Mengharap Untung Banyak Jadi Buntung - Terjerat Investasi Bodong

Mediasiana.com - Cara investasi yang baik dan benar dapat untung banyak. Sebenarnya yang namanya Investasi ini pasti membawa kebahagiaan dan juga kesedihan, namun kebanyakan dari mayoritas orang melakukan investasi karena sebuah hayalan. Sudah melakukan rincian dan juga penaksiran keuntungan sebelum ikut dalam program investasi, entah itu Investasi Emas, Penanaman saham maupun Investasi Property dan Teknologi.



Masyarakat yang baru tahu tentang Investasi mesti ada yang tidak percaya dan ada juga yang percaya. Lebih-lebih lagi kalau orang yang baru mengenal investasi namun tidak bisa mengendalikan nafsu dan logikanya. Benar-benar sungguh rawan sekali kalau kita tidak bisa mengendalikan nafsu dan logika ujungnya bisa bernasib apes.


Cara terhindar dari investasi Bodong

Berbicara investasi, saya pernah juga mengikuti yang namanya Investasi ini. Ya walaupun saya belum merasakan hasilnya, namun disini saya bertujuan hanya untuk memperdalam dunia bisnis dan juga permodalan. Namun perjalanan investasi saya tidak berjalan lama. Karena sejak awal bergabung saya juga sudah tahu yang namanya risiko investasi ini. Modal yang ditanam bakal ludes, apalagi investasinya dalam dunia digital. Lenyappun dengan mudah.

Dari kegagalan ini saya dapat ilmu, bahwa ketika berinvestasi jangan terlalu mudah percaya sekalipun yang mengajak kita adalah orang yang mempunyai jabatan penting di pemerintahan. Karena sesungguhnya orang tersebut juga tidak bisa menjamin uang yang kita tanam akan kembali dengan seutuhnya.

Kalau investasi ini saya sarankan Kalian harus melihat badan Usahanya. Siapa pengelolanya. Darimana asal orang tersebut dan apakah usaha tersebut sudah terdaftar di Otoritas Jasa keungan dalam negeri (OJK) Indonesia, kalau berada di Negara Indonesia.



Ketika hendak berinvestasi alangkah baiknya mainkan logika kalian, karena oknum-oknum yang nakal atau Penipu mereka sangat mudah menjanjikan sesuatu. Pada tahap awal kalian akan diberi keuntungan atau hasil yang cukup lumayan dari hasil investasi Anda. 

Lanjut, bulan berikutnya Anda akan diberikan bonus, entah itu Bonus Uang, hadiah sepeda motor, emas ataupun barang lainnya. Sebenarnya hal ini tentunya hanya cara mereka untuk menipu Anda. Setelah Anda mendapatkan bonus tersebut kemudian Anda akan ditawari satu program baru lagi dengan sistem keutnungan yang lebih besar dari sebelumnya.

Nah, setelah Anda mendapatkan bonus dan mulai tidak sadar bahwa hal ini adalah hanya permainan mereka, lalu kalian mulai tergoda dan lalai, sehingga Kalian akan menyuntikan modal lagi dengan anggaran yang lebih besar.


Membedakan Investasi Bodong dan Asli

Setelah Uang Anda berhasil terkumpul di tangan para Investor bodong, siap-siap mereka akan pergi entah kemana dengan menggondong Uang kalian.

Para pemain investasi kelas kakap ini pintar, mereka akan melakukan kolaborasi dengan Pemerintah, padahal ini hanya akal-akalan mereka saja. yang jadi kambing hitamnya adalah pemerintah dan juga teman Anda sendiri yang mana merekalah yang menyarankan sistem Investasi ini kepada Anda.



Jadi, agar Anda bisa terhindar dari Investasi Bodong maka ada hal-hal yang wajib di perhatikan seperti :
  1. Badan Usahanya jelas dengan bersistem Hukum
  2. Ada Struktur Organisasi yang jelas (badan usaha besar)
  3. Kantornya jelas "bukan ruangan bodong"
  4. Badan usahanya Terdaftar di OJK dalam Negeri
  5. Produk yang dijualnya Jelas dan Nyata
  6. Tidak banyak memberikan keuntungan dan bonus di awal Bulan Anda Joint
  7. Perhitungan keuntungan tidak terlalu tinggi namun secara kontinue Anda mendapatkan keuntungan "sesuai dengan modal yang di keluarkan"
  8. Tidak banyak janji-janji Manis
  9. Badan usaha yang sudah berjalan lebih 2 tahun
  10. Mempunyai Mitra dan investor banyak

Penutup

Nah, itulah cara kita agar terhindar dari oknum-oknum jahat yang ingin menguras harta kita. Semoga dengan adanya ulasan ini dapat memberikan penerangan buat teman-teman pembaca sekalian. Sekian dan terimakasih, sampaijumpa di artikel yang lainnya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel