Paragraf Induktif dan Deduktif : Pengertian, Perbedaan dan Contoh

Mediasiana.com - Pengertian Paragraf Induktif dan Paragraf Deduktif. Paragraf Induktif dan Deduktif  mempunyai perbedaan, dalam menemukan perbedaan paragraf induktif dan paragraf deduktif kita bisa melalui dengan kegiatan membaca Intensif.

Membaca Intensif adalah membaca secara teliti atau seksama terhadap rincian-rincian suatu teks atau bacaan untuk memahami isi bacaan tersebut. Melalui membaca intensif diharapkan kita dapat menemukan pokok pikiran di setiap paragraf dalam teks bacaan tersebut. Pokok pikiran adalah gagasan utama.

Gagasan utama adalah gagasan atau pikiran yang menjiwai sebuah paragraf. Cara yang efektif untuk menemukan ide pokok atau gagasan utama yaitu dengan membaca intensif isi paragraf, menghitung jumlah kalimat, menemukan kandungan isi tiap kalimat,  dan membandingkan kandungan isi kalimat satu dengan kalimat yang lainnya hingga menemukan kalimat utama.


Pengertian Paragraf Induktif dan Paragraf Deduktif

Mencari kalimat utama sangatlah penting, karena kalimat utama merupakan kalimat dalam paragraf  suatu bacaan tersebut.

Paragraf adalah bagian karangan yang mengandung satu ide pokok dan penulisannya dimulai dengan garis bantu. Meskipun dalam sebuah paragraf terdapat beberapa kalimat, namun kalimat-kalimat tersebut dapat menjadi dua macam yaitu kalimat utama dan kalimat penjelas.


Pengertian Paragraf Induktif dan Deduktif 



1. Pengertian Paragraf Induktif (paragraf yang berpola khusus umum)


Paragraf induktif adalah jenis paragraf yang kalimat utamanya berada di awal paragraf. Paragraf induktif dikembangkan dengan menyajikan kalimat-kalimat utamanya berada di akhir paragraf yang merupakan sebuah kesimpulan.


Tiga Pola Pengembangan Paragraf Induktif


  1. Generalisasi, yaitu jenis paragraf induktif yang menyajikan beberapa pernyataan atau data-data yang berupa fakta yang saling mendukung untuk kemudian ditarik kesimpulannya.
  2. Analogi, yaitu jenis paragraf induktif yang di dalamnya berisi perbandingan antara dua hal yang memiliki kesamaan untuk kemudian ditarik kesimpulannya.
  3. Kausal (sebab akibat), yaitu paragraf induktif yang di dalamnya menyajikan beberapa pernyataan yang berupa sebab untuk mendukung kalimat akhir paragraf yang berupa akibat.

Contoh Paragraf Induktif


Kalimat penjelas : Sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan saluran perumusan maksud kita, melahirkan perasaan kita, dan memungkinkan kita menciptakan kerjasama dengan sesama warga. (3) ia mengatur berbagai macam aktivitas kemasyarakatan, merencanakan, dan mengarahkan masa depan kita. 

Kalimat utama : (4) Dengan demikian dapat dikatakan bahwa bahasa memungkinkan manusia menganalisa masa lampaunya untuk memetik hasil-hasil yang berguna bagi masa kini.


2. Paragraf Deduktif (paragraf yang berpola umum khusus)


Paragraf deduktif adalah jenis paragraf yang kalimat utamanya berada di akhir paragraf. Kalimat utama ini berisi gagasan utama atau topik yang dibahas dalam paragraf tersebut. Sedangkan kalimat-kalimat selanjutnya adalah kalimat-kalimat penjelas yang menjelaskan kalimat utama yang ada di awal.


Tiga Pola Pengembangan Paragraf Deduktif 


  1. Pola rincian/uraian, yaitu paragraf deduktif yang kalimat utamanya berupa sebuah pernyataan yang kemudian diperinci oleh kalimat-kalimat berikutnya.
  2. Pola alasan, yaitu paragraf deduktif yang kalimat utamanya berupa sebuah pernyataan yang kemudian kalimat-kalimat setelahnya berupa alasan-alasan logis untuk mendukung pernyataan tersebut.
  3. Pola contoh atau ilustrasi, yaitu paragraf deduktif yang kalimat utamanya berupa sebuah pernyataan dan kalimat-kalimat penjelasnya berupa contoh-contoh yang mendukung kejelasan kalimat utamanya.

Contoh Paragraf Deduktif


Kalimat utamanya : (1) Komunikasi merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi diri. 

Kalimat penjelas : (2) Komunikasi tidak akan sempurna bila ekspresi diri kita tidak diterima atau dipahami oleh orang lain . (3) Dengan komunikasi kita dapat menyampaikan semua yang kita rasakan, pikirkan, dan kita ketahui kepada orang lain. (4) Dengan komunkasi pula kita mempelajari dan mewarisi semua yang pernah dicapai oleh nenek moyang kita, serta yang dicapai oleh orang-orang yang sezaman dengan kita.

Penutup

Demikian yang dapat saya sajikan untuk pembahasan Paragraf Induktif dan Deduktif, semoga ulasan ini dapat bermanfaat untuk para pembaca. Terimakasih saya ucapkan buat teman-teman yang sudah berkunjung dan janganlupa baca juga artikel yang lainnya dibawah ini, sampai jumpa lagi di pembahasan yang lainnya. :)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel