Kumpulan Puisi Tentang Kehidupan Karya Teman-teman

Mediasiana.com - Pusi Kehidupan adalah salah satu puisi yang berisi tentang suasana hidup seseorang. Puisi ini lebih cenderung tentang makna bersykur, sedih ataupun tersiksa. Namun puisi kehidupan ini untuk mengeluarkan isi hati seseorang. 

Bagi kalian yang ingin mencari referensi tentang puisi kehidupan, mari simak kumpulan puisi yang sudah saya sajikan dibawah ini..!

puisi tentang kehidupan

Kumpulan Puisi Tentang Kehidupan


Selamat Pagi Kawan

Telah berlalu ku memantapkan niat,
Membasuh muka membelakangi tekat,
Tak lupa jua ujung jari hingga siku kubasahi,
Sebagian kulit kepala kuusap,
Sejurus kemudian kedua daun telinga,
Kaki kujulur,

Tangan menggayuh gayung dan ku banjari sebatas mata kaki,
Semua dengan tertib tanpa ragu menggerogoti,
Kepala menengadah menatap langit telapak tangan merebah,
Saat itu pula terucap hamdalah,

Ku rangkai tembakau berjajar,
Berlanjut kutabur cengkeh berwadah plastik bertuliskan Pak Ayem,
Menyalakan api mengiringi kecauan burung nan permai,
Dan itu pula ku jalani usai taqorrub Ke Ilahi...

Dan masih degan bersandar didinding kursi,
Kurayuk sebuah roti tanpa hidangan pahit manisnya kopi,
Kuucap "Selamat Pagi",
Tuk sahabat di Kumpulan Puisi...


Bunga puskesmas
Penulis : Maxonius Redo

Terkagum rasa pagi ceriaku
Tersentak girang hati tersorak
Senyum tulus bunga2 puskesmas
Tulus melayani pasien

Sapa senyum salam
Berkibar jernih
Beralun sayuh

Menghias ruangan


Perubahan 
Penulis : Natasya Christina

Ibaratkan pindah rumah
Meninggalkan rumah lama
Pindah ke rumah baru
Meninggalkan barang lama yang sudah usang
Dan pergi hanya dengan barang yang masih layak pakai
Meninggalkan suasana lama
Beralih ke suasana baru

Sama seperti hidup ini
Hidup ini pun berubah
Menepis masa lalu
Dan melangkah menuju yang baru
Memang rasanya tidak mudah
Tuk melupakan masa lalu
Tapi..
Hidup ini terus berjalan
Roda kan terus berputar
Tak cukup hanya menjebak diri dalam masa lalu
Dan tak bisa terus tertidur dalam mimpi , berharap pangeran kan menjemput

"Di Pagi Hari"
Penulis : Woro Sembodo

Malam masih terasa remang
Ku telusuri jalanan beberapa gang
Tiada lagi lalu lalang orang
Hanya sepi
Ya terasa sepi
Bahkan
Beberapa rumah yang ku singgahi
Kosong tak berpenghuni
Kemana mereka pergi
Di sa,at bajuku telahlusuh
Dan terompahku hampir putus
Meski ragu
Mau tak mau
Aku maju
Di terpa remang cahaya lampu
Di bawah pohon jambu
Ku lihat dia si gadis ayu


Sajak Pagi
Penulis : Natasya Christina

Ku masih saja terlelap
Dalam dekapan hangatnya selimut asa

Tak peduli dengan pagar tetangga yang sibuk memaki-maki
Begitu pula klakson mobil yang sejak tadi menjerit-jerit

HandphoneKu ikut bernyanyi
Bersekongkol tuk mengusik tidurku

Bocah duduk manis depan televisi
Menimbulkan suara bising

Disusul bunyi pintu yang berdendang
Dan suara khas yang tak asing di telingaKu
Memanggil namaku


Dengan berat hati kuucapkan "selamat tinggal selimut asa"



Malam mencekam
Penulis : Natasya Christina

Malam sunyi sendu mencekam
Dalam ruang sepi tak berteman
Kurebahkan tubuhku dalam pekatnya gelap malam
Bola mataku bergerak tak berarah
Tapi tak jua terlelap
Angin sepoi-sepoi bersiulan beriringan
Menusuk satu persatu tulang di tubuhku
Pohon-pohon menari dengan gembiranya seolah sedang berpesta
DUARRR......
Gemuruh dahsyat dari langit memekakkan telingaku
Angin yang semakin kencang menerpa tubuhku
Seolah-olah menyuruhku untuk pergi
Debu-debu berlari menghampiriku
Seolah tak senang dengan keberadaanku

Ya Allah semoga ini bukan pertanda buruk


Kutemukan Cintaku di Malam Purnama
Penulis : Moeng Wayank II

Di bawah purnama kala itu ku mengenalmu...
Pepohan karet berkrliling ria menyambut kita...
Semak semak berbisik kepadaku..
"Dekatilah, kenalkan dirimu. Nikahilah dia".
Berlalu lalang angin malam mencubit tulang belulangku.
Tak hiraukan daging dan kulit yg membungkus...

Di bawah purnama kala itu...
Kuota peserta menerobos gulita kebun karet lereng gunung...
Ku tak hiraukan itu...
Sorot mataku memanggil hatimu..
Hatimu diam senyummu mengembang...
Kupinjam mulut orang tuk mengelmu...
Kupinjam pula mata orang tuk melihatmu...

Dan Nama terindahmu kukenal.
Bahkan aku tulis dalam jurnal hatiku "Aku kan mempersuntingmu".

Di bawah purnama kala itu...
Menjerit tubuhku..
Berdetak nuraniku..
Menggigil tanganku...
Saat kau perlahan melewati sesosok aku...
Kepalaku tertunduk..
Mukaku tersipu...

Purnama itu seolah memberi kabar...
"Ukirlah cintamu di pohon karet",

Kini Aku dan Kamu Menjadi kita...
Berputri Cantik Imut Ceria...
Dua puluh lima hari ku mengenalmu...

Tanpa berbasi kau menerimaku tuk jadi imammu...


Tirai sutra antara kita

Teruna kesumahati
Netraku binar akan hadirmu
Saliva ku kelu bila tiba rindu ini
Degup kencang irama jantungku
Tatkala langkah tegapmenghampiri

Gempita sukmaku...membuncah rasa hatiku
Namun tersentak seketika saat muncul tirai
Antara aku dan dirimu....Tirai sutra itu
Selamanya takkan pernah pergi
Batasi Dan halangi bersamamu
Oh....inikah yang dinamai

Aku tak harus memilikimu


HAWA DIINGIIIIN
Penulis : Woro Sembdo

Inilah yang dibawa angin
Malam ini dan kemarin
Bahkan kemarin nya kemarin
Bahkan kemarin nya bulan kemarin
Selimut rintik rinai hujan
Erat mendekap angan
Tak ayal jua
Aku terlambung khayal lama
Kita ketika masih berdua
Terasa halus dalam dada
Menancap kuat meski ternyata...
..............
Tapi itu dulu ketika antara kita
Ketika masih ada canda
Masih ada tawa
Hanya karena secara tak sengaja
Kau dan aku berkata yang sama
8 anak cukup saja...
Dan hhhhhhh
Sontak tertawa bersama
Aku yang menunggu

Melihatmu


Persahabatanku yang Hancur
Penulis : Sriardana Nms

Kemana ia yang katanya selalu ada?
Satu demi satu meninggalkan
Ntahlah aku tak tahu apa yang sedang terjadi diantara kita
Kucoba melawan amarah
Namun,semua hanya kesia-siaan semata.
Sunyi senyap dalam lamunanku
Kini kuhanya berharap hadirnya sosokmu kembali
Apakah mungkin kisah kita akan terulang kembali?
Bagaimana mungkin aku bisa memperbaikinya?
Kini hanya sisa dari kenangan
Merindukan canda tawa
yang hilang secara perlahan.
Jika kita tak bisa kembali
Kuharap kehidupan kita masing" ini bisa membahagiakanmu
Terimakasih uda menemaniku sampai saat ini.

You're my best friend

"Hatiku"
Penulis : Woro Sembodo

Ketika rasa itu
Terlanjur pergi
Kemana lagi
Ku harus mencari
Ketika hati sering
Tercabik rasa kecewa
Hampir tak bisa lagi percaya
Adanya rasa cinta
Terlalu dalam
Ku telan rasa kasmaran
Dan kini
Terlalu sulit
Untuk mencintai
Tanpa alasan

IBUKU
Penulis : Kartini

Sosok yang selalu
Ku nanti..
Kau bagaikan materi yang selalu kunanti.
Kau adalah, materi yang ku tunggu disetiap mata pelajaran lain,Namun hati ini ,jiwa ini,diri ini kerap kali gemetar hingga hilang arah ingin kemana!!.
Akan tetapi, hati ini,jiwa ini,dan diri ini selalu saja menunggunya..
Karena sebuah hubungan yang sudah jelas takkan pernah bisa putus , hingga akhir hayat.
Kau adalah sosok yang kukagumi dari sekian materi .!!
Kau adalah ibu, yang meski diri ini kerap kali melupakan mu
Namun kau tak pernah melupakan,anakmu ini yang telah melupakanmu.!!!
Aku hanya berharap, suatu hari nanti Allah SWT membalasnya sebab ku tau diri ini takkan pernah bisa membalasnya..
Takkan pernah bisa!!!
Menyayangi, mencintai,dan melindungi seperti kau melakukan semuanya.
Wahai sang ibu.


Nasi goreng
Penulis : Natasya Christina

Kala pagi buta menghampiri
Beribu jiwa masih asik bermain dalam mimpinya
Belum ada seekor burung pun bersiul
Hanya kesunyian yang menikam
Pagi-pagi buta
Perutku meraung-raung
Ohh....nasi goreng
Aku menginginkanmu
Dengan telur ceplok di atasnya
Bumbu dengan irisan bawang yang harum
Kecap yang coklat dan manis
Tambahan kaldu yang lezat
Minyak yang menggurihkan
Apalagi daging ayam yang menggoda
Dengan tambahan timun dan acar
Ohh...
Nikmatnya...

Menyambut kebahagian
Penulis : Moeng Wayank II

Siulan burung-burung terdengar jelas,
Kokokan pejantan tangguh menggagahkan dri,
Kuk geruk burung Puter memerdu dibalik jeruji kandang,
Ahhh...
Melodi ini membuatku nyaman tuk memimpi,
Tapi mentari itu semakin mndekat..
Seolah guling dilarangnya untuk kupeluk erat.
Terdiam kuatas rebahan,
Menatap langit hitam genting bergandengan.
Wherrrrrr...
Ahhh...
Lagi lagi deruan bising mengalihkan uasana...
Tersentak tubuh ini tuk melihat bintang,
Namun dia terburu pamit pulang dengan sopan,
Kutersenyum lepas,
Ternyata sang bintang datang disenja,
Pagi yg bermelodi menyejukkan hati,
Nikmat manakah yang kau dustai pikirku...
Kala kulihat segelas kopi duduk manis dimeja hidangan..
Dan sang istri tersenyum manis bak bidadari.
Lengkap sudah sandiwara pagiku...

"Hidupku"
Penulis : Feliya Irma Gustina

Kenapa semesta begitu kejam malam ini,
Memaksa untuk kembali merindu
Menyuruh untuk kembali mengingat,,
Aku lelah tuhan,
Bila harus bertemu lagi dengan rindu
Aku bosan, bila berkawan akrab dengan kesunyian..
Untukmu, ayolah apa salahnya sedikit mencintaiku


Pertemanan ataupun Pershabatan
Penulis : Sriardana NMS

iya itu semua akan sirna ditelan waktu.
Jika tak diimbangin dengan dunia maupun akhirat.
Kebanyakaan dari kita,artian sahabat ia yang selalu ada disetiap kita membutuhkan.

Kalau hanya dipikir.
Benar ini juga termasuk,sahabat rela suka maupun duka akan selalu ada .
Tapi,apakah engkau tak mengetahui?
Sahabat sejati ia yang selalu berani menegur kita dalam kesalahan.Ia tak akan membiarkan kita terjatuh kedalam lubang yang salah.
Jika,ada sahabat yang menasihati untuk hubungan kamu dengan pacar kamu supaya langgeng,supaya romantis.
Itu semua bukan termasuk sahabat sejati.

Karena apa?
Karena,sahabat yang sejati justru ia yang akan melarang kamu untuk berpacaran apalagi mendoakan supaya langgeng.
Tapi,jika sahabat sejati ia akan menyuruh kamu agar lebih baik cepat pada pasangan yang sah,ketimbang berlarut-larut dalam kebinasaan.

Pertemanan yang hanya didunia ia akan pudar.
Terpecah belah seiring berjalannya waktu.

Namun,pertemanan yang ahli didunia maupun diakhirat.
Justru,ialah sosok yang harus dipertahankan.
Kenapa?
Karena,ialah yang selalu ada dikala suka maupun duka.
Ia akan mengajak dan menghantarkanmu menuju surga-Nya kelak.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel