Adsense Right Sidebar

50 Puisi Ibu untuk Anakku Terbaru Sangat Menyentuh Hati

Puisi Ibu untuk Anakku Terbaru Sangat Menyentuh Hati - Pada kesempatan ini saya akan berbagi sebuah puisi dengan tema ibu dan anak dimana puisi ini ada dua versi yaitu puisi dari ibu untuk anaknya dan puisi anak untuk ibunya. Tentu puisi ini sangat menyentuh hati kita apalagi rangkaian kalimat atau katanya yang luar biasa begitu indah dan penuh makna.

Puisi Ibu untuk Anakku Terbaru Sangat Menyentuh Hati

Puisi Ibu untuk Anakku

Nah, buat sobatsiana yang gemar berpuisi atau pecinta puisi maka dapat menyimak puisi yang satu ini, apalagi puisinya ini limited edition. Puisi ini saya hadirkan buat kalian seorang anak yang sangat mencintai ibunya, jangan kau buat ibumu menangis karena ulahmu. Jadikanlah ibu dan ayahmu itu laksana raja dan ratu. Untuk itu, mari simak rangkaian kata puisi yang penuh makna berikut ini.


Pagi Ini Begitu Cerah


Pagi ini begitu cerah,

Cahaya surya jatuh membawa kehangatan,

Dan burung-burung bernyanyi riang,

Di antara dahan-dahan pepohonan.


Namun semuanya kurang sempurna

Tanpa kehadiranmu Ibu...


Tak sempurna,

Tanpa secangkir teh hangat

Atau sarapan singkong goreng

Yang kau hidangkan untukku

Sebelum aku berangkat sekolah

Di kampung, dulu...


Maka biarlah kutulis lagi

Sebuah puisi untukmu Ibu.


Sebagai obat dari rindu,

Entah esok atau lusa,

Aku kan datang kepadamu

Dengan menumpahkan segenap yang bernama rindu.



Semua Kenangan Ini


Semua kenangan ini

Perlahan-lahan menyentuh sulur hatiku.


Rumah, kamar, foto-foto,

Dan gambaran senyumanmu:


Semuanya seolah bercerita

Bagaimana dulu engkau menyayangiku.


Aku terkenang masa-masa kecil,

Ketika derai tawa slalu mewarnai hari-hariku.


Di saat itu

Engkau selalu bersamaku.


Ibu,

Aku rindu masa-masa dulu,

Ketika kedamaian menaungiku,

Ketika kehangatan kasihmu membahagianku.


Kini...

Saat jauh darimu,

Baru kutahu betapa hebatnya ketabahanmu

Merawat, mendidik, dan membesarkanku.

Ibu aku rindu...


Kita ketahui bahwa sosok seorang ibu sangat berbeda dengan bapak, karena ibulah yang melahirkan kita, dari kecil kita di asuh dan dibesarkan dengan rasa cinta. Ayah adalah orang yang sangat berjasa karena tanpa ayah kita takkan bisa terlahir ke dunia ini. Oleh karena itu mari kita hormati dan berbakti kepada kedua orang tua kita, apalagi orang tua kita ini masih hidup dan bisa mewujudkan apa yang kita minta.


Indahnya Bersamamu


Menyusuri pematang sawah,

Yang hijau dan sedikit menguning,

Di alam desa nan permai,


Aku ingin

Kau menuntunku lagi,

Dan mendongengkan cerita

Seperti saat kau mengajakku

Turun ke sawah.


Betapa hidup yang sederhana,

Saat bahagia melihat sawah-sawah kita,

Namun bahagianya tak dapat kuukirkan,


Ah, semuanya indah

Saat bersamamu Ibu


Puisi ibu untuk anak tercinta


Jelajahilah Duniamu


Anakku,

Jelajahilah duniamu.


Jadilah anak pemberani,

Seperti elang yang terbang

Jauh di angkasa sana.


Bukan di jelai-jelai yang kotor,

Surga elang ada di langit luas.


Maka jadilah tinggi,

Seperti elang di angkasa.


Gapailah cita-citamu,

Jangan pernah menyerah.


Rengkuhlah mimpi-mimpi indahmu,

Hingga kau hidup dalam kebahagiaan.


Hidup ini sangat berharga,

Untuk sekedar kau keluhkan.


Dunia ini begitu indah,

Untuk sekedar kau takutkan.


Gapailah duniamu,

Genggamlah sepenuh jiwa.


Dan jika kau mendapatkannya,

Persembahkan ia untuk negeri abadi.


Jadilah Hebat


Di manakah letak kehebatan?

Saat engkau tekun menggapai cita-cita.


Di manakah letak kekuatan?

Saat engkau bekerja dan bertawakal.


Kau tak boleh lengah,

Tak boleh takut, ataupun lemah.


Karena kehidupan ini akan datang,

Menawarkan beribu kesempatan.


Ambillah.


Biarpun luka,

Biarpun menetes air mata,

Tetaplah berjuang.


Biarpun terjatuh,

Biarpun berduka,

Bangkitlah kembali.


Saat hati tulus karena-Nya,

Maka Dialah yang:


Menyeka air mata,

Membangkitkan setelah terjatuh,

Yang menyembuhkan segala luka.


Bersabarlah

Hingga kau bertemu Nabi

Kelak di telaganya.


Menangislah dalam dekapan ibumu, karena ibumu sangat paham dengan isi hatimu oleh karena itu kalau kamu ingin curhat maka bisa bersamanya, jangan sia-siakan hidupmu dan jadikanlah ibumu itu seorang ratu karna ibumu sangat mencitaimu dengan tulus.


Jangan Menangis


Jangan menangis anakku,

Kamu adalah puteraku,


Tataplah kehidupan,

Jangan biarkan ujian ini melemahkan.


Yang hidup pastilah merasakan,

Derai badai yang menggoncangkan.


Tetaplah berdiri

Seperti batu karang

Kokoh meskipun diterjang gelombang.


Jangan menangis

Oleh luka yang menggores hati dan jiwa.


Semuanya pasti sembuh

Jika sudah tiba waktunya.


Puisi seorang ibu untuk anaknya


Kamu Akan Menemui


Putriku,

Ketika kamu dilahirkan ke dunia,

Ibu tahu bahwa kebahagiaan kan

Menyelimuti hidupmu.


Karena

Saat kau terlahir

Hati Ibu penuh dengan rasa bahagia.


Maka begitulah kelak,

Kamu akan menemui kehidupanmu


Yang dipenuhi dengan bunga-bunga,

Warna yang semarak penuh cinta.


Nikmatilah kehidupan ini,

Dari udaranya yang bersih,

Langitnya yang cerah, ataupun

Sungai-sungainya yang mengalirkan keindahan.


Kamu akan menemui

Betapa kehidupan ini

Merupakan gambaran tentang:

Keagungan-Nya,

Kasih sayang-Nya,

Kemurahan-Nya.


Bersyukurlah

Untuk setiap keadaan

Berjanjilah untuk menapaki

Jalan yang diridhai.


Karena setiap kali

Syukurmu datang kepada-Nya,

Maka Dia kan menurunkan nikmat-Nya,

Berlipat-lipat lagi banyaknya.




Suatu Hari


Suatu hari
Anak yang kucintai akan pergi.

Membangun masa depannya
Bersama seseorang yang masih asing.

Anak yang kusayangi,
Kurawat, dan kuberikan cinta seutuhnya...

...ia akan memiliki keluarga sendiri.

Nanti.

Bila engkau sudah berkeluarga,
Berilah keluargamu kasih sayang,
Penuhi hati mereka dengan cinta,
Dan hangatkan rumah dengan keramahanmu.

Kau tahu,
Setengah dari kebahagiaan itu
Ada di rumahmu. Bukan di luar.

Jika kau tak mendapatkan kebahagiaan,
Maka di luarpun tak akan menemukannya.

Suatu hari
Anak yang kucintai akan pergi.
Anakku, yaitu kamu.

Tapi aku tahu,
Bahwa anakku mampu
Merangkai kehidupan dan kebahagiannya.



Kehadiramu Adalah Kebahagiaanku


Puteriku,
Kehadiranmu adalah kebahagiaanku.

Meski letih, lelah,
Saat kutatap senyumanmu semuanya sirna.

Kamu:
Adalah cahayaku,
Udara yang begitu segar;
Sungai jernih yang menenangkan;
Telaga sejuk yang mendamaikan;

Saat teringat padamu,
Sekeras apapun kehidupan ini,
Tiba-tiba aku menjadi seorang Ibu yang kuat.

Puteriku,
Kamu harus tahu,
Kehadiranmu adalah kebahagiaanku.



Menarilah Bersamaku


Ouh,
Riang hati bersamamu,
Mendengar derai tawamu.

Memandang bening
Dan jernihnya matamu.

Kala kau tersenyum,
Tersapulah hatiku dengan sapuan kesentosaan.

Engkau
Laksana bulir-bulir kebahagiaan,
Yang berjatuhan ke lantai jiwaku.

Lalu tumbuh
Banyak semakin banyak lagi.

Betapa aku bersyukur
Memilikimu, anakku.

Moga dapat kuberikan pula
Sebentuk kebahagiaan ke dalam hatimu,
Sebagaimana kau berikan kebahagiaan
Ke dalam hatiku.



Matamu


Begitu indah.

Senyumanmu:
Begitu mendamaikan.

Ibu,
Betapa Tuhan telah mengaruniakan
Kebahagiaan hati ke dalam diriku.

Karena memiliki ibu sepertimu,
Adalah ketentraman batin.

Karena memiliki ibu sepertimu,
Adalah kebahagiaan yang tak bertepi.


Hari ini


Aku merindukanmu, Ibu.

Pada nasehat-nasehat teduhmu,
Pada bimbingan tulusmu.

Bahkan aku rindu
Pada marahmu.

Karena kutahu,
Segala yang kau lakukan padaku
Semuanya untuk kebaikanku.

Ibu, hari ini aku rindu.


Hari-hari berat telah kau lalui, Ayah.
Bekerja banting tulang demi anak-anakmu.

Aku melihat
Kerja keras memancar dari sorot matamu.

Aku melihat
Doa-doa senantiasa mengalir
Dari cahaya wajahmu.

Kini,
Izinkan kami memberikan
Kebahagiaan untukmu,

Membalas segala jasa-jasa
Yang dulu kau berikan
Kepada kami sewaktu kami kecil dulu.

Ayah,
Izinkan kami membahagiakanmu.


Jika orang tua kalian sudah tiada dan saat ini hidup di alam barzah maka janganlupa untuk terus mendoakannya. Hadiahkan doa terbaik untuk mereka. Berbaktilah kepada mereka selagi kamu masih bisa bernafas. Kunjungi makamnya dihari ulang tahunnya dan janganlupa bersedekah untuk mereka.

Puisi untuk almarhum ibu tercinta


Rasanya baru kemarin,
Engkau menemaniku
Berangkat sekolah.

Menyiapkan buku, tas, dan sepatu,
Dan membesarkan hatiku,
Agar menjadi anak yang berani.

Rasanya baru kemarin,
Kami berkumpul
Dan mendengarkan dongeng-dongengmu.

Ibu,
Ada rasa sepi di dalam hati kami,
Tanpa kehadiranmu.

Ada kesunyian,
Yang tak dapat kuungkapkan,
Setelah ketiadaanmu.

Hanya doa ...
Semoga engkau bahagia di alam sana.




Buat Ibu tercinta


Buat ibuku,
Aku pernah berjanji,
Di bawah cahaya rembulan.

Bahwa aku bertekad
Memberi kebahagiaan ke dalam hatimu.

Tak ingin
Mata ini melihat engkau bersusah payah,
Mengais rezeki dan bersedih hati.

Engkau
Engkau rela menanggung segalanya
Demi kebahagiaan anak-anakmu.

Rela bekerja sebelum
Mentari muncul di ufuk Timur,
Hingga mentari tenggelam nun jauh di sana.

Ibu,
Seandainya hari ini
Aku belum bisa memenuhi janjiku,
Maka maafkanlah anakmu ini.

Tetapi
Hatiku masih tetap berdoa,
Tanganku tetap bekerja,
Dan semangatku tetap membara,

...untuk membahagiakan dirimu, Ibu



Puisi untuk Ibu tercinta yang sudah meninggal dunia


Telah puas engkau mendidik kami,
Merawat, dan membesarkan.

Telah puas engkau berjuang
Mengantarkan kami menuju masa depan.

Kini saat kami menjadi
Seperti yang engkau harapkan,
Engkau telah pergi.

Padahal,
Mungkin engkau belum mengecap
Kebahagiaan.

Karena
Sepanjang nafasmu,
Sepanjang itu pula perjuanganmu
Untuk kami semua.


Besarnya pengorbananmu,
Belum lagi kami balas
Meski hanya sedikit.

Ibu,
Engkau yang dulu mengajarkan kami,
Untuk selalu tegar.

Dan tak boleh meneteskan air mata.

Tapi hari ini
Izinkan kami meneteskan air mata ini,
Mengenangkan segala jerih payah
Yang telah kau berikan.

Sedangkan kami
Belum mampu membalasnya.



Puisi Indah Untuk Ibu


Jika kebahagiaan itu
Ada pada semilir angin,
Maka akan kuikuti ke mana angin itu pergi.

Jika kebahagiaan itu
Ada pada ketenangan telaga,
Maka akan kulangkahkan kaki menujunya.

Namun
Kebahagiaan itu
Saat aku melihat
Ada senyuman bahagia di bibirmu, Ibu.



Kubangun Mahligai Rumah Tangga


Tak terasa
Hari-hari bersamamu
Berlalu begitu cepat.

Kebersamaan di rumah ini,
Saat kau mengurusi segalanya
Untuk diriku.

Kini aku harus pergi
Meninggalkanmu Ibu.

Entah mengapa
Berat rasanya perpisahan ini
Kujalani.

Meski telah kukuatkan hati
Tumpah juga air mata ini.

Tak sanggup rasanya
Berpisah denganmu.

Ibu.
Aku memohon restumu,
Doa tulusmu. 
Moga kutemukan kebahagiaan di tempat baru 
sebagaimana aku bahagia bersamamu.



Puisi Terindah


Ingin tuliskan puisi terindah,
Namun pengorbananmu jauh lebih indah dari puisi manapun.

Maka dengan apakah
Kusandingkan pahitnya pengorbananmu?

Dengan puisi, syair, ataukah sajak?

Semuanya tampak
Seperti tumpukan sampah
Saat kusandingkan dengan kasih sayangmu.



Ibu Tercinta Telah Tiada


Dengan pena ini, kugerakan tanganku. ..
Kutuliskan bait-bait puisi.... 
Kuabadikan segala tentangmu.

Engkau laksana telaga... 
Dan aku adalah perahu yang kau hantarkan menuju tujuannya....

Engkau laksana pohon teduh...
Dan aku adalah musafir lemah, istirah di bawahnya.

Dan saat engkau telah tiada,
Kekuatan dari setiap nasehatmu tetap menjagaku.

Setiap petuah dan wejanganmu
Membuatku sanggup menahan gelombang badai.

Ibu,
Meski engkau telah tiada, namun seolah kau selalu hadir.... 
Menguatkan saat aku lemah ..
meneduhi saat aku gelisah dan mendamaikan saat aku resah..



PUISI ANAK-ANAKKU 


Oleh: Bunda Ashofi 

Kau teman dalam hari-hariku 
Tempat kuberbagi dan menebar sedikit ilmu 
Kukan mendampingimu di saat-saat tertentu 

Ku harus bersabar dan telaten karena demi masa depanmu 
Kukenali dirimu satu persatu 
Kukenali karaktermu dengan watak dan tingkah lakumu 

Ada yang suka melucu, sering menangis dan juga ngomong melulu 
Dirimu berwarna warni ibarat pelangi hijau dan biru 
Sudah kuanggap seperti anakku 
Tak kubedakan antara satu dengan yang lain dalam merengkuhmu 

Siang malam ku selalu berdoa 
Kelak besar nanti jadi penerus bangsa dan negara 



PUISI PESAN SAKRAL 


anakku 
had dimana ketika ibu telah menjadi sebuah nama 
jangan letakkan ibu didalam raunganmu namun 
letakkan ibu dalam lidah mu 
agar kau bisa menjumpai ibu lewat doa terbaikmu 
anakku maafkan ibu.. 

tidak bisa membuatmu mulia dihadapan manusia 
namun semoga doa ibu membuatmu mulia didepan Tuhan 
anakku ingat dua hal pesan ibu cintailah perintah 
Tuhan Dan istigfarlah oleh sebab kau tak kan selalu berjalan lurus 


Akhir Kata 

Nah, itulah kumpulan puisi Ibu untuk Anakku Terbaru Sangat Menyentuh Hati yang dapat saya sajikan. Semoga pembahasan kali ini dapat bermanfaat dan bisa menjadi referensi bagi sobat semua. sekian dari saya sampai jumpa di koleksi puisi yang lainnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

.....KLIK 1X (CLOSE).....