupun terasa sulit menaklukkan hati mereka di awal, tapi wanita seperti ini akan setia pada pasangannya saat benar benar merasa jatuh cinta. Apalagi sudah menjadi milik seutuhnya. Lalu bagaimana cara mendekati mereka? Jangan tanya aku. Serius, aku pun tak tahu. Kalau aku tahu, tentu aku sudah menikahi wanita diatas sekarang ini.

Yang kutahu adalah, semua wanita senang akan perhatian. Sedingin dan secuek apapun dia, akan luluh dengan rasa nyaman yg kau beri.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel