50 Pantun Banjir dan Pantun Hujan Turun Deras

Mediasiana.com - Pantun banjir, Kumpulan Pantun Banjir, Pantun Hujan, Pantun Hujan Turun Deras. Pada kesempatan ini saya akan membagikan pantun banjir dan juga pantun turun hujan deras. Untuk itu silahkan teman-teman simak dibawah ini..!

Banjir adalah salah satu bentuk bencana alam yang marak terjadi dimana-mana, baik itu di Kota ataupun di daerah desa yang dekat dengan sungai dan kawasan rawa-rawa. Banjir bisa datang kapan saja dengan seiring kodisi alam yang tidak bersahabat. Banjir akan mudah terjadi jika rawa-rawa berubah menjadi gedung bertingkat dan lahan-lahan terbuka berbuah menjadi bangunan beton ataupun gedung pencakar langit.

pantun banjir

Hujan adalah anugerah terindah dari Tuhan untuk makhluknya dibumi ini. Hujan membawa berkah namun bisa juga banjir datang karena hujan. Dan banjir disebabkan karena ulah tangan manusia yang merusak alam. Hujan adalah rahmat dan membawa nikmat bagi alam dan juga makhuk yang ada di bumi.

Pantun Banjir


Hujan turun ada petir,
Naik delman dekat pak kusir.
Musim panas susah air
Musim hujan terkena banjir.


Sejuk-sejuk tertiup angin,
Burung nuri terbang melayang.
Hujan turun udara dingin,
Paling enak dipeluk yayang.


Rumah mewah ada piano,
Anak kecil giginya tanggal.
Begini nasib jadi jomblo,
Hujan turun meluknya bantal.


Susu energi dari milo,
Diminum oleh tukang cangkul.
Memang kasian jadi jomblo,
Kedinginan memeluk dengkul.


Bangunan liar kena gusur,
Pindah rumah menuju hilir.
Tidur nyenyak di atas kasur,
Rupanya tidur di atas air.


Kebun luas ditanam kentang,
Tumbuh satu pohon pinang.
Kalau banjir sudah datang,
Pikiran panik hati tak tenang.


Masak bebek di kuali
Rambut panjang hendak dikuncir.
Kalau rumah di pinggir kali,
Musim hujan siap-siap banjir.


Harum-harum aroma melati,
Suhu dingin tidur di bedeng.
Hujan turun tak henti-henti,
Air naik ke atas loteng.

Binatang Kecil itu undur-undur,
Ubi enak namanya kentang.
Malam-malam lelap tertidur,
Tahu-tahu banjirnya datang.


Kepala pusing berdenyut-denyut
Beli obat di toko mana.
Kasur hanyut mobil hanyut,
Sudah takdir, harus diterima.


Beli baju hari selasa,
Tulis surat di mana pena.
Mungkin kami banyak dosa,
Sering ditimpa oleh bencana.


Jalan-jalan ke Pulau Bali,
Kasur busa berisi jerami.
Sering buah sampah ke kali,
Kali memberi banjir kepada kami.


Hutan rimba tempat rusa,
Tanduk di atas kereta kencana.
Kalau negeri banyak dosa,
Di sana akan banyak bencana.


Naik kuda di atas pelana,
Padi dipanen isinya hampa.
Kita berlindung dari bencana,
Moga-moga tak menimpa.

Dari kiri menuju kanan,
Dari maksiat menuju iman.
Ingin makan tak ada makanan,
Moga-moga ada kiriman.


Pergi ke kota naik kereta,
Sayang terasa sakit kepala.
Mari bantu saudara kita,
Ikhlas hanya mengharap pahala.


Kalau luka terasa pedih,
Mari obati dengan bidara.
Bencana datang jangan bersedih,
Mari bantu sesama saudara.


Pagi hari pergi ke pasar,
Beli bawang beli kencur.
Banjir bandang bencana besar,
Pohon dan rumah bisa hancur.


Hari gelap ketika petang,
Langit hitam tanda mendung.
Kalau bencana sudah datang,
Kemana pula hendak berlindung.


Masak mie masak bihun,
Orang kaya orang tajir.
Membangun rumah bertahun-tahun,
Hancur seketika karena banjir.


Siang hari makan ketan,
Ketan hitam enak rasanya.
Bencana adalah peringatan,
Agar insan kembali pada-Nya.


Jalan-jalan ke kota Sentul,
Rumah terbakar terlihat asap.
Hutan hijau kini gundul,
Air hujan tak meresap.


Ikan berenang dalam kolam,
Baju baru diberi pita.
Kalau kita merusak alam,
Alam kan merusak milik kita.

Pergi ke laut hendak menyelam,
Dari pasar beli celana.
Jaga selalu kelestarian alam,
Supaya hidup jauh dari bencana.


Tinta hitam dalam pena,
Kancil berteman dengan rusa.
Jangan mengundang bencana,
dengan maksiat dan dosa-dosa.


Bunga mawar banyak duri,
Mekar satu di pucuk dahan.
Mari kita introspeksi diri
Telah lupa peringatan Tuhan.


Mari main kora-kora
Air penuh hingga tumpah.
Wahai saudara-saudara
Sungai itu bukan tempat sampah


Jangan suka mengucap sumpah,
Sumpah pedagang di dalam pasar.
Kalau sungai penuh sampah,
Hujan kecil banjirnya besar.


Malam malam pergi menonton,
Sambil makan kue ketan.
Mari kita menanam pohon,
Air terserap walaupun hujan.


Pohon kelapa tempat si ketam,
Turun pohon pergi ke hutan.
Sungai jernih kini menghitam,
Penuh dengan berbagai polutan.


Monyet suka makan pisang,
Lebah hinggap di atas kembang.
Kampung yang asri kini gersang,
Banyak pohon yang ditebang.


Sungguh lezat biji selasih,
Tumbuh banyak di tengah taman.
Jika kota kita bersih,
Akan terasa sangat nyaman.


Mata mengantuk hingga lena,
Hutan gunung si pohon kina.
Jika sampah di mana-mana,
Banyak penyakit banyak bencana.


Elang putih melesat terbang,
Kancil kecil dalam kandang.
Jaga hutan jangan ditebang,
Agar jangan sampai banjir bandang.


Jangan berbuat sia-sia,
Nanti menyesal di hari tua.
Semua memang salah manusia,
Karena serakah terhadap dunia.

Pantun Hujan


Kakek tua membaca koran,
Rumah kecil di tepi rawa.
Banjir sekarang jadi pelajaran,
Dunia ini kan hilang jua.


Gunung tinggi tempat berkelana,
Rumah terpencil suku sasak.
Sangat sedih tertimpa bencana,
Terkena banjir rumahpun rusak.


Sungguh indah kota Palu,
Pergi ke satu belum pernah.
Kirim bantuan pada yang perlu,
Titipkan pada yang amanah.


Masuk hutan jangan tersesat,
perahu sampan masuk ke selat.
Kalau di negeri banyak maksiat,
Bencana datang secepat kilat.


Kota Jogja banyak salak,
salak besar warnanya hitam.
Pada alam tidak berakhlak,
Akan datang bencana alam.


Dahan kering dipatahkan,
pohon tua banyak duri.
Jangan saling menyalahkan,
Mari sama-sama muhasabah diri.


Hati sepi rasa merana,
Sangat sedih sepenuh rasa.
Hujan turun jadi bencana,
Mungkin karena banyak dosa.


Warna putih sayap angsa,
datang menyengat kawanan lebah.
Jika penduduk negeri bertakwa,
Pasti hidup mereka penuh berkah.
.

Negeri afrika banyak gurun,
Negeri kita banyak melati.
Dari malam hujan turun,
Sudah pagi belum berhenti.


Kapuk dari pohon randu,
Mangga kecut namanya kemumu.
Hujan rintik suansa syahdu,
Paling enak ngobrol sama kamu.


Panjang ekor ikan pari,
Pergi ke pantai pakai topi.
Hujan turun pagi hari,
Nyantai dulu sambil ngopi.


Jalan-jalan ke kota Mekah,
Jangan lupa ke Madinah.
Moga hujan jadi berkah,
Suburkan ladang juga sawah.


Padang pasir namanya gurun,
Tempat burung menaruh telur.
Kalau hujan masih turun,
Tarik selimut, yuk kita tidur.


Kaki sakit berjalan lambat,
Hendak memetik buah tomat.
Hujan turun sangat lebat,
Moga semua tetap selamat.


Irian cederawasih,
Bangun tidur sikat gigi.
Cukup sekian terimakasih,
Saya mau tidur lagi.

Penutup

Nah, itulah kumpulan pantun tentang Banjir dan juga Turun hujan, semoga bermanfaat. Dan janganlupa baca juga pantun yang lainnya dibawah ini, sampai jumpa di pantun yang lainnya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel