Kumpulan Metode Analisis Jabatan

Metode Analisis Jabatan dapat digunakan untuk proses observasi jabatan baik itu dalam menaikan jabatan seseorang ataupun memberikan sebuah bonus jabatan. Ada beberapa metode dalam analisis jabatan. Pada kesempatan kali ini saya akan bagikan beberapa metode analisis jabatan yang bisa Anda coba nantinya dalam manajemen perusahaan Anda.


Metode Analisis Jabatan

metode analisis jabatan


Menurut Samsudin, (2006:70) Metode yang dapat digunakan dalam menganalisis jabatan adalah sebagai berikut :


Kumpulan Metode Analisis Jabatan



1. Metode Observasi


Metode ini dilaksanakan dengan mengadakan observasi, peninjauan atau pemeriksaan pada tiap-tiap jabatan dan mengadakan pembicaraan (diskusi) dengan para karyawan yang bersangkutan dengan sebaik-baiknya. Metode observasi ini dilaksanakan oleh penganalisis pekerjaan yang telah memperoleh latihan secara khusus.

Kelebihan metode observasi adalah :

  • Dapat menggali informasi pekerjaan secara aktual
  • Dapat menghimpun informasi dalam waktu relatif singkat
Kelemahan metode observasi adalah :
  • Tidak tepat digunakan untuk pekerjaan yang memerlukan pelatihan yang intensif
  • Tidak mungkin digunakan untuk menganalisis pekerjaan yang berbahaya

2. Metode Wawancara (Interview)


Metode yang kedua adalah metode wawancara. Informasi tentang hasil analisis jabatan yang dibutuhkan dapat pula diperoleh para penganalisis jabatan (job analyst) dengan mengadakan wawancara langsung kepada karywan. Kesalahpahaman dalam wawancara ini harus dihindari antara penganalisis jabatan dengan orang-orang yang diwawancarai.

Metode wawancara digunakan untuk mengecek kebenaran informasi yang diperoleh dengan metode observasi. 

Kelebihan metode wawancara adalah :
  • Dapat menghimpun informasi pekerjaan yang bersifat standar dan tidak standar
  • Dapat mengungkapkan informasi pekerjaan yang pelaksanaannya dominan bersifat fisik dan mental
  • Lebih luas menjaring informasi pekerjaan dibandingkan dengan metode lainnya.
Kelemahan metode wawancara adalah :
  • Karyawan yang di wawancarai cenderung tidak jujur dalam memberikan jawaban karena merasa curiga
  • Pertanyaan yang tidak jelas dan sulit sering disalah tafsirkan
  • Kelemahan metode ini dapat dikurangi dengan bantaun metode lainnya.

3. Metode Angket (Koesioner)


Angket atau daftar pertanyaan mengenai jabatan dibuat dan dikirimkan kepada para karywan yang bersangkutan. Pertanyaan perlu dibatasi pada hal-hal yang penting dan benar-benar diperlukan agar keterangan tentang jabatan atau pekerjaan yang diprtanyakan dapat terjawab dengan baik dan jawaban responden tidak melantur.

Kelebihan Metode Angket adalah :
  • Mudah mengerjakan karena responden hanya memilih jawaban
  • Pertanyaan angket dapat dibuat sesuai dengan kebutuhan
  • Menghemat penggunaan waktu dan tenaga
  • Informasi yang diperoleh merupakan data kuantitatif.
Kelemahan metode angket ini adalah :
  • Kurang produktif dalam menggunakan waktu
  • Dapat terjadi kekeliruan menafsirkan maksud pertanyaan
  • Angket belum tentu dapat menyelesaikan masalah
  • Kurang efektif digunakan pada karyawan perseorangan

4. Metode Kombinasi


Metode ini dilaksanakan dengan menggabungkan ketiga cara diatas, dan dapat ditambah dengan berbagai informasi yang biasanya terdapat dalam dokumen-dokumen hasil analisis jabatan atau pekerjaan yang telah ada sebelumnya.

Nah, itulah beberapa metode analisis jabatan yang dapat saya bagikan dalam kesempatan ini, semoga bermanfaat dan selamat mencobanya. Sampai jumpa di pembahasan yang lainnya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel