500 Pantun Jenaka Koleksi Terbaru Tahun 2020

Mediasiana.com - Pantun Jenaka Lucu, Gokil, Romantis, Sindiran dan Nasihat Koleksi Terbaru Tahun 2020 akan saya sajikan secara gratis, pantun ini saya kumpulkan dengan ragam unsur cerita dan makna. Semoga dengan hadirnya pantun jenaka ini dapat menghibur hidup Anda. Pantun ini saya dapatkan dari berbagai sumber yang tidak bisa saya cantumkan, karena banyaknya karya yang dibuat oleh beberapa orang. Dan semoga dengan hadirnya kumpulan pantun jenaka ini dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Pantun jenaka ini juga cocok untuk segala kalangan usia, baik itu remaja, anak-anak, orang tua bahkan sampai para lansia.

Bagi teman-teman yang sudah tidak sabar lagi untuk membaca koleksi pantun jenaka ini, silahkan Anda lihat kumpulan pantunnya dibawah ini, semoga Anda terhibur dan selamat membaca..!

Pantun jenaka

Pantun Jenaka Terbaru


Sengaja saya sajikan banyak Pantun, agar teman-teman nantinya bisa bebas memilih pantun dengan ragam kata-kata yang lucu dan unik. Dengan ragam fariasi kata ini semoga dapat menjadi rujukan pantun buat teman-teman semua.

Kumpulan Pantun Jenaka Tahun 2020


Mata bengkak semakin sayu
Siput terlupa bawa cangkang
Mengapa engku berhenti merayu
Rupanya istri hadir di belakang


Danau indah air nan bening
Jala dibentang ikan terjaring
Bagaimana istri mu tak menjadi pening
Dipanggil tuk pulang tak bergeming


Lebuh raya kota bersegi
Tempat tamasya dara teruna
Heboh ketawa orang tak bergigi
Ibarat rumah tanpa pintunya


Anak Minang datang bersepatu
Masuk ke kamar bersesak-sesak
Alangkah geli rasa hatiku
Melihat nenek bergincu berbedak


Ditiup angin bunga semalu
Kuncup daun bila berlaga
Berlogat kampung kononnya malu
Sambal terasi dilahap juga


Orang Rengat menanam betik
Betik disiram air berlinang
Hilang semangat pemilik itik
Melihat ayam lomba berenang


Tanam jerangau di Bukit Tinggi
Mati dipijak anak badak
Melihat sang bangau sakit gigi
Gelak terbahak semua katak


Singapura luar berawan
Kapal karam di Tanjung Peringin
Tua bangka beristerikan perawan
Macam beruk mendapat cermin


Lagu tiga kupang,
Saku penuh padi,
Bila terima gaji kurang,
Jangankah pergi ke meja judi


Jalan-jalan ke Talang Betutu
Pergi juga mengumpul batu
Jangan adik ketus begitu
Siapa tau esok padaku mau


Di sana kosong di sini kosong,
Tidak ada batang tembakau.
Bukan aku berkata bohong,
Ada katak memikul kerbau.


Kalau ketam pergi ke rawa,
Lintah turun ke dalam kali.
Kalau monyet sedang tertawa,
Mukanya pasti lucu sekali.


Bambu rotan dibuat kursi,
Rumput ilalang menjadi atap.
Sejak ayam jadi polisi,

Banyak elang yang tertangkap.


Asam kandis asam jawa,
Satu peti dalam kereta.
Walau nenak sudah tua,
Hati atuk tetap cinta.


Laba-laba dalam gua,
Kalau terbang terdengar bunyi.
Nenek sedih jadi tertawa,
Melihat kakek sedang bernyanyi.


Pintu hancur dinding belah,
Bola satu jatuh ke kolam.
Terburu-buru ke sekolah,
Lupa hanya pakai celana dalam.


Pahlawan perang lawan Belanda,
Kakek santai baca koran.
Memang dia rada-rada,
Kepala botak sukanya sisiran.


Jendela kaca mudah pecah,
Kunci rumah dibawa sopir.
Badan gemuk kaya gajah,
Kalau kentut kaya petir.


Burung hinggap di atas tiang,
Terbang satu melayang-layang.
Badan kurus makin peyang,
Ditiup angin pasti goyang-goyang.


Ulat tua jadi kepompong,
Ada satu dekat sumur.
Ada enaknya bergigi ompong,
Kalau tertawa sambil menyembur.


Sudah malam nyalakan lampu,
Buku di lemari acak-acakan.
Katanya kelas sudah disapu,
Kenapa sampahnya masih berserakan.


Ranting tua mudah patah,
Badan sakit minumlah jamu.
Ayo kita bersih-bersih sekolah,
Sebersih cintaku kepadamu.


Lepas burung dari tangan,
Burung merpati makan ketan.
Yang membuang sampah sembarangan,
Mungkin pacarnya orang utan.


Jangan suka mengambil kelapa,
Banyak semut di pohonnya.
Jangan suka menanam cinta,
Lebih baik menanam bunga.

Sungguh segar minum selasih,
Minum selasih di waktu siang.
Semenjak kamu hidup bersih,
Hatiku ini semakin sayang.


Kereta berangkat ke kota solo,
Berhenti sebentar makan durian.
Sungguh susah nasib jomblo,
Orang bermesraan aku gemetaran.

Bunga layu genggam di tangan,
Balon diisi semakin ringan.
Kalau pergi ke tempat kondangan,
Hati sedih lihat yang gandengan.

Katak rawa pandai melompat,
Getah karet memang lekat.
Aku tidak butuh coklat,
Yang kubutuhkan kita akad.

Adat bestari suku Melayu,
Takkan hilang badai melanda.
Ada orang datang merayu,
Yang dirayu ternyata janda.

Air naik tinggi sebetis,
Kena air tumbuh kudis.
Aku ini orangnya romantis,
Kalau makan ingin gratis.

Memang indah burung gelatik,
Perut lapar rasa kempong.
Kamu itu memang cantik.
Cantik-cantik giginya ompong.


Belalang kupu jadi kepompong,
Anak kucing main di kolong.
Masih kecil giginya ompong,
Mirip dengan nenek rempong.

Ayam bangun masih pagi,
Cahaya hilang terlihat kelam.
Jangan malas sikat gigi,
Sikat pagi dengan malam.

Mari main undur-undur,
Lalat kecil namanya laler.
Ada anak suka tidur,
Kalau tidur sambil ngiler.

Daun hijau daun lontar,
Beli kecap gambar bango.
Katanya kamu pintar,
Ditanya planga plongo.

Kue poci dalam nampang,
Cari daging dapat tulang.
Percuma wajahnya tampan,
Belajar malas bukan kepalang.


Angin beliung suka berputar,
Angin kencang namanya topan.
Untuk apa otaknya pintar,
tapi orangnya tidak sopan.


Walau kulit banyak duri,
Buah durian sedap sekali.
Kamu itu seperti bidadari,
Tapi sayang malas mandi.

Minum sirup dari gelas,
Ambil kue, kue talas.
Semua bersihkan ruang kelas,
Kecuali monyet yang malas.


Mata kecil bulunya lentik,
Bercahaya seperti lampu.
Walau kamu wajahnya cantik,
Untuk apa tak bisa nyapu.

Baju batik ada di kolong
Kamu cantik tapi ompong

Pantun Jenaka Romantis


Jual kresek di hari senin
Kamu pesek tapi ngangenin


Di pasar banyak pepesan
Sudah besar kok ingusan
Orang Batak makan pukis
Kepala botak suka menangis

Perahu kecil sudah berlabuh,
Dari Malaka ke negeri Sabang.
Rela Abang merantau jauh,
Agar pulang membawa uang.

Rumah mungil punya kolam,
Burung elang suka terbang.
Bekerja susah siang dan malam,
Semua demi adik tersayang.

Bukan kembang bukan terigu,
Hanya daun dibuat jamu.
Jangan bimbang jangan ragu,
Abang pulang kan melamarmu.

Dari udik pergi ke kota,
Burung nuri terbang ke rawa.
Kukira adik di sana setia,
Rupanya tega adik mendua.

Dari mana datangnya lintah,
Dari sawah turun ke kali.
Dari mana datangnya cinta,
Dari mata turun ke hati.

Dari mana datangnya lintah,
Dari sawit turun ke peti.
Dari mana datangnya cinta,
Dari duit turun ke hati.

Terbang tinggi jauh melayang,
Lepas nuri dari kandang.
Banyak uang bilang sayang,
Tak ada uang Abang ditendang.

Bunga mawar pohon berduri,
Air manis di atas baki.
Dasar perempuan tak tau diri,
Maunya hanya duitnya si lelaki

Layang-layang dari kota,
Kota jauh tempat kain.
Kusayang-sayang kucinta-cinta,
Pas nikah sama yang lain.

Jalan kaki ke atas bukit,
Kayu terbakar menjadi arang.
Bagaimana hati tak sakit,
Orang yang disayang diambil orang.

Pagar rumah dari besi,
Masak rendang pakai panci.
Kirain cewek yang seksi,
Tak taunya cuman banci.

Badan berkeringat kepanasan,
Dari Bali ke Pulau Lombok.
Nasib jomblo memang mengenaskan,
Sering ngobrol sama tembok.

Kapal laut Dewa Ruci,
Kuat hadapi ombak lautan
Kukira kembang bersih suci,
Rupanya sampah di jalanan.

Batik memang kain batik,
Dipakai anak berpipi gembil
Cantik memang wajahnya cantik,
Sayang orangnya suka mengupil.

Hujan turun hanya gerimis,
Air turun ke kali lebar.
Putus cinta terus menangis,
Menangisi utang yang belum dibayar.

Kain sutra berwarna ungu,
Orang sakit minum jamu
Setelah bertahun aku menunggu,
Di pernikahan ini akhirnya kita bertemu.

Mata bukan sembarang mata,
Mata biru bulunya lentik.
Cinta bukan sembarang cinta,
Cinta untuk perawan cantik.

Kucoba-coba mengambil manggis,
Manggis didapat hutang bayarnya.
Kucoba-coba merayu gadis,
Gadis kudapat, kutangnya saja.

Putih bersih warna awan,
Duduk bersimpuh amat teduhnya.
Maksud hati mengejar perawan,
Sudah nasib dapat emaknya.

Hitam putih warna panda,
Hujan gerimis belum reda.
Gadis manis memang menggoda,
Apalagi emaknya masih janda.

Ikan sudah, terasi sudah,
Yang belum ambil lah saja.
Bunga sudah, puisi sudah,
Yang belum hanya mobil-nya saja.

Siang malam kukejar kandis,
Asam kandis dibawa tokek.
Siang malam kukejar si gadis,
Gadis hilang dibawa si kakek.

Walau gajah bersembunyi,
tak kan hilang tertusuk duri.
Walau wajah jelek begini,
Yang penting pasangannya bidadari

Jalan-jalan ke tanah Batak,
Dapat uang di dalam kotak.
Biarpun Abang kepalanya botak,
Cintaku padamu tak pernah retak.

Paling enak minum selasih,
Tanam selasih di kebun subur.
Mobil dikasih uang di kasih,
Sudah dikasih malah kabur.

Walau lumpur dari rawa,
Yang penting dapat kacang lada.
Walau usia sudah tua,
Yang penting kan dapatnya muda.

Memang renyah kacang-kacangan,
Oleh-oleh dari kota Padang.
ngakunya masih bujangan,
tau-tau cucunya sudah segudang.

Sudah nasib mendapat manggis,
Bukan dapat buah kokosan.
Sudah nasib dapatnya gadis,
Tiap malam nafas ngos-ngosan.

Kalau sumur dekat rawa,
Mandi dulu jangan ditunda.
Kalau umur sudah tua,
Memang “pas” dapat janda.

Walau terbang kakak tua,
Kan pulang jua ke pulau Jawa.
Walau aku sudah tua,
Yang penting istrinya dua.

Kancil lari mengejar lutung,
Sarang burung indah menggantung,
Burung manyar dari Selatan.
Kalau nasib lagi beruntung,
Cari janda dapatnya perawan.

Pantun Jenaka Sindiran


Harimau telah semakin sombong
Suka menghina yang jelak
Masih kecil telah ompong
Mirip bersama dengan nenek-nenek

Lebar sekali daun talas
Untuk menaikkan daun talam
Makanya jangan suka malas
Sikat gigi pagi dan malam

Kancil cari undur-undur
Mencarinya muter-muter
Ada anak suka tidur
Sambil ngorok sambil ngiler

Prasasti di daun lontar
Ada kecap cap bango
Ada anak sok pintar
Ditanya planga-plongo

Jari sakit dikarenakan luka
Lukanya sangatlah besar
Ini contoh pantun jenaka
Untuk anak sekolah dasar

Selalu menang tidak kalah
Kancil tetap menjadi juara
Pantun jenaka anak sekolah
Untuk kelas empat kelas lima

Sungguh sedap makan ketupat
Kiriman berasal dari kakak ipar
Kami anak kelas empat
Rajin studi dan pintar-pintar

Satu titik dua koma
Anak monyet memanfaatkan gincu
Lihat anak kelas lima
Suka ngebanyol dan melucu

Kain robek kami jahit
Robek dikarenakan perihal kawat
Saya telah 10 bait
Berapa bait yang kamu buat?

Panas-panas kota Jakarta
Akibat pemanasan dunia
Bila mendambakan lulus sarjana
Tidur malam tanpa celana

Awalnya bersua artis tara
Artisnya bersuara merdu
Bila rindu merasa membara
Itulah tanda cinta berpadu

Jambu merah
di dinding
Jangan marah
just kidding

Nasi uduk tetap anget
Beli nye di tepi jalan
Yang kembali duduk manis banget
Boleh ga kite kenalan

Berjalan ke atas rotan
Liat bawah air ya kering
teringat adek di kala makan.
air mata jatuh ke piring.

Mangga muda jangan dibeli,
karena rasanya asam sekali.
Kusangka dia tetap sendiri,.
Ternyata udah memiliki 6 suami

Tanam pete dipinggir kali
petenya lari gak tau diri
Jangan miscall aja kalo berani
Telpon gue kalo memiliki nyali

Butik berisi plaminan
Kotak malang melintang
Cantik tdk jdi jaminan
Ahlak yg di cari orang

Sekolah melacak bebek
Topi kotak di dlm butik
Biarlah berwajah jelek
Tapi ahlak berwajah cantik

Membeli pakaian dihari minggu.
Baju dibeli di dalam pasar,.
Ingin peluk dirimu namun aku tak mampu.
Karena badanmu amat besar

Meminum jamu sambilah berdiri.
Di seduhnya cepat berduduk dibangku.
Bilanya hati kamu masi sendiri.
Berikanlah area untuk diri aku.

Pantun Jenaka Percintaan


Naik keatap memakai lamborjini
lamborjini bekas pakain pita
Cobalah tatap mata aku ini
aKan engkau bisa satu berkas cinta

Pasar Banjar ada dikota
Perginya belanja mempunyai uang saku
Bilanya kau di kejar cinta
Sembunyilah dalam hati aku

Radionya Didalam diPasar Slipi
Rawanya Buaya Pasarnya Cipaku
Tadinya dimalam ku bermimpi
Luna Maya menjadi jodoh aku

Disana gunung di sini gunung.
Tengah – tengahnya pohonnya jati.
Betapa hatiku tengah terbingung
Menunggunya jawaban sijantung hati.

Adanya burung cendrawasih.
memakan duku samppai modar.
percayalah terkasih
kasih dan sayang aku tak dapat pernahnya pudar.

Adanya orang duku dijitak
di jitak bersama dengan orang Botak
selama jantung aku masi berdetak
cinta aku ta dapat terluluh lantak.

Janganlah pernah keselokan
nantinya kotor di tertawakan
janganlah pernah meragukan
berjanji setia yang aku ikrarkan

Kamar kos – kosan berbentuk persegi
di sewakan tukang roti
tak dapat suntuk aku ucapkan selamat pagi
untuk kamu sang pemilik hati

Manchester Citynya dua
Arsenalnya kosong
terlepaskan dari tipu energi cintanya
kini hati aku mulai plong


Burung perkutut
Burung kutilang
Kamu kentut
Nggak bilang bilang

Buah pisang buah tomat
Disimpan di dalam lumbung padi
Pantas tercium bau menyengat
Rupanya kau belum mandi

Memasak ikan di di dalam peti
Paling enak di campur terasi
Gayanya aja kayak selebriti
Tapi dompetnya kagak berisi

Paling seger minum limau
Campur madu malah nikmat
Ayam berani mirip harimau
Itu ayam super nekat

Lebih baik warna kuning
daripada warna ungu
Lebih baik gigi kuning
daripada putih namun palsu

Jalan-jalan ke rawa-rawa
Capek duduk di pohon palm
Geli hati menghambat tawa
Melihat katak kenakan helm

Ke cimanggis membeli kopiah
Kopiah indah kan kau dapati
Begitu banyak gadis yang singgah
Hanya dinda yang memikat hati

Di pinggir kolam makan bubur
Jangan lupa gunakan keripik
Dari semalem aye ga sanggup tidur
Selalu teringat wajah mu yang cantik

Bunga mawar tangkai berduri
Laris manis pedang cendol
Aku tersenyum malu sekali
Ingat dulu puas mengompol

Rumahmu dari kayu
Atapnya dari jerami
Rupamu sungguh ayu
Tapi sayang jarang mandi

Layangan putus nyangkut di paku
Pakunya nempel di jemuran baju
Cinta mu tulus cuma untuk ku
Tapi sayang mama ku ngga setuju

Naek pesawat ke pulau sumbawa
Ada petir gak jadi terbang
Kalau kamu menghendaki tertawa
Tarik bibir ke arah belakang

Dulu delman
Sekarang dokar
Dulu teman
Sekarang pacar

Orang sasak pergi ke Bali
Membawa pelita semuanya
Berbisik pekak dengan tuli
Tertawa si buta melihatnya

Mengambil air di di dalam perigi
Tali timbanya panjang sehasta
Jikalau kucing tak bergigi
Alamat tikus berpesta pora

Ada cacing makan ikan
Udeh kenyang renang ke tangki
Mau tau yang melelahkan
pergi ke Bandung berlangsung kaki

Bunga skuntum boleh di ikat
Bunga dahlia cuma sebatang
Sekali senyum aku terpikat
Senyum kedua dompetku hilang

Jika hendak anda melamar
Jangan banyak tulis dihapus
Jika siswa rajin belajar
Sudah pasti pasti lulus

Pergilah ke tepi kali
Jangan lupa bawa guci
Bangkitlah anak pertiwi
Bangunlah negerimu ini

Jika kita pegang kuas
Melukislah pada kertas
Jika anak bangsa cerdas
Bangsa pun berkualitas


 
Hendaklah melempar jangkar
Kalau ada perahu singgah
Kalau anak bangsa pintar
Negeri ini dapat bangga

Kehutan mencari rusa
Hendaklah mempunyai tali
Wahai anak-anak bangsa
Cepat bangun lekas mandi

Jika anda pergi ke dusun
Jangan lupa bawa beras
Belajarlah dengan tekun
Agar kita naik kelas

Jika pergi ke padang datar
Jangan lupa pulang berlabuh
Jika kita kepingin pintar
Belajarlah nyata-nyata

Jalan-jalan naik delman
Keliling kota hingga senja
Teman mengaku teman
Kalau tersedia maunya saja

Kunang-kunang berlaksa-laksa
Di selagi hujan badannya basah
Pinjam duwit 1/2 memaksa
Bayar hutangnya benar-benar susah

Pagi hari tanam bawang
Ada ular berkelat kelit
Seringkali minjam uang
Giliran dipinjam benar-benar pelit

Hidup senang karena iman
Nafsu maksiat bakal terkekang
Bagaimana disebut teman
Dia menusuk dari belakang

Raja membangun satu dinasti
Jangan tersedia yang mencelakai
Lain di mulut lain di hati
Berteman cuma melukai

Obat tabib benar-benar manjut
Badan sakit ditutup selimut
Kusangka teman yang jujur
Rupanya musuh didalam selimut

Cari busana pergi ke pekan
Berjalan kaki perlahan-lahan
Berkali-kali sudah dimaafkan
Jangan kembali kembali kesalahan

Dahulu elok si gandaria
Indah bagaikan bunga taman
Daripada kehilangan bahagia
Lebih baik kehilangan teman

Bagus hati jika tabah
ketika membaca surat biru
Jika dinasehati tak terhitung berubah
Baiknya kucari kawan baik baru

Kalau emas dikata suasa
tentu kuningan seperti tembaga
kalau tidak rela berusaha
meminta mintalah kerjanya

Tidak baik menadah tangan
selalu mengemis dipinggir jalan
apa gara-gara malasnya si insan
tidak malu yang dia kerjakan

Cari kerja sesungguhnya susah
apalagi tidak ada keahlian
tapi banyak termasuk mudah
memang lah malas cari makan

Hidup bukanlah untuk makan
tapi hidup memiliki tujuan
kalau makan sebagai kehidupan
serupalah bersama dengan sang hewan

Carilah harta yg halal
agar anak istri tidak jalal
kalau mengemis membuat mu sial
jangan berbohong lantaran kenal

Tidak malu berwajah buruk
nongkrong diterminal terbungkuk bunguk
jadi pengemis pura pura kikuk
mengharap imbalan dari sopir truk

Menjajah anak dipinggir jalan
sambil memegang kerincingan
tangan menadah minta kasihan
banyak pengemis musiman

Dikejar satpol terbirit birit
lari kelongkang di dalam parit
ditangkap petugas matanya sipit
duduk bersila berlagak wirit

Kenapa mau panen kelapa
Padahal belum tumbuh tunas
Kenapa mau beli vespa
Padahal cicilan kompor saja belum lunas

**

Jalan-jalan ke pantai Indrayanti
Jangan lupa membawa sepeda
Tak guna menanti nasib tak pasti
Kalau tak pernah mau berusaha

**

Sehabis manis sepah dibuang
Sehabis gelap terbitlah terang
Habis uang jadilah ngutang
Tak sanggup bayar motor melayang

**

Jual kelapa laku sepuluh
Sisanya akan dikirim ke Padang
Susah nian punya anak sepuluh
Tidur seperti ikan pindang

**

Turun hujan rintik-tintik
Memandang mendung di teras rumah
Harap hati punya pacar cantik
Syaratnya punya rumah dan mobil mewah

**

Berakit-rakit kita ke hulu
Berenang-renang kita ke tepian
Siapa suruh berfoya dulu
Dikejar tagihan bank kemudian

**

Sapi kabur orang sekampung mengejar
Tak tahunya bertemu si tukang jagal
Siapa suruh dulu enggan belajar
Sudah tua sekarang menyesal

**

Gadis kecil berambut kepang
Di lapangan berkejar-kejaran
Jadi orang jangan suka berhutang
Hiduplah saja dengan wajar

**

Jalan-jalan ke Sumedang
Pulangnya mampir pasar malam
Ada abang rajin sembahyang
Mau dong jadikan dia imam

**

Es doger rasanya segar
Buat camilan makan telur asin
Adek manis cepatlah besar
Biar segera abang nikahin

**

Pergi ke Bali bertemu Bayu
Tidak lupa membeli pernak-pernik
Kalau memang kau pandai merayu
Coba sana rayu gadis cantik

**

Pergi ke pasar dengan naik unta
Beli perhiasan dan intan permata
Tak peduli walau dia sudah tua
Yang penting adalah saling cinta

**

Membeli kain berwarna merah
Dari Kediri memakai batik
Eneng digoda janganlah marah
Salah eneng punya wajah cantik

**

Sore-sore makan kue cucur
Memandang hari bergeser senja
Karena cinta hatiku hancur
Siapa yang mau mengobatinya

**

Perahu layar berputar haluan
Melihat pulau ingin bertambat
Pemuda gagah harapkan pasangan
Inginkan gadis tapi janda didapat

**

Kakek berlayar dengan kapal perang
Pulang-pulang membawa lontar
Sudah ingin adek dipinang
Eh si abang tak ada kabar

**

Ke Malioboro beli sanda
Ditempel hiasan dari kulit kerang
Sibuk bekerja mencari modal
Pujaan hati sudah dilamar orang

**

Jalan-jalan lewat pinggir empang
Di pinggir empang nemu kotak
Hati siapa yang tak jadi bimbang
Minta dikepang padahal dia botak

**

Pergi tamasya ke Sumedang
Melihat kambing makan rumput
Anak-anak tertawa senang
Melihat badut berjoget dangdut

**

Bunga mawar bertangkai duri
Laris manis berdagang cendol
Aku sungguh malu sekali
Tiap ingat dulu suka ngompol

**

Beras ditanak jadilah nasi
Ayam goreng enak baunya
Cukup siapkan piring sebiji
Lebih enak makan bersama

**

Ada kijang berjalan di hutan
Sampailah ia ke kebun kosong
Ada seorang bujang berlarian
Karena dengar anjing menggonggong

**

Karena nila setitik
Rusaklah susu sebelanga
Karena kentut sedetik
Semua harus mencium baunya

**

Hujan gerimis setelah sahur
Awas jatuh tersandung batu
Tak boleh menangis di atas kasur
Nanti kasurnya bisa berkutu

**

Berjualan buah semangka
Tolong beli barang sekilo
Nenek heran kemudian tertawa
Dengar kakek mengajak disko

**

Ayam berkokok tandanya senja
Hewan bertaring menanti mangsa
Kenapa nona bermuram durja
Lebih baik kita menari salsa



Kalau memang gigi sudah ompong
Segeralah pergi ke dokter gigi
Jangan jadi anak yang sombong
Pasti kan rugi di kemudian hari

**

Buah kesemek buah tomat
Disimpan di dalam lemari
Pantas dari tadi bau menyengat
Ternyata kau belum mandi

**

Malam-malam gelap gulita
Menyalakan pelita diisi minyak
Wajahmu memang cantik jelita
Sayang tertawanya mirip kuntilanak

**

Dari pada di rumah saja menganggur
Lebih baik jualan sate kerang
Rezeki itu sudah ada yang mengatur
Jangan iri melihat suksesnya orang

**

Hati-hati kalau meludah
Jangan sampai kena sepatu orang
Minta maaf itu memang mudah
Tapi tak guna jika masih diulang

**

Nelayan menangkap ikan pari
Sampai di darat sudah dinanti
Kecil-kecil kenapa suka mencuri
Mau jadi apa saat besar nanti


Duduk di atap si kucing betina
Tak hentinya mengeong-ngeong
Kulihat wanita cantik jelita
Malang melanda punggungnya bolong

**

Senin Selasa Rabu Kamis
Jumat Sabtu sampai Minggu
Eh ada gadis bermuka manis

Tapi ternyata itu hantu

**

Anak-anak bersuka ria
Bermain menari berdendang pula
Orang mana yang tak kan tertawa
Disangka waras tapi ternyata gila

**

Jalan-jalan sampai Lamongan
Jangan lupa jajan soto
Swadaya sudah lagi tak zaman
Yang ada sekarang adalah swafoto

**

Makan roti tawar pakai Nutella
Tapi ternyata kalengnya kosong
Gadis kecil melongok ke jendela
Memamerkan giginya yang ompong

**

Bikin sambal tak perlu merica
Enaknya makan pakai ikan layur
Buku itu gunanya untuk dibaca
Bukannya dipakai bantal tidur


Ikan gabus di rawa-rawa 
Ikan belut nyangkut di jaring
Perutku sakit menahan tawa
Gigi palsu loncat ke piring – .

Ikan pedoh dari papua, 
Belum dimakan letakkan baskom.
Bila jodoh nak kunjung bersua,
Pajang iklan di toko bagus dot com – .

Mancing di kali dapet banyak, 
diambil kucing dalam tempayan.
TAHU pake huruf U jadi enak,
kalau pake huruf I jadi gak doyan. – .

Pergi ke hutan mencari jerapah 
Jangan lupa bawa palu
sekali lagi lu bilang cius miapah
gue tabok pala lu – .

Anak gembala tidak berbaju 
membawa senjata ketapel getah
sapi merumput anak berburu
berburu burung si burung unta – .

Jangan taKut ,
jangan kuatir
Nih kentut
bukan petir – 

Mau buka Facebook 
harus pakai kata sandi
Kamu bau ketek
Karena jarang mandi..

Kucing kurus mandi dipapan, 
minta ikan dikasi kue cucur.
Gak salah dibilang muke jambang,
kalau cemberut tambah ancur!!! – .

Beli batik di Pekalongan 
“lo cantik karena editan” – .

Makan belimbing dicampur terasi 
bikin kelepon ditambah santan
wajahnya aja kayak artis televisi
tapi kelakuan seperti setan – .

Sudah diambil mari diurut 
Diurut dibawah pokok sena
Melihat kambing mencabut janggut
Gajah pula mengorek telinga – .

Jalan-jalan ke pinggir empang 
nemu sendok dipinggir empang
hati siapa tak bimbang
situ botak minta dikepang – .

Daun sirih daun kelor, 
apa isi di balik kolor,
satu pistol dua pelor,
buah kecapi rasanya kecut,
apa isi di dalam cancut – .

Jalan-jalan ke Kota Arab 
Jangan lupa membeli kitab
Cewek sekarang tidak bisa diharap
Bodi bohai betis berkurap – .

Eh ada semut,.. 
Berdatangan masuk kolong..
Eh ada si Imuet..
Ternyata giginya ompong – .


Ayam bangkok dibawa atun 
Tiap pagi dimandiin
Kalau iseng nyok kite bepantun
Ampe pagi ane jabanin – .

Keramas seminggu sekali, 
kepala gatel banyak kutu.
Gak punya kendaraan sendiri,
NICA bonceng sekutu. – .

Pergilah mandi air setaman…. 
Haripun beranjak ke petang tuan…
Daki sekilo jangan di simpan…
Manalah  mau si budak lajang…. – .

Jalan-jalan bersama kakak 
Ditengah jalan lihat kepompong
Aku tertawa terbahak-bahak
Melihat kucing makan kedongdong – .

Mandi berendam di dalam kolam 
untuk membersihkan badan diri
Abang tak mandi dari semalam
Pantas badan bau terasi. – .

Kotoran sapi dibuat pupuk 
Daki manusia aroma naga.
Kalau badan dah bau busuk
Eloklah mandi berbunga seroja – .

Bunga skuntum boleh di ikat 
bunga dahlia hanya sebatang
sekali senyum aku terpikat
senyum kedua dompetku hilang – .

Api membakar ujung cerutu 
membawa asap bersesak-sesak
Alangkah geli rasa hatiku
Melihat nenek bergincu dan bedak


Ada hiu berantem sama badak, 
I Love You mendadak.. – .

Berakit-rakit ke hulu 
berenang renang ketepian
mantan udah kepenghulu
kita masih kesepian  – .

Pohon pisang daunnya layu 
bisa dijadikan pupuk disawah
saat abang bilang i lap yu
ku cuma bisa bilang, cius miapah – .

Risau pakakob mengikat raga ? 
Makan mangga diberi sidia ?
Kalau tak chukup sharat didada ?
Jangan chuba beristeri dua ! – .

Kalau tuan pergi kedaik 
Ikatkan sampan di kuala muda
Jika puan isteri yang baik
Izinkanlah suamimu kawin dua – .

Ke Bali bertemu bayu 
Sekalian membeli pernak-pernik
Kalau kamu pintar merayu
Rayulah cewe cantik – .

Elok sungguh bunga kantil 
Tumbuh kearah kolam telaga
Elok sungguh berbini sungil
Walaupun marah tersenyum juga – .

Bunga kamboja si bunga kembang… 
Jadi hiasan di pemakaman…
Udah mandi nih sayang…
Mari kita salam kenalan….. – .

Malam hari memasak gurita 
dicampur cabe dan buah berminyak
Memang kamu cantik jelita
Sayang ketawanya kayak kuntilanak – .

Pergi ke pasar naik onta 
Membeli anting intan permata
Gak peduli situ udah tua
Yang penting saling mencinta – .

Ke pasar membeli duku 
duku dimakan oleh anak dara
sungguh malang nasib diriku
mencari jodoh tak kunjung bersua – .

Jalan” kerumah tatan.. 
rumahnya ada dipalembang..
dahh lama ga dapat kabar dari si mantan..
eh tau” dah jadi janda kembang.. – .

Berakit rakit kehulu, 
berenang berenang ketepian,
gimana mau ngajak kamu ke penghulu,
kalo status aja masih temenan – 


Bunga kantil sunting di Aceh 
Bunganya putih dalam cerana
Biarlah sungil hatinya kasih
Cubitnya perih saya terima – .

Tiup seruling sianak gembala 
berjalan pelan buntut bergoyang
ingat pulang hari dah senja
takut ibu hatinya bimbang – .

Bunganya putih dalam cerana 
Dipetik dijual didalam pekan
Sementelah cubitan tuan terima
Hatinya jangan tuan lukakan – .

Buat apa panen kelapa 
Kalau belum tumbuh tunas
Buat apa membeli vespa
Cicilan kompor saja belum lunas – .

Bentan Telani diberi nama 
Lagunya indah menawan merayu
Jangan hatinya diberi luka
Nantinya hilang kawan beradu – .

Pisang nangka buat kolak
Jambu biji di blenderin
Kalo nona tetap galak
lebaran depan ga dimaafin..

Baca koran sambil bergolek 
Rambut panjang di potong pendek
Kalau kamu merasa jelek
Jangan sukalah saling mengejek.. – .

Ambil sejimpit beras dan bertih 
Ditabur penawar merubah nasib
Andaikan pipit membilang tasbih
Tafakur elang membaca ratib – .

Kalau ada jarum patah Jangan dimasukkan ke dalam peti 
Kalau ada kataku yang salah Jangan dimasukan ke dalam hati – .

Limau purut masak di dahan 
walau manis tak boleh dimakan
Biar penampilan seperti preman
Yang penting hati beriman – .


Anjing bermain dengan tali
Kera duduk membaca koran
Bagaimana hati tak geli
Kepala botak suka sisiran

Berenang jauh para ikan
Mereka bebas hatinya senang
Badan kurus kurang makan
Kalau ditiup goyang-goyang

Nemu gelang di pekarangan
Tapi gelang sudah karatan
Siapa nyampah sembarangan
Pasti pacarnya orang utan

Jalan-jalan ke pinggir empang
Nemu katak di pinggir empang
Hati siapa tak bimbang
Kamu botak minta dikepang

Pak Tegus pergi ke Bali
Melihat bule sedang menari
Aduh pantas kau bau sekali
Kau belum mandi enam hari

Burung Glatik
Lagi hinggap di batu. . .
Kamu memang cantik
Tapi kok badannya bau

Good morning
Selamat pagi
Gigi kuning
Ga pernah gosok gigi

Ada so’imah
Megang kayu
Terus masalah
buat you?

Meler-meler ingus keteter
Sampai sakit di kepala
Hati-hati sering teler
Bikin kamu meninggal dunia

Makan pagi sepiring berdua
Rasanya enak tiada tara
Awas cowok pandai menggoda
Diam-diam watak buaya

Jika sudah namanya cinta
Hati suka berbunga-bunga
Kalau sudah terbawa suasana
Senyum sendiri kayak orang gila

Hari rabu memetik salak
Buahnya segar hilang dahaga
Hormati Ibu juga Bapak
Agar kelak masuk surga

Orang dahulu hidup di goa
Biawak hidup di dalam rawa
Ikuti perintah orang tua
Tiap solat tak lupa berdoa

Tari piring tari saman
Tari lilin apinya berpijar
Al Quran adalah pedoman
Rajin-rajinlah engkau belajar

Kancil menulis di daun lontar
Ketika mentari telah bersinar
Belajar tak sekedar pintar
Namun menjadi pribadi benar

Sungguh indah syair setanggi
Menyusun kata bagai hiasan
Ilmu itu mesti tinggi
Jangan dunia sebagai batasan

Kolam penuh ikan sepat
Untuk dimasak di daun talas
Kalau ingin ilmu manfaat
Cari guru yang tulus ikhlas

Sepah tebu rasanya hambar
Bila dibakar pasti berkobar
Jika engkau slalu bersabar
Ilmumu pasti kan lebar

Kepada siapa datangnya wahyu
Kepada Nabi wahyu turun
Dari mana datangnya ilmu
Dari belajar dengan tekun

Air jeruk dalam kulkas,
makan roti dengan keju.
Niatlah belajar dengan ikhlas,
hanya Allah yang dituju.

Keliling kota naik becak,
meski lama tiada jemu.
Banyak-banyak engkau membaca,
Karena membaca kuncinya ilmu.

Tinggi gunung tak tergapai,
gunung biru jauh di seberang.
Kalau murid menjadi pandai,
hati gurupun ikut senang.

Tinggi bayam berjengkal-jengkal,
bayang dijinjing karena ringan.
Kepada Allah bertawakal,
tempat diri mohon pertolongan.

Ibu memakai sebuah gelang,
Perut lapar segera makan.
Lima waktu janganlah hilang,
dimanapun selalu tunaikan.

Pohon tinggi jatuh membayang,
jalan setapak dari Ketapang.
Siapa yang rajin sembahyang,
sejuk di hati dadapun lapang.

Membentang luas langit biru,
langit senja bagai perunggu.
Solat subuh harus diburu,
pahala besar selalu menunggu.

Tupai lompat mencuri kentang,
kentang habis tinggalah ikan.
Sholat magrib waktu petang,
jangan pernah kau tinggalkan.

Hidup sederhana selalu hemat,
itulah perintah syariat.
Ayo muslimin dan muslimat,
mari kita keluarkan zakat.

Pohon jati tumbuh berjajar,
pandai berpantun orang Banjar.
Kalau kita malas belajar,
cita-cita takkan terkejar.

Seram sekali Bukit Hantu,
pergi sendiri membawa lampu.
Orang lain takkan membantu,
jika malas jadi tabiatmu.

Lama sudah tak bertemu,
bertemu sekali meminum jamu.
Jauhkan malas dari hidupmu,
Pastilah cerah masa depanmu.

Bunga disiram takkan layu
Slalu berbunga tiada jemu
Jangan takut kehilanganku
aku tak akan pergi darimu

Jalan-jalan ke Ciamis
Ada gedung parkirnya gratis
Aku cinta sama si kumis
orangnya ganteng lagi romantis

Setiap pagi makan bubur
Lengkap dengan segelas susu
Setiap saat slalu tertidur
kuingin kau ada di mimpik

Buah itu jangan dipetik
Susah payah saat ditanam
Engkaulah gadis tercantik
Kuimpikan siang dan malam

Sore-sore makan sekoteng
Belanjanya di pasar minggu
Abang sayang yang ganteng
Neng disini selalu menunggu

Kemanapun kaki melangkah
Aku selalu mengurai doa
Kemanapun cinta merambah
Aku selalu mengurai setia

Sungguh bahaya ular berbisa
Jika tergigit akan koma
Sungguh bahagia terasa
Bila kita selalu bersama

Ada orang Bengkulu dijitak
Di jitak sama orang Batak
Selama jantungku berdetak
Cintaku tak akan luluh lantak

Burung terbang di atas turi
hinggap sebentar di pohon kenari
Kasih sayangku amatlah murni
Bagai embun di pagi hari

Pinggir sungai banyak nipah
sayang airnya terasa sepah
Kasih sayang semakin berlimpah
jadikan hidupku semakin indah

Dari jauh datangnya tamu,
Hanya untuk mencari ikan.
Izinkan aku mencintaimu,
cinta selalu sepanjang zaman.

Gunung Jati anak Rara Santang
dicintai juga disayang
Walau banyak godaan datang
teguh hatiku tak pernah goyang

Di Bandar banyak orang
hilir mudik kanan dan kiri
Tak pernah pudar kasih sayang
Tambah erat hari ke hari

Papan rengat dari rawa
semua orang ingin membawa
Cintamu hangat di dalam jiwa
saperti cahaya dari sang surya

Apa tanda orang istana,
semua barang selalu baru.
Apa tanda tumbuh cinta,
terasa di dada rasa cemburu

Panjang ekor ikan pari
Meski panjang tidak berduri
Jalan-jalan di sore hari
melepas penat damaikan diri

Harum wanginya bunga selasih
Tersiram hujan daunnya basah
Belahan jiwa curahan kasih
Tempat hilangkan resah gelisah

Taruh kembali pisau belati
karena tajam bagaikan duri
Cinta kasih di dalam hati
Biarlah tumbuh dan berseri

Arjuna satria pandai memanah,
dari negeri antah berantah.
Agar rumah tangga sakinah,
taat pada apa yang diperintah.

Gelang emas di dalam peti
hilang satu di taman melati
Kasih sayang yang sejati
membawamu bahagia hingga mati

Banyak orang menumpuk harta
nasib buruk pula yang diterima
Cinta sejati mengarahkan kita
menuju surga bersama-sama

Empat kali empat
Sama dengan enam belas
Cepat atau lambat
Cintaku pasti kau balas πŸ˜€

Badan siapa terkena kudis
Obati saja dengan lada
Siang malam merayu gadis
Duduk bersanding bersama janda πŸ˜€

Orang bijak santun bicaranya
Orang baik santun prilakunya
Orang pinter cepat berfikirnya
Orang stress nyetatus melulu kerjanya πŸ˜›

Buah belimbing kesukaan kalong
Lu kayak kambing pas lagi monyong πŸ˜›

Berakit-rakit ke hulu
Berenang-renang ketepian
Ayok berangkat ke penghulu
Dari pada Cuma temenan

Beli kentang dibuat rujak.. ,
Biar mantap dicampur sambal..,
Tidur terlentang tidak nyenyak..,
Tidur tengkurap ada yang mengganjal..

Makan bubur di atas meja…,
Minumnya jus di balik rak…,
Hari libur terus bekerja..,
Dapat bonus ambilnya di ira,  wkwk

Kalau ada sumur diladang..,
Bolehlah kita menggosok gigi..,
Kalau anda di warung padang..,
Bolehkah kita ditraktir lagi..

Hari minggu sudahlah siang..
Setelah siang datanglah petang…
Ditunggu tunggu tak juga datang…
Sekalinya datang kok nagih utang…

Kue rangin rasanya manis..
Kue tar bukanlah lapis..
Malam dingin hujan gerimis..
Sebentar bentar kebelet pipis..

Ini musim masih penghujan…
Kata simbok jangan nakal..
Kalau muslim silahkan Jumatan..
Bawa gembok amankan sendal..

Hujan gerimis deraslah amat..
Ada kilat bertabrakan..
Hari kamis malam jumat..
Yang mau kumat dipersilahkan

Masak ayam masak tumis..
Iris tipis sampai habis..
Selasa malam hujannya gerimis..
Dompet tipis makin kritis.

Ikan gabus di rawa-rawa,
Ikan belut nyangkut di jaring,
Perutku sakit menahan tawa,
Gigi palsu loncat ke piring

Jual betik dengan kandil,
Kandil buatan orang Inggeris,
Melihat buaya menyandang bedil,
dan kerbau tegak berbaris


Penutup

Nah, itulah kumpulan pantun Jenaka yang saya kumpulkan dari berbagai sumber. Semoga sajian pantun jenaka ini dapat menghibur dan memberikan manfaat bagi teman-teman selaku pembaca. Mungkin hanya ini saja yang dapat saya sajikan, sampai jumpa lagi di pembahasan pantun yang lainnya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel