Widget HTML Atas

5 Hal Ini Adalah Bukti Bahwa Anak Broken Home Itu Luar Biasa!

Menjadi anak Broken Home bukan impian seorang anak. Bahkan seorang anak menginginkan akan keutuhan hubungan kedua orang tuanya. Jika bisa untuk memilih, seorang anak akan memilih dilahirkan kepada orang tua yang utuh dalam rumah tangganya. Namun apa daya, manusia tidak bisa memilih dan menentukan keinginannya, karena semua itu adalah kehendak sang Pencipta. 



Dan juga dengan perceraian sebenarnya tidak ada keinginan kedua orang tua untuk berpisah, mengingat hubungan yang telah dibangun sudah lama dan penuh liku-liku serta banyak sekali perjuangan yang telah di korbankan untuk membangun rumah. Namun apalah daya mugkin hal ini sudah menjadi ketentuan sang Pencipta, sehingga seorang anaklah yang menjadi korbannya. 

Hal ini mengakibatkan seorang anak menjadi kehilangan cinta dan kasih sayang dari kedua orang tuanya secara utuh. Hal ini juga yang membuat anak menjadi pribadi yang berbeda dari teman-teannya yang lainnya. Rasa rindu dan sayang kerap terlintas di benak pikiran dan hatinya disaat sang anak broken home menyaksikan temannya yang di beri perhatian pada kedua orang tuanya. Dimanjakan, dibelikan barang kesukaan dari kedua orang tuanya dan hal lainnya yang tidak didpatkan oleh anak broken home.

Namun kondisi seperti ini membuat mental anak Broken Home lebih mandiri daripada anak yang kedua orang tuanya utuh, mental sejak kecil terbentuk seiring dengan berkembangnya kehidupan pada sang anak broken home. Apalagi biasanya anak Broken Home sering di titipkan kepada kakek ataupun Neneknya dari orang tuanya entah itu dari sang ayah ataupun dari sang ibu yang menitipkan dirinya kepada kakek dan neneknya.



Lingkungan yang berbeda dari teman sebayanya, membuat anak broken home harus bisa kuat dalam menjalani hidup, meskipun tidak bersama ayah ataupun ibunya dirinya harus mampu hidup tanpa belas kasihan kedua orang tuanya, hanya nenek ataupun kakeklah orang tuanya yang dari kecil merawatnya.

Maka tidak heran, anak Broken Home memiliki impian yang kuat, saat dewasa kelak hal ini jangan sampai terjadi pada keluarganya kelak, karena betapa sakitnya kehidupan seperti ini yang tidak mendapatkan kasih sayang yang utuh dari seorang ayah dan ibu.



Selain lebih mandiri, anak broken home memiliki daya pikir yang lebih kuat karena hal ini menyangkut kehidupan yang akan datang. Siapa yang perduli dengan hidup ini kalau tidak diri sendiri memperhatikan untuk hidup masa depan, berharap dengan kakek ataupun nenek rasa tidak memungkinkan karena itu harus bisa mandiri dan bisa hidup lebih baik lagi.


 5 Hal Ini Adalah Bukti Bahwa Anak Broken Home Itu Luar Biasa!

Berikut ini adalah karakter anak Broken Home yang patut kita contoh, khususnya bagi anak yang MANJA ataupun Anak MAMI dan PAPI.


1. Memiliki Tekad Hidup Yang Lebih Baik

Karena sejak kecil sudah ditinggal oleh kedua orang tuanya, menjadikan anak broken home memiliki impian yang besar. Dirinya mempunyai tekad bahwa harus mampu hidup lebih baik lagi dari sekarang ini, karena motivasi sudah terbentuk bagimana dia tidak diperlakukan layaknya anak yang mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu ataupun ayah. Menjadi seorang anak yang harus mencari sendiri apa yang ia inginkan.

2. Menjadi Anak Yang Pekerja Keras

Siapa lagi yang perdulia ataupun menafkahi hidupnya kalau tidak dirinya sendiri. Maka tidak heran anak Broken Home terbiasa untuk bekerja dan tidak pemalas. Berbeda dari kehidupan anak yang mempunyai keluarga yang utuh ayah dan ibu, mau jajan ataupun beli barang bisa minta dengan kedua orang tua. Kalau anak broken home harus kerja dulu baru bisa untuk membeli sesuatu, artinya level ini saja sudah berbeda dengan anak yang keluarganya masih utuh.

3. Anak Broken Home Sudah Terbiasa Hidup Susah

Anak broken selain dikenal mandiri dan pekerja keras, juga sudah terbiasa hidup susah. Karena berbeda dalam kondisi dari keluarga yang utuh. Anak broken home harus rela walaupun masih kecil ataupun belum cukup umur untuk bekerja, dirinya harus rela untuk bekerja demi bisa mencukupi kebutuhan hidup. Maka tidak heran anak broken home sudah terbiasa membantu Nenek ataupun Kakeknya untuk bekerja, meskipun hal itu berupa mencari kayu bakar untuk dijual ataupun berjualan dipasar menjualkan dagangan orang lain.

4. Anak Broken Home Memiliki Mental Yang Tangguh

Anak broken home juga mmepunyai mental yang tangguh, tidak perduli dengan ejekan teman ataupun tetangga selagi pekerjaan yang dikerjakan itu halal dan bisa untuk mencukupi kebutuhannya maka akan ia lakukan. Terkadang anak broken home suka memandangi seorang anak ataupun temannya yang di antar jemput sekolah oleh orang tuanya ataupun ketika berlibur ke suatu tempat meihat seorang anak sedang bercengkrama dan berlibur bersama ayah dan ibunya sedangkan dirinya berlibur sendirian tanpa kedua orang tua. Maka tidak heran anak broken home lebih suka mencari teman dan temannya tersebutlah adalah keluarganya.

5. Memiliki Motivasi Cinta Yang Kuat

Anak broken home tidak menginginkan hal ini terjadi pada dirinya suatu saat nanti. Maka motivasi yang ada pada dirinya yaitu menginginkan wanita yang mampu menerima dirinya apa adanya dan juga setia segala apapun yang terjadi nantinya. Tekadnya kuat dalam membangun rumah tangga yang bahagia. Dirinya tidak akan memulai untuk melalukan suatu hal perceraian ataupun perpisahakn. Karena dalam hidupnya sudah cukup hal ini terjadi pada dirinya sendiri jangan sampai dialami oleh anak-anaknya kelak. Maka tidak heran biasanya dirinya mencari atau memilih pasangan yang sederhana dan mampu untuk menerima dirinya apa adanya.




So, itulah karakter yang biasanya ada pada anak broken home. Anak broken home mempunyai jiwa yang kuat, mental dan juga sikap kemandirian. Karena sejak kecil sudah terbiasa hidup mandiri tanpa ada orang tua kandungnya di sampingya, berbeda dengan kehidupan anak yang mempunyai keluarga yang utuh. Semoga kita semua bisa mengambil pelajaran dari anak broken home dan bisa menjadikan motivasi untuk membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan warahmah.
.....KLIK 1X (CLOSE).....