Cara Jack Ma sang Miliader Mengasuh Anaknya, Inspiratif Banget..!

Cara Jack Ma adalah seorang anak yang terlahir dari keluarga miskin di daerah Hangzhou, Tiongkok. Namu kini kehidupan Jack Ma sudah berbeda, karena dia sudah menjadi seorang Miliader dari bisnisnya. Dan dalam kesibukan bisnisnya Jack Ma juga mempunyai seorang anak. Namun Jack Ma tidak terbiasa mempublikasikan kehidupan kelurganya, sehingga membuat banyak orang penasaran terutama cara asuh jack ma kepada anak-anaknya. 


Dan bagimana pola asuh Jack Ma kepada anak-anaknya...? Darpada anda penasaran, yuk baca cara asuh Jack Ma kepada anak-anaknya dibawah ini..!

1. Jangan Suka Memaksakan Anak Untuk Berprestasi

Kerap kita menjumpai mayoritas orang tua menuntut anaknya untuk berprestasi dalam pendidikannya, seperti jadi juara kelas ataupun mendapat Nilai bagus dan paling tinggi. Namun apakah kalian tahu bahwa hal tersebut justru tidak diterapkan oleh Jack Ma dalam mendidik anaknya seperti itu. Ia tidak suka memaksakan anaknya untuk berprestasi.

Sebab menurut Jack Ma, untuk menjadi juara atau berprestasi bukan menjadi salah satu-satunya solusi untuk mendidik anaknya menjadi sukses. Sebaliknya orang tua harus mengenali dan mempelajari kemampuan lainnya yang dimiliki oleh anaknya agar menjadi salah satu jalan untuk mengenali potensi yang menonjol pada anaknya.

Kata' Jack Ma kepada anaknya: Tidak perlu kamu masuk urutan tiga besar. Ketika kamu berada ditengah tidak jadi masalah asalkan nilaimu tidak terlalu buruk. Cukup kenali dirimu nak".

2. IQ Bukan Jaminan Hidup Sukses

Tolak ukur untuk melihat kamu sukses tidak hanya sekedar di ukur IQ ataupun kecerdasan yang kamu miliki. Seringkali kalangan orang tua menekankan anaknya untuk cerdas dalam akademis hingga banyak dari mereka selaku orang tua mengabaikan kecerdasan lain seperti kecerdasan dalam mengelola diri sendiri di lingkungan masyarakat, mengelola emosional, dan lainnya.

Jack Ma menyarankan kepada anaknya, kalau kamu ingin meraih kesuksesan maka jangan hanya IQ yang dikuasai tetapi kuasai juga cara kamu bekerja sama dengan orang lain. Kalau kamu tidak tahu caranya bekerja sama dengan orang lain maka jangan harap kamu akan suksess meskipun IQ kamu tinggi.

3. Praktek dan Jangan hanya teori saja

Sebagian orang ada yang hanya fokus pada penguasaan teori sampai lupa dengan prakteknya. Jadi yang baik itu adalah kuasai teori dan sempurnakan dengan praktek agar kamu tahu bagimana kenyataan dalam pelaksanaannya, jadi semua itu bukan sekedar kata-kata tapi ada aksi nyata juga.

4. Grit yang mendukung potensi
Grit yaitu hasrat, jadi setiap manusia pasti punya grit atau hasrat. Biasanya kalau kamu ingin meraih sesuatu pasti ada dorongan dari dalam diri yaitu hasratmu. Ada baiknya sejak dini anak di kenalkan dengan kata grit atau hasrat. Jadi bakat anak akan cepat muncul dan mudah untuk dikenali potensi yang ada di dalam dirinya. Biasanya hal ini menyangkut dengan Hobi.

5. Ubah Presepsi Anda Dalam Menyuruh Anak untuk Bersaing

Kebanyakan orang tua  terutama mengutamakan menang atau kalah dalam hal bersaing, kalau kamu ingin menang buktikan tapi kenyataannya ada saja presepsi ini salah dan sang anak meraih kemenangannya dengan cara kotor atau cara yang tidak baik. Namun Jack Ma menanamkan kepada anaknya pola asuh yang cukup unik, dia berpesan kepada anaknya agar tidak berkompetisi dengan orang yang lebih pintar.

"Kita tidak bisa memaksakan anak untuk berkompetisi dengan seseorang atau teknologi yang lebih pintar. Ajarkan anak anda hal unik, supaya mereka memiliki kesempatan 30 Tahun kemudian, kata Jack Ma.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel