Inilah 5 Hal yang Harus Diketahui dalam Ternak Burung Walet

Inilah 5 hal yang harus diketahui dalam ternak burung walet - sarang burung walet merupakan salah satu jenis makanan yang sejak abad 14 yang lalu telah menjadi rahasia umum dari mulut ke mulut yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Tidak heran jika budidaya walet menjadi sangat populer dan dipercaya dapat mendatangkan keuntungan yang besar. Bahkan dikabarkan bahwa 1 ons sarang walet di bandrol dengan harga 1,4 juta bahkan untuk per kilonya dapat menembus 17 juta rupiah per kilo gram. Jangan lupa baca juga artikel harga burung jalak suren.


5 Hal yang Harus Diketahui dalam Ternak Burung Walet



5 Hal yang Harus Diketahui dalam Ternak Burung Walet

Jika sebelumnya memanen walet dapat dilakukan dengan mengambilnya diantara tebing sampai harus mempertaruhkan nyawa, saat ini ternak burung walet dapat dilakukan di rumah dengan manipulasi lingkungan agar semirip mungkin dengan habitat asli dari walet. Berikut adalah beberapa hal yang harus diketahui sebagai ilmu dasar untuk melakukan budidaya walet.


Persiapan Kandang


Untuk walet sendiri, kandangnya harus memiliki ketinggian sekitar 1000 MDPL. Disamping itu, daerahnya pun harus dipastikan jauh dari keramaian, sebab walet sangat menyukai lokasi yang sepi serta natural. Pastikan pula tempatnya jauh dari binatang buas pemakan daging, namun dekat dengan persawahan, sungai, rawa, hutan atau padang rumput, walet menyukai pula lokasi yang dekat dengan air.


Sarana dan Prasarana Budidaya


Kadar kelembaban yang ideal untuk ternak burung walet adalah berada pada kisaran 80 hingga 95% dengan suhu pada 24° hingga 26°C. Anda dapat melakukan beberapa langkah untuk membuat suhu nya stabil seperti dengan melapisi plafon dengan tebal 20cm, membuat saluran kolam atau air dalam gedung, membuat ventilasi berbentuk L dengan diameter sebesar 4cm dan berjarak 5m. Tutup jendela tidak terpakai, dan guanakn kain hitam atau corong goni sebagai penangkal sinar.


Bentuk Kandang yang Ideal


Untuk ternak burung walet dibutuhkan kandang atau gedung yang besar dengan ukuran 10 x 15 m² atau 10 x 20 m². Idealnya, semakin besar jarak antara wuwungan dengan plafon, makan harus semakin tinggi hubungannya. Dan genteng dengan lobang keluar masuk burung berukuran 20 x 20 cm² atau 20 x 35 cm².

Campuran pasir, kapur dan semen dengan perbandingan 3 : 2 : 1 dapat membantu menjaga kelembaban kandang. Untuk lantainya, akan lebih ideal jika terbuat dari plester dan bagian kerangka yang akan digunakan sebagai tempat sarang terbuat dari kayu.


Pembibitan Burung Walet


Pada umumnya para pengusaha ternak burung walet akan memancing burung walet agar datang lebih banyak dengan memutar rekaman suara burung walet pada jam 16.00 hingga 18.00. Dan dapat dikatakan untuk pembibitan burung walet dilakukan secara sengaja. Dan walet umumnya bertelur sebanyak dua butir setelah membuat sarang.

Jika hendak membeli, hendaklah membeli bibit telur dengan rentang penetasan sekitar 10 hingga 15 hari dengan potensi kematian rendah. Dan penetasan telur dapat dilakukan di mesin penetas dengan suhu 400°c dengan kelembapan 70%.


Perawatan Burung Walet dan Proses Panen


Gunakan kroto segar sebagai pakan, anak walet yang baru menetas perlu disuapi tanpa diturunkan dari sangkar karena perlu kehangatan. Baru ketika sudah tumbuh bulu dipindahkan dalam kotak khusus dengan penghangat. Karena walet dewasa akan mencari makan sendiri. Jauhkan dari hama seperti kecoa, tikus, semut dan tokek. Untuk proses panen dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu panen rampasan, panen buang telur dan panen penetasan.

Itulah beberapa hal yang dapat atau perlu Anda ketahui dan pelajari sebagai ilmu dasar dalam ternak burung walet. Karena pada dasarnya ternak ini tidak semudah yang difikirkan. Selamat mencoba. Artikel bersumber dari https://suduthewan.com/

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel