Kriteria Manajemen Bakat Untuk Auditor Syariah

Kriteria Manajemen Bakat Untuk Auditor Syariah

Pertumbuhan sektor keuangan islam di seluruh dunia mengalami perkembangan yang luar biasa. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam berbagai transaksi ekonomi. Perkembangan lembaga keuangan islam yang sangat signifikan yaitu pada lembaga perbankan dan diikuti bidang bisnis islam lainnya. Seiring dengan pertumbuhan produk dan layanan keuangan islam, untuk melengkapi pertumbuhan yang kokoh dalam bidang keuangan islam, maka permintaan tenaga professional yang mempunyai sebuah manajemen bakat yang baik dalam rangka memenuhi keberagaman kebutuhan industri pun meningkat.



 Salah satu bidang yang penting untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat dalam keuangan islam adalah fungsi audit. Menyadari peningkatan permintaan instansi pada posisi  keuangan islam ini, lembaga keuangan islam perlu mengelola dan mengembangkan bakat   yang dimiliki seseorang terkait dengan fungsi audit untuk memastikan bakat langka ini dipertahankan dan tumbuh disebuah instansi. Orang yang menjalankan fungsi audit keuangan islam dikenal dengan Auditor Syariah. 


Di Negara Malaysia, posisi audit internal khusus ini ditugaskan untuk melakukan fungsi audit syariah. Fungsi tersebut digambarkan dalam kerangka tata kelola syariah (SGF), pedoman yang dikeluarkan oleh bank sentral untuk memastikan suatu lembaga menjalankan kepatuhan dan aturan sesuai dengan prinsip syariah.

Kriteria Manajemen Bakat Untuk Auditor Syariah

 Fungsi audit syariah meneliti berbagai kegiatan yang terdapat pada lembaga keuangan islam terkait. Seperti produk, kontrak, transaksi, teknologi informasi hingga manusia didalamnya yang bertujuan untuk memastikan kegiatan dalam lembaga keuangan islam mematuhi syariah. Lingkup pekerjaan seperti ini harus diselesaikan oleh Auditor Syariah.
Manajemen bakat sangat penting bagi organisasi untuk menarik dan mempertahankan bakat  seseorang.

Menurut Garavan, Carberry dan Rock (2012), berpendapat bahwa menarik, memilih, mengembangkan dan mempertahankan bakat sangat penting untuk meningkatkan kemampuan mereka sendiri. Inisiatif yang tepat dalam mengelola bakat dapat mengarah pada pengembangan organisasi yang lebih baik. Selain itu, sepakat bahwa pengetahuan, keterampilan, dan bakat kemampuan seseorang dapat  dikembangkan melalui tugas modifikasi perilaku seperti pelatihan teknis.


Studi lain menemukan bahwa pola pikir bakat membantu organisasi dalam merekrut talenta terbaik untuk organisasi mereka dengan membangun strategi manajemen bakat berdasarkan profil kompetensi yang dimiliki (Tektufekci, 2017).

Karena Auditor Syariah adalah bagian dari audit internal, studi kompetensi auditor internal juga layak untuk dipertimbangkan.

Dalam arti luas, Auditor harus memiliki kompetensi dan kewajiban untuk mempertahankan professional pengetahuan dan keterampilan seperti yang diharapkan oleh pihak yang berkepentingan. Mereka juga harus memiliki Pendidikan khusus, pengalaman, dan keahlian dibidang akuntansi dan audit selain sikap dan perilaku etis dalam pekerjaan. 


Auditor Syariah yang kompeten akan memastikan kualitas pelaksanan fungsi audit Syariah dan melindungi kesejahteraan pemangku kepentingan sesuai dengan syariat agama Islam. Hal ini berawal dari kekhawatiran semua pihak bahwa Lembaga Keuangan contohnya Perbankan, dalam menawarkan produk perbankan memiliki kewajiban kepada agama, selain kewajiban ekonomi, untuk memastikan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh instansi terkait sama dengan ajaran islam.


Kriteria yang mendukung manajemen bakat untuk Auditor Syariah diantaranya masa kerja. Hasil penelitian (Ali and Kasim 2019), menemukan bahwa ada hubungan positif antara masa kerja yang lebih lama dalam audit internal dengan penilaian mandiri kompetensi yang lebih tinggi. Terungkap pula bahwa auditor yang memiliki pengalaman lebih dari lima tahun lebih tinggi kompetensi penilaiannya dibandingkan dengan mereka yang kurang dari lima tahun.


Dalam praktik perekrutan auditor syariah saat ini, Lembaga keuangan Islam lebih suka merekrut staf mereka dari departemen audit internal. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk merekrut lulusan baru. Komposisi kualifikasi auditor Syariah sangat diperhatikan dalam memilih kandidat untuk Auditor Syariah, salah satunya adalah pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman pelatihan di bidang akuntansi, keuangan, perbankan, dan syariah.


Kombinasi pengetahuan ideal, keterampilan dan karakteristik lainnya berguna untuk menghasilkan Auditor Syariah yang kompeten.


Karena jika memiliki pengetahuan namun tidak memiliki keterampilan, itu akan sulit untuk melaksanakan Audit Syariah. Memang ada sebagian orang yang mengatakan bahwa audit Syariah bisa dipelajari, tetapi membutuhkan waktu. Jika hal ini terjadi, memiliki pengetahuan tetapi tidak memiliki keterampilan , maka masih bisa mengaudit berdasarkan pengetahuan yang dimiliki. Namun, jika tidak memiliki pengetahuan, tetapi memiliki keahlian, sulit juga untuk melakukan audit pada hal-hal tertentu, karena tidak tahu apa-apa tentang Syariah. Sulit nantinya untuk memutuskan apa yang akan diperiksa.


Salah satu langkah yang dapat diambil untuk mengatasi kurangnya pengetahuan Syariah diantara Auditor Syariah, yang mayoritas dari mereka berlatarbelakang lulusan non-syariah adalah dengan menyediakan berbagai pelatihan yang berkaitan dengan keterampilan audit, hal-hal Syariah dan produk-produk Syariah baik perbankan maupun non-perbankan.


Mengakui pentingnya mengelola bakat profesi auditor ini, bukan lagi pilihan tetapi suatu keharusan yang tidak bisa diabaikan. Selain  tugas,  kewajiban, dan tanggungjawab kepada pemangku kepentingan atau regulasi tetapi pada akhirnya Auditor Syariah akan mempertanggungjawabkan tugas dan kewajiban mereka kepada Allah SWT sebagai bagian dari tugas mereka sebagai khalifah di muka bumi ini. [Lulu Rizkia Fajrin]


Sumber :

Ali, Nor Aishah Mohd and Nawal Kasim. 2019. “Talent Management for Shariah Auditors: Case Study Evidence from the Practitioners.” International Journal of Financial Research 10(3):252–66.

0 Response to "Kriteria Manajemen Bakat Untuk Auditor Syariah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel