25 Tarian Tradisional Dari Jawa Tengah yang Sangat Populer

Tarian Tradisional Dari Jawa Tengah yang Sangat Populer - Halo sobatsiana, dalam perjumpaan ini saya akan mengulas tentang tari tradisional yang ada di jawa tengah. Siapa sih yang tidak kenal dan tahu dengan wilayah Jawa? di wilayah pulau jawa dimana Provinsi yang terbagi menjadi 3 bagian ini ternyata memiliki adat kebudayaan tersendiri. Dibalik sejarahnya, Pulau Jawa telah berhasil menghasilkan beragam karya Seni yang Indah dan eksotis, nah kesenian sekarang ini telah menjadi salah satu kebudayaan Jawa yang dijaga kelestariannya, salah satunya adalah seperti tarian tradisionalnya yang beragam.

Tarian Tradisional Dari Jawa Tengah 

Setelah kamu ketahui tentang tari Tunggal dan tari berpasangan, maka sekarang kita pindah ke Tarian Tradisional Khas Jawa dengan lebih spesifik, tepatnya di Provinsi Jawa Tengah. Kita tahu bahwa ada beberapa tarian Jawa Tengah yang terkenal mistis. Apa benar,? yuk simak ulasan lebih lengkapnya berikut ini!

25 Tarian Tradisional Dari Jawa Tengah :

1. Tari Gambyong


Tari Gambyong Jawa Tengah

Asal dari Tari Gambyong dari daerah Surakarta. Awalnya, tarian ini hanya sebuah pementasan tarian rakyat dan sering diadakan ketika memasuki musim panen padi. Seiring berjalannya waktu, tari tersebut diadakan saat acara sakral dan sebagai ungkapan rasa penghormatan pada tamu Agung yang datang ke Surakarta.

Menilik dari sejarahnya nama dari Tari Gambyong ini diambil dari salah satu penari yaitu tempo dulu, dimana para penari tersebut memiliki suara yang sangat merdu dan tubuh yang lentur, dengan kedua bakat tersebut maka Gambyong yang memiliki nama lengkap Sri Gambyong ini cepat terkenal dan dapat memikat banyak orang.

Hingga akhirnya nama si penari tari itu terdengar ke telinga Sunan Paku Buwono IV, sehingga membuat Sri Gambyong mengundangnya untuk menari ke dalam Istana Surakarta. Ia pun berhasil memikat orang-orang yang ada di Istana, hingga akhirnya tariannya pun mulai dipelajari dan dikembangkan hingga dinobatkan sebagai tarian khas Istana Surakarta.

Mengenai jumlah penarinya tidak disyaratkan, namun untuk kostumnya ini biasa digunakan adalah kostum kemben sebahu dilengkapi dengan sebuah selendang. Pada dasarnya tarian Gambyong ini identik dengan warna kuning dan warna hijau. Namun seiring berkembangnya zaman, warna tersebut sudah tidak menjadi patokan. Musik pengiring tarian Gambyong ini biasanya gamelan seperti Kenong, Gong, Kendang, dan Gambang.

2. Tari Bedhaya Ketawang

Tari Bedhaya Ketawang

Tarian tradisional ini disebut dengan Bedhaya Ketawang, dari nama tersebut mengandung arti di setiap masing-masing kata. ‘bedhaya’ yang artinya penari wanita dan ‘ketawang’ artinya langit. Bila kedua kata tersebut disatukan menjadi "Bedhaya Ketawang" maka ini mengandung arti penari wanita dari istana langit.

Biasanya tarian Bedhaya Ketawang ini dipertunjukan untuk acara resmi (adat) saja, yang bertujuan untuk menghibur masyarakat. Menurut sejarahnya, tarian Bedhaya Ketawang ini menceritakan tentang hubungan Ratu Kidul yang biasa kita kenal dengan Roro Kidul.

Menurut kepercayaan masyarakat setempat, bila ada yang menarikan Tarian Bedhaya Ketawang ini, maka Nyi Roro Kidul atau Kangjeng Ratu Kidul akan menghadiri tarian tersebut dan ikut menari dengan para penari yang lainnya.

Biasanya tarian Bedhaya Ketawang ini ditarikan oleh 9 orang penari wanita, dimana jumlah penari sembilan orang ini melambangkan Wali Songo, adapun jumlah 9 itu juga sebagai arah mata angin.

Busana para penari Bedhaya Ketawang pun biasanya menggunakan pakaian pengantin adat Jawa, dimana para penari tari Bedhaya Ketawang menggunakan gelung besar, dan beberapa aksesoris Jawa berupa sebuah centhung, sisir jeram saajar, garudha mungkur, tiba dhadha, dan cundhuk mentul. Para penaripun tari Bedhaya Ketawang diusahakan tidak dalam keadaan haid.

Musik yang dimainkan untuk mengiringi tarian Bedhaya Ketawang ini biasanya Gending Ketawang Gedge, bisa juga dengan gamelan yang lainnya.


3. Tari Bondan Payung

Tari Bondan Payung

Tarian tradisional yang ada di Indonesia berikutnya adalah Tari Bondan, tari ini juga berasal dari Surakarta. Tari Bondan Payung ini menceritakan tentang seorang ibu yang sangat menyayangi anaknya. Sehingga Tari Bondan Payung pun terbilang simpel. Ciri khas tarian Bondan Payung ini adalah  para penarinya yang selalu membawa sebuah payung, boneka bayi dan kendi.

Pada zaman dulu kala, tarian Bondan Payung ini harus ditarikan oleh para kembang desa, hal ini bertujuan untuk menunjukkan jati dirinya. Gerakannya pun tidak terbilang rumit, hingga datang sesi sebuah gerakan untuk menegangkan ketika penari Tari Bondan tersebut menaiki kendi, dan kendi itu tidak boleh pecah.

Kostum yang digunakan untuk Tari Bondan Payung ini adalah pakaian adat Jawa. Seiring dengan perkembangan zaman, tari bondan pun dibagi menjadi 3 jenis, yaitu tari bondan mardisiwi, bondan tani dan bondan cindogo. Musik yang digunakan Tari Bondan Payung adalah Gending.

4. Tari Serimpi

Tari Serimpi

Ulasan seni tari tradisional selanjutnya yaitu Tari Serimpi. Tari Serimpi berasal dari kota istimewa Yogyakarta. Konon katanya tari Serimpi ini sedikit bernuansa Mistis. Awal mulanya tari Serimpi ini ditunjukkan saat ada penggantian raja di beberapa Istana yang ada di Jawa Tengah. Menurut cerita masyarakat lokal, tari Serimpi ini dapat menghipnotis para penonton untuk menuju ke alam lain.

Walau bagaimanapun juga, tari Serimpi ini bertujuan untuk menunjukan seorang wanita yang sopan dan santun serta sangat lemah gemulai.

Seiring dengan perkembangan zaman, tari Serimpi ini mengalami beberapa perubahan dari segi durasi tarian dan kostumnya. Tari Serimpi ini dibagi menjadi menjadi beberapa jenis, diantaranya Serimpi Babul Layar, Serimpi Genjung, Serimpi Bondan, Serimpi Anglir Mendung dan Serimpi Dhempel.

Tari Serimpi ini biasanya ditarikan oleh 4 orang penari wanita, hal ini sebagai penanda sebuah unsur api, air, angin dan bumi. Namun seiring berkembangnya jaman, jumlah penaripun terkadang menjadi 5 orang.

Kostum tari yang digunakan untuk penari Tari Serimpi adalah pakaian yang biasa digunakan pengantin putri keraton Yogyakarta atau keraton yang ada di Surakarta. Sedangkan musik pengiring yang digunakan adalah sebuah gamelan.

5. Tari Beksan Wireng

Tari Beksan Wireng

Tari Beksan Wireng adalah tari yang berasal dari Jawa Tengah dan diciptakan oleh Prabu Amiluhur.

Tujuan diciptakannya tarian ini untuk menyemangati 4 prajurit perang yang saat itu yang sedang berlatih. Hal ini terlihat dengan gerakan-gerakan para penari yang gagah perkasa sedang membawa tombak dan tameng. Karena tarian ini memang mengandung tema perang.

Dengan berkembangnya zaman, tarian ini terbagi menjadi 6 jenis yaitu Panji Sepuh, Panju Anem, Dhadap Kanoman, Jemparing Ageng, Lhawung Ageng dan Dhadhap Kreta. Biasanya tarian ini ditarikan oleh laki-laki dan menggunakan kostum bak seorang prajurit.

6. Tari Ebeg atau Kuda Lumping

Tari Ebeg atau Kuda Lumping

Tarian tradisional selanjutnya adalah tari ebeg atau tari yang biasa menggunakan boneka kuda. Tarian ini tidak menunjukan tarian pada umumnya seperti tarian yang lemah gemulai.

Tarian ini tidak usah belajar, hanya melenggak lenggok mengikuti alur musik. Ada beberapa syarat yang harus disediakan selama pertunjukkan ini seperti sesaji dan menyan. Hal ini diharuskan karena para penari kemungkinan akan kerasukan mahkluk halus dan memakan barang-barang sekitar. Musik yang melatar belakangi tarian ini adalah gamelan banyumasan, bendhe dan gendhing.

7. Kethek Ogleng

Kethek Ogleng

Tarian tradisional yang satu ini bernama Kethek Ogleng berasal dari bahasa Jawa yang bila diartikan ‘kethek’ adalah kera. Sedangkan Ogleng diambil dari suara bunyi yang melatar belakangi tarian ini yang seperti berbunyi Ogleeeng… Ogleeeng…

Tari Kethek Ogleng berasal dari Wonogiri, Jawa Tengah. Asal usulnya tarian ini menceritakan Raden Gunung Sari yang menjelma menjadi kera, dan berusaha mengelabui musuhnya.

Maka dari itu, penarinya pun selalu bertopeng kera dan menirukan gerakan-gerakan kera, tidak ada gerakan khusus untuk tarian ini, penari hanya menikmati aluran musik dan menari layaknya seekor kera.

Biasanya penari Kethek Ogleng akan mengajak salah seorang penonton untuk berjoget bareng.

8. Sintren

Sintren

Sintren berasal dari Cirebon, menyebar ke berbagai daerah hingga Jawa Barat. Tarian ini berbau mistis, menceritakan tentang kisah cinta Sulasih dan Sulandono.

Asal muasalnya tarian ini dibuat ketika Bupati Kendal menikah dengan Dewi Rantamsari yang biasa dijuluki Dewi Lanjar. Namun pasangan itu tidak direstui oleh Ki Bahureksi. Akhirnya mereka berdua berpisah, Sulandono menjadi petapa sedangkan Sulasih menjadi penari. Walaupun begitu, konon katanya mereka berdua masih bertemu di alam gaib.

Tarian ini sangat mistis sekali, bahkan sebelum pertunjukan, harus diawali terlebih dahulu dengan Dupan atau ritual berdoa.

Namun katanya, tarian ini mulai tenggelam dan tidak lagi dipentaskan.

9. Tari Jlantur

Tari Jlantur

Tari Jlantur berasal dari Boyolali. Biasanya dimainkan oleh 40 orang penari laki-laki. Sedikit info yang saya dapat tentang tarian ini, hal ini mungkin sudah kurangnya minat orang-orang untuk melestarikan budaya Tari Jlantur.

Sejarahnya, ternyata tarian ini menggambarkan perjuangan kisah Pangeran Diponegoro yang melawan para penjajah.

Menurut beberapa sumber, penari Tari Jlantur selalu menggunakan ikat kepala seperti gaya Tukri dengan membawa kuda tiruan.

10. Tari Prawiroguno

Tari Prawiroguno

Tarian ini mengandung kisah ketika para penjajah yang hampir mengalami kemunduran, dan situasi saat itu dijadikan ide untuk membuat sebuah tarian yang sekarang kita sebut Tari Prawiroguno.

Tarian ini memiliki tema peperangan, dan gerakan para penari bak seorang prajurit membawa pedang/samurai dengan tameng berlenggok-lenggok seakan sedang bersiap-siap menyerang musuh.

11. Tari Angsa

Tari Angsa

Tarian ini melambangkan keagungan seorang Dewi yang ditemani dengan sekelompok penari angsa.

Tari angsa menjadi salah satu tarian kebanggaan Jawa Tengah, sering dipertunjukan untuk acara-acara tertentu. Dizaman sekarang, tarian ini sering ditarikan oleh siswa-siswa SD saat mereka mencapai kelulusan atau perpindahan sekolah ke SMP.

Namun ternyata Tari Angsa tidak hanya ada di Indonesia, ada beberapa negara yang mempunyai Tarian Tradisional seperti ini, hanya saja cerita latar belakang yang berbeda.

Tari angsa biasanya ditarikan secara berpasangan, namun ada juga yang sendiri hingga berlima. Alat musik pengiringnya pun gendang, gitar, dan degung. Namun seiring dengan zaman, alat musik yang digunakan pun tidak setradisional zaman dulu.



12. Tari Ronggeng

Tari Ronggeng

Tari Ronggeng berasal dari Jawa, penciptanya Endang Caturwati. Sampai sekarang tari ronggeng dibudayakan hingga turun temurun. Tema tarian ini berbeda dengan tarian lain, tari ronggeng ditarikan oleh wanita, gerakannya pun berkesan agresif mendekati eksotis

Tari ini memiliki ciri khas dalam gerakannya yang lebih sensual dan pandai menarik libido para lelaki.

Asal muasalnya, tari ini dibuat untuk upacara meminta kesuburan tanah. Namun, karena terkait dengan kesuburan, mengartikannya salah…. Hingga akhirnya gerakan dalam tarian ini mirip orang yang sedang bercinta. Namun seiring dengan zaman, tarian ini mulai dikurangi unsur eksotisnya. Alat musik yang melatari adalah rebab dan gong.


Akhir Kata

Nah, itulah ulasan tentang Tarian Tradisional Dari Jawa Tengah yang populer di Indonesia. Semoga dengan adanya pembahasan ini dapat bermanfaat dan bisa menjadi referensi bagi sobat semua. Terimakasih sudah membaca artikel ini, janganlupa baca juga artikel yang lainnya seputar seni tari tradisional yang ada di bawah ini!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel