Widget HTML Atas

Universitas Tanjung Pura (UNTAN) Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University

Tahun 2020 Universitas Tanjung Pura (UNTAN) Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University - Universitas Tanjung Pura (UNTAN) adalah salah satu Universitas yang ada di Indonesia. UNTAN merupakan universitas negeri yang ada di kota Pontianak Kalimantan Barat. Lokasi kampus UNTAN ini dapat kita kenali dari adanya sebuah Tugu Digulis yang berada di muka kampus tersebut. Tugu Digulis ini juga dikenal sebagai Bundaran UNTAN.


UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University



UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University
Foto Luarbiasa ; Tribun Pontianak

Universitas Tanjungpura (UNTAN) ini berdiri tanggal 20 Mei 1959, adapun untuk nama asli yaitu Universitas Daya Nasional di bawah naungan dari Yayasan Perguruan Tinggi Daya Nasional yang mana sebagai sebuah universitas swasta di Kalimantan Barat.

Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya jaman status Universitas Daya Nasional kini berubah menjadi Universitas Negeri Pontianak. Hal itu berdasarkan Surat Keputusan Menteri PTIP Nomor 53 Tahun 1963 Tanggal 16 Mei 1963. 

Namun untuk tanggal peringatan penetapan status universitas negeri ini ditetapkan pada tanggal 20 Mei 1963 dengan nama Universitas Negeri Pontianak dan ditandai dengan dibukanya dua fakultas baru, yaitu Fakultas Teknik serta perubahan nama Fakultas Tata Niaga menjadi Fakultas Ekonomi. dan Fakultas Pertanian.

Sejalan dengan situasi politik Republik Indonesia pada tahun 1965, nama dari universitas ini lalu diubah lagi menjadi Universitas Dwikora hal ini berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 278 Tahun 1965 tanggal 14 September 1965, dan hal ini sekaligus menandai pembukaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol).

Dan seiring berjalannya waktu al akhir nama kampus Universitas Dwikora kini berganti lagi menjadi Universitas Tanjungpura (Untan), hal ini berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 171 Tahun 1967 sampai saat ini. Nama Universitas Tanjungpura ini adalah berasal dari nama Kerajaan yang ada di Tanjungpura. Hingga saat ini, Universitas Tanjungpura UNTAN memiliki sebanyak sembilan Fakultas dengan jenjang pendidikan Strata Satu (S1) hingga Strata Dua (S2).

Pada tahun 2020 ini UNTAN memprogramkan akan Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University. Apalagi di Era Revolusi Industri 4.0 yang mana semua hal hampir serba digital bahkan di dunia pendidikan khususnya di pendidikan tinggi berlomba-lomba untuk menjadikan kampusnya berbasis teknologi. Sudah banyak perguruan tinggi di Indonesia yang menerapkan sistem Digital dalam kegiatan akademiknya. Tentunya hal ini dilakukan untuk mewujudkan perguruan tinggi yang mampu berkembang dengan jaman dan sekaligus menyandang status “universitas kelas dunia”. 

UNTAN pun mencoba untuk berkembang dari segi teknologi khususnya dalam implementasi bidang pembelajaran. Seperti kita lihat munculnya istilah-istilah baru seperti eBook, e-learning, sampai dengan istilah cyber university. Nah, apa kalian para mahasiswa sudah tahu Apa itu cyber university?


Jadi Program Cyber University ini disiapkan untuk hadapi Revolusi Industri 4.0


Semenjak di gaungkannya revolusi industri 4.0 yang menggema di Negara Indonesia, saya sering mendengar dan membaca bagaimana masyarakat Indonesia mau tidak mau suka tidak suka harus siap menghadapi hal ini serta siap untuk memanfaatkan revolusi industri 4.0 dalam kehidupan sehari-hari dari Masak, Jualan, belajar dan sampai dengan Bersosialisasi.

Kalau revolusi Industri itu pertama dipicu oleh adanya mesin uap, maka revolusi industri yang kedua dipicu oleh ban berjalan dan listrik, serta revolusi industri yang ketiga dipicu oleh munculnya mesin yang bergerak, yang mana bisa berpikir secara otomatis seperti : komputer dan robot. 


Maka Revolusi industri keempat atau 4.0 ini adalah : “Internet of Things” atau jaringan komputer-komputer yang ada di pabrik atau perusahaan itu tersambung ke internet, artinya pekerjaan manusia akan semakin mudah seperti saat ada masalah yang ada di bagian produksi bisa langsung diketahui oleh program komputer dan pemilik pabrik.

Dari adanya Revolus Industri tersebut apakah ada kaitannya dengan dunia pendidikan?Jawabanya tentu ada, karena pada saat ini Pemerintah mulai mencanangkan gerakan cyber university?


Apa itu Cyber University?


Cyber university atau Perguruan Tinggi Digital adalah istilah baru yang digunakan oleh beberapa Perguruan Tinggi yang ada di Dunia khsuusnya di Indonesia dimana mereka menyelenggarakan program online dalam kegiatan akademiknya, seperti The Cyber University of Korea, Seoul Cyber University, dan Thailand Cyber University. 


UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University
Foto : TEKNISIBerkat.Kom

Jadi, program Cyber University ini   menggunakan pembelajaran berbasis online yang bisa diakses oleh semua orang yang ada di seluruh dunia, terlepas dari keterbatasan yang di akibatkan perbedaan lokasi negara atau geografis, fleksibilitas, dan hal lainnya. 


Cyber university juga ada kaitannya dengan distance learning, cyber campus, virtual university, e-education, e-classes dan bentuk pembelajaran sistem kelas jarak jauh. Interaksi yang dapat dilakukan dengan tidak terbatas ini maka materinya akan bersifat pasif (surat), tetapi juga bisa materi kuliahnya yang bersifat interaktif, baik melalui surat-menyurat (email / chating), video dan telekonferensi, maupun bentuk-bentuk hal lain yang layaknya ada pada kegiatan universitas tradisional. Cyber University adalah salah satu terobosan baru dari kecanggihan fasilitas bagi siswa atau mahasiswa yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi di luar daerah maupun luar negeri.

Apalagi menjelang maraknya Virus Corona (COVID-19) maka kuliah berbasis online atau Cyber University ini sangatlah bagus sekali, jadi kuliah atau belajar bisa mulai dari rumah tak usah keluar pergi kesana kemari lagi.

Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (KEMENRISTEKDIKTI) menyadari sangat perlunya mengubah universitas yang ada di Indonesia jadi sekelas kampus internasional. Tentunya hal ini untuk mendorong daya saing generasi muda  yang ada Indonesia baik itu yang berasal dari universitas-universitas di Indonesia. Tentunya sangat perlu untuk melakukan inovasi pada sistem digital untuk menuju Cyber University. 


Cyber Learning ini tentunya hanya sebagai alat untuk meningkatkan kualitas pengajaran, bukan untuk menggantikan seluruhnya. Karena pertemuan bertatap muka di dunia nyata antara mahasiswa dengan dosen itu memang masih perlu dilakukan.


Lantas, bagaimana untuk membangun ekosistem digital di Indonesia menuju Cyber University?


Perlu kalian pahami dulu ya, Cyber University ini memang memiliki metode tersendiri, artinya metode Cyber University memang sangat jauh berbeda dengan universitas tradisional yang ada di Indonesia, karena dalam proses belajar maupun mengaja itu membutuhkan motivasi yang tinggi dari para mahasiswa maupun dosen itu sendiri. 

Contohnya saja saat dosen berhalangan untuk hadir di depan kelas seperti biasa, pada dasarnya dosen bisa mengajar via video live. Maka dalam hal ini tidak ada mahasiswa yang ada di hadapan dosen tersebut dan sebalikya tidak ada dosen di hadapan mahasiswa tersebut. Tentunya hal ini merupakan sebuah metode baru yang membutuhkan sosialisasi yang maksimal kepada para dosen maupun mahasiswa itu sendiri.


Dengan kata lain, kalau mau menerapkan pembelajaran dengan via online maka modul pembelajaran harus sudah dipersiapkan jauh-jauh hari sebelum materi kuliah tersebut disampaikan via online dengan para mahasiswa. Tentunya kesemuanya atau materi yang ada itu haruslah dalam bentuk digital. Demikian halnya pula dengan para mahasiswa, proses belajar tidak dilakukan di dalam kelas, melainkan bisa dilakukan dimana saja dengan menggunakan perangkat teknologi yang ada dan sudah tersedia baik itu milik fasilitas kampus maupun milik pribadi.

Nah, dari adanya Revolusi Industri 4.0 maka sangat penting bagi UNTAN untuk mampu bersaing dan berevolusi menuju CYber University menuju kampus Internasional. Apalagi jurusan yang ada di UNTAN ini sudah cukup komplit. Dan di dukung lagi dengan teknologi yang sudah cukup memadai. Hanya saja tinggal modul atau kurikulum saja lagi yang perlu di siapkan dan genjar untuk bersosialisasi kepada mahasiswanya. Mantap, maju terus UNTAN..!