Prinsip Pengambilan Keputusan

Prinsip Pengambilan Keputusan - Kata ekonomi berasal dari bahasa Yunani yaitu ecos dan nomos yang berarti urusan rumah tangga. Pada kenyataannya memang rumah tangga dan ekonomi memiliki banyak kesamaan dan sangat berkaitan, dalam rumah tangga banyak permasalahan yang menyebabkan pelaku rumah tangga tersebut harus mengambil keputusan dan begitu juga ekonomi. Dalam rumah tangga harus memutuskan siapa yang mencuci baju, memasak, bekerja, makanan apa yang harus dihidangkan dan masih banyak lagi.

Pengertian Ekonomi 

Sederhananya, dalam rumah tangga harus mengalokasikan sumber daya manusia yang ada di dalam keluarga untuk melakukan tugas-tugas dengan mempertimbangkan kemampuan anggota keluarga, upaya dan keinginan masing-masing anggota keluarga. Dalam ekonomi dipelajari bagaimana cara memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia yang tidak terbatas dengan sumber daya yang terbatas.

Dalam kehidupan saat ini, tiap individu tidak akan lepas dari kegiatan ekonomi. Karena perilaku suatu ekonomi mencerminkan perilaku para individu pelakunya, berikut adalah empat prinsip ekonomi bagaimana orang-orang mengambil keputusan
 Prinsip Pertama: Orang Menghadapi Masalah Tradeoff
“Tidak ada yang gratis di dunia ini”. Tidak jarang kita harus mengorbankan sesuatu yang kita suka untuk memperoleh sesuatu yang kita suka juga. Mengambil keputusan menyebabkan tradeoff (pertukaran kepentingan), yaitu merelakan satu hal untuk hal yang lain.

Ketika seseorang masuk ke dalam suatu masyarakat, mereka akan menghadapi berbagai jenis tradeoff. Seperti misalnya pangan dan senjata. Semakin banyak belanja negara untuk persenjataan demi melindungi negara, maka makin sedikit uang yang tersedia untuk membeli barang konsumsi (pangan) guna meningkatkan standar hidup penduduk negara tersebut.

Pemahaman tentang tradeoff tidak menunjukkan kepada kita cara mengambil keputusan, tetapi penting karena masyarakat cenderung mengambil keputusan yang baik jika mengerti pilihan yang tersedia.
Prinsip Kedua: Biaya Adalah Apa yang Harus Dikorbankan untuk Memperoleh Sesuatu
Dengan adanya tradeoff dalam mengambil keputusan, kita diminta untuk membandingkan biaya dan manfaat dari sebuah tindakan. Tetapi, biaya sebuah tindakan tidak selalu terlihat jelas sejak awal. Biaya kesempatan dari sesuatu adalah apa yang dikorbankan untuk memperoleh sesuatu.

Prinsip Ketiga: Orang yang Rasional Berpikir dengan Konsep Marginal
Dalam beberapa situasi, orang akan membuat keputusan secara margin. Misalnya, Anda sudah memiliki gelar lalu mempertimbangkan untuk menempuh studi lagi. Dalam memutuskan hal ini, Anda harus mengetahui keuntungan tambahan yang akan diperoleh dan juga biaya yang muncul. Dengan membandingkan keuntungan dan biaya, Anda dapat memutuskan apakah mengambil studi lagi keputusan yang tepat.

Dari contoh tersebut, masyarakat dapat mengambil keputusan secara lebih baik dengan menggunakan konsep margin. Seseorang yang rasional akan memilih tindakan yang keuntungan marginalnya lebih besar dari biaya marginalnya.
Prinsip Keempat: Orang Memberikan Reaksi Terhadap Insentif
Karena orang memutuskan sesuatu dengan membandingkan keuntungan dan biaya, perilaku mereka mungkin berubah ketika biaya atau keuntungan juga berubah.

Berarti orang yang menanggapi adanya insentif. Ketika harga apel naik, orang akan membeli pir lebih banyak daripada apel. Pada saat yang sama, petani apel akan merekrut lebih banyak pekerja dan memanen apel lebih banyak karena keuntungan penjualan apel meningkat. Nantinya akan terlihat dampak harga terhadap perilaku pembeli dan penjual di pasar.

Ketika menganalisis suatu kebijakan, kita harus mempertimbangkan, tidak hanya akibat langsung tetapi juga akibat tidak langsung dan kebijakan terhadap insentif. Jika kebijakan mengubah insentif, maka perilaku orang akan berubah.

Sumber : Principles of Macroeconiomics oleh N. Gregory Mankiw

Penulis Oka Ajyad
Pontianak,
Pendidikan saat ini: S1 Akuntansi Syariah di STEI SEBI

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel