Teknik Pengambilan Sampel Penelitian

Mediasiana.com - Teknik pengambilan sampel disebut juga sebagai teknik sampling. teknik pengambilan sampel pada penelitian baik itu skripsi ataupun penelitian sebuah karya ilmiah biasanya menggunakan dua tenik sampel. Pada dasarnya dikelompokkan menjadi dua jenis sampel, yaitu sampel probabilitas dam sampel non probabilitas.

Teknik Sampling Penelitian Skripsi

Teknik Sampling Penelitian Skripsi

A. Pengertian Sampel Probabilitas


Sampel probabilitas (probability sampling) adalah teknik sampling yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dapat dipilih menjadi anggota sampel. Artinya populasi seluruhnya mendapatkan kesempatan yang sama untuk menjadi sampel.

Macam-macam teknik Probabilitas Sampling :

1. Simple random sampling atau pengambilan sampel secara acak sederhana. Pengambilan sampel anggota populasi yang dilakukan secara acak, tanpa memperhatikan tingkatan yang terdapat didalam populasi tersebut. Syaratnya, bila populasi tidak begitu banyak variasinya (homogen) dan secara geografis tidak terlalu meneyebar., serta harus ada daftar populasi (sampling frame). Pengambilan sampel dapat dilakukan dengan cara undian, menggunakan tabel bilangan random, atau dengan alat bantu komputer.


2. Systematic random sampling atau pengambilan sampel secara acak yang sistematis merupakan modifikasi dari simple random sampling (syarat juga sama). caranya dengan menentukan interval sampel yang didapat dari jumlah populasi dibagi jumlah sampel. Selanjutnya dilakukan pengocokkan untuk memilih sampel pertama dari daftar sampel, sampel berikutnya sesuai dengan interval yang didapat. 

Contoh : terdapat populasi dengan jumlah 300 orang, yang dijadikan sampel sebanyak 50 orang. intrerval sampel adalah 300 : 50 = 6, dan nomor undian yang keluar adalah 3 sehingga sampel berikutnya adalah 9, 15, 21, dan seterusnya .


3. Startifed random sampling. Teknik ini digunakan jika suatu populasi terdiri dari dua unit yang memiliki karakteristik berbeda atau heterogen, terdiri dari :

  • Simple stratified random sampling 

Adalah stratifikasi berdasarkan variabel studi. Pemilihan sampel didasarkan pada besar sampel dibagi berdasarkan startifikasi yang ada dengan bantuan tabel acak. Misal VII, VIII, dan IX (3 strata). 

Besar sampel yang akan diambil 105 orang anak sehingga besar sampel untuk masing-masing kelas adalah 105 : 3 = 35 anak yang dipilih secara acak di masing - masing kelas.


  • Propotional startified random sampling

Jumlah sampel diperoleh berdasarkan besar sampel dibagi proporsi stratifikasi yang ada. Misal, penelitian tentang prestasi anak SMP, dengan kriteria anak kelas VII, VII, dan IX (3 starta). Jumlah kelas VII ada 260 anak, kelas VII sebanyak 290 anak, kelas IX sejumlah 250 anak. Jumlah keseluruhan siswa SMP 800 anak. Besar sampel yang diperlukan 105 orang anak yang dipilih secara acak pada masing-masing kelas sesuai dengan proposinya. Jumlah atau besar sampel untuk masing-masing kelas adalah sebagai berikut :

Kelas VII : Jumlah sampel (260/800) x 105 = 43,88 dibulatkan jadi 44 Anak
Kelas VII : Jumlah sampel (290/800) x 105 = 48,94 dibulatkan jadi 49 Anak
Kelas IX : Jumlah sampel  (250/800) x 105 = 42,19 dibulatkan jadi 42 Anak

4. Cluster Sampling merupakan proses pengambilan sampel secara acak pada kelompok individu dalam suatu kelompok (gugusan). Pilihan teknik ini efeisen jika populasi luas sehingga tidak mungkin membuat daftar seluruh populasi. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara menetukan populasi studi berdarakan gugus (cluster) wilayah, , tentukan cluster secara acak yang dibagi lagi ke dalam kelompok secondary sampling unit. Selanjutnya tentukan besar sampel dengan bantuan tabel acak untuk pemilihan sampel. Misal, seorang akan meneliti prestasi siswa SMA di sebuah kota dengan kebutuhan sampel 450 orang. Berdasarkan data dari Suku Dinas Pendidikan setempat terdapat jumlah SMA sebanyak 112. Peneliti mengambil acak sebanyak 15 SMA, berarti agar jumlah sampel sebanyak 450, tiap SMA diambil 30 Anak secara acak.

5. Multistage Random Sampling. Teknik pengambilan sampel dilakukan berdasarkan wilayah secara bertahap bila populasi terdiri dari bermacam-macam tingkat wilayah.

Contoh : tingkat wilayah populasi adalah kabupaten/kota, kecamatan. kelurahan/desa, rukun warga (RW), dan rukun tetangga (RT). Misal, peneliti akan meneliti prestasi belajar siswa SD di sebuah kota yang diwakili kecamatan sebagai sampel. Sampel dari kecamatan terpilih diambil dari beberapa desa terpilih yang diambilkan dari beberapa RW terpilih. Sampel terpilih dari beberapa RW dipilih dari beberapa RT terpilih sehingga pada RT yang terpilih, seluruh pelajar SD yang ada dijadikan responden.

B. Pengertian Sampel Non-Probabilitas

Sampel non probabilitas (non-probability sampling), kebalikan dari teknik probability sampling, artinya tidak memberi peluang yang sama bagi anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.

 Macam-macam teknik Non-Probabilitas Sampling :

1. Sytematic sampling atau sampling sistematis, pengambilan sampel yang menitikberatkan pada urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut lebih dulu.

2. Qouta sampling atau sampling kouta adalah pengambilan sampel secara kouta atau jatah. Contoh : untuk penelitian kesehatan anak diperlukan 150 orang, sampel yang terdiri 75 laki-laki dan 75 perempuan.

3. Purposive sampling adalah pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu dari peneliti sehingga sampel hanya representatif untuk populasi yang diteliti. Misal, peneliti ingin mengetahui kinerja kepala desa dipilih penelitiannya di siatu kabuapten/kota.

4. Accidental sampling adalah pengambilan sampel secara accidental dengan mengambil kasus yang kebetulan ada atau tersedia; berbeda dengan puposive sampling yang telah ditetapkan respondennya.

Contoh : peneliti ingin mengetahui pendapat masyarakat mengenai calon kepala daerah. Pengambilan sampel dilakukan peneliti dengan berdiri di pinggir jalan, selanjutnya menanyakan kepada orang yang lewat.

5. Sampling jenuh adalah teknik pengambilan sampel yang digunakan pada populasi yang semua anggotanya digunakan sebagai sampel. Sampling digunakan pada populasi yang memiliki jumlah relatif kecil atau sedikit, kurang dari 30 orang atau dapat digunakan jika penelitian yang ingin dibuat memiliki kesalahan yang relatif kecil.

6. Snowball sampling adalah teknik pengambilan sampel yang mulanya kecil atau sedikit, kemudian membesar. Sampling snowball menggunakan sampel berdasarkan penelusuran dari sampel yang sebelumnya. Contoh : penelitian korban pengguna faksin palsu, sampai awalnya didapat dari sumber pertama selanjutnya bertambah dari sumber kedua dan seterusnya.

Penutup

Nah, itulah Teknik Pengambilan Sampel Penelitian, semoga ulasan kali ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan kita semua. Mungkin hanya ini saja yang dapat saya sajikan dalam kesempatan kali ini. Buat temen-temen pembaca setia, janganlupa baca juga artikelku yang lainnya dibawah ini, sampai juma di pembahasan yang lainnya. :)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel