Widget HTML Atas

200 Pantun Penutup Pidato : Lucu, Gokil, Unik, Bijak, Keren dan Menghibur

Pantun Penutup Pidato Lucu, Gokil, Unik, Bijak, Keren dan Menghibur bisa digunakan untuk acara sekolah, presentasi, seminar, khitanan, pernikahan ataupun pengajian terbaru Tahun 2020. Buat sobat semua yang sudah penasaran dan ingin membaca Pantun Penutup Pidatonya silahkan simak ulasannya dibawah ini.

Pantun adalah karya sastra lama yang masih tetap populer sampai sekarang. Ada beberapa jenis pantun yang biasa digunakan oleh masyarakat Indonesia. Ada pantun jenaka, Pantun Nasihat dan juga pantun nasihat ataupun pantun Agama.



Pantun Penutup Pidato

Pantun Penutup Pidato

Namun pada kesempatan kali ini saya akan berbagi kumpulan pantun penutup pidato. Semga kiranya dengan adanya koleksi pantun ini dapat menjadi referensi bagi sahabat semuanya. Tanpan banyak basa basi lagi silahkan simak kumpulan pantunnya sebagai berikut ini. Berikut Kumpulan Pantun Penutup Pidato.


Baca Juga : 100 Pantun Receh, Lucu, Romantis dan Bikin Ngakak


Pantun Penutup Pidato di Sekolahan

Pasti diantara kalian ada yang sudah pernah melakukan Pidato di sekolah. Apalagi kalua kalian itu anggota Osis ataupun ketua Kelas. Nah, biasanya di sekolah juga ada lomba pidato. Bahkan ada pengembangan diri di sekolah khusus belajar berpidato. Apalagi dalam berpidato itu tidak harus isi saja yang disampaikan karena pidato yang hanya isi saja yang disampaikan tanpa ada lawakan atau lelucun akan kaku dan membosankan. Untuk memecah kebosanan para audience maka bisa Anda menyelipkan sebuah pantun lucu di pidato Anda  agar nantinya para audience tidak boring dan bisa fokus mendengarkan apa yang Anda sampaikan. Berikut pidato di sekolah :

Anak Pak RT pandai bersiwah,

Sulap dimainkan di tengah sawah,
Salam penutup yang tak terjawab,
Akan kuulangi tolong dijawab
Wassalamualaikum Wr.Wb.

Bukan lebah bukan sigung,

Mungkin kancil bukan lutung.
Jangan marah jangan tersinggung,
Ini ceramah bukan manggung.

Ambil pisau buka ketupat,

Sayur lodeh boleh campurkan.
Kalau ada ilmu di dapat,

Mohon untuk diamalkan.

Pisau diasah di pagi hari,

Bawa ke kebun untuk merumput,
Berakhir sudah pidatoku ini,
Semoga bisa memberi manfaat.

Bunga yang harum aroma melati,

Baunya sungguh harum sekali,
Pidato pendidikan sampai disini,
Semoga kelak kita berjumpa lagi.

Pak Andi punya burung Kenari,

Burung dijemur hingga siang hari,
Pembicaraan berakhir sampai disini,
Salah dan janggal mohon maklumi.

Kura-kura merangkak di atas tanah,

Merangkak hingga ke belakang rumah,
Semoga pidato ini membawa berkah,
Untuk lentera di alam barzah.


Karena godaan si tampan rupa,
Maka terayu putra mahkota,
Mohon maaf jika ada salah kata,
Yang mungkin itu mengusik ke jiwa.

Kambing disembelih berlumur darah,

Di sembelihnya di hari Qurban,
Mohon maaf segala salah,
Juga khilaf mohon dimaafkan.

Jalan-jalan ke Singapura,

Beli rambutan serta semangka,
Jangan malu untuk bertanya,
Sebelum kita menutup acara.

Pisau menggores menjadi luka,

Rasanya sakit amatlah perih,
Cukuplah sekian dari saya,
Saya haturkan terima kasih.

Ambillah papan bawalah paku,

Paku di pukul dengan tembaga,
Maafkan salah kata-kataku,
Namanya juga manusia biasa.


Pergi memancing di sungai sula,
Nila dipancing di hari senja,
Salam undur diri dari saya,
Untuk teman-teman semuanya.

Penjahit benang membawa peti,

Ibu Wahyuni menjahit kebaya,
Saya pamit untuk undur diri,
Terima kasih atas perhatiannya.


Ada kemumu di dalam semak,
Lari terbang mendengar babat,
Terima kasih telah menyimak,
Semoga bisa memberi manfaat.

Pergi ke pasar menjual durian,

Pasar dibuka dihari senin,
Sampai jumpa saya haturkan,
Semoga bertemu di minggu depan.

Kalau ada sumur di ladang,

Bolehlah menumpang mandi,
Kalau ada umur yang panjang,
Semoga bisa berjumpa lagi.


Baca Juga : Download Aplikasi Kinemaster Pro Gratis


Pantun Penutup Pidato Lucu


Biasanya kalau untuk bagian Pantun Penutup Pidato itu isinya yang Lucu akantetapi dalam hal ini saya tidak sarankan ya, karena kalau pantun Lucu yang konyol kesannya agak nyeleneh, apalagi jika pidatonya ini berlangsung dalam acara yang formal dan dihadiri banyak tamu-tamu kehormatan atau pejabat, kalau hal ini tetap dilakukan maka bisa-bisa bukan jadi mengundang gelak-tawa, bahkan bisa cemoohan. Oke langsung silahkan sobat simak Pantunnya di bawah ini :



Pendidikan karakter sangat penting sekali,

Harus diajarkan pada anak sejak dini,
Kalau nanti kita sudah tua dan mati,
Semoga anak jadi orang yang berbudi.


Bertengkar tak ada gunanya,

Menangpun jadi abu kalah jadi arang,
Jangan malu kalian untuk bertanya,
Karena saya tidak memakan orang.


Putih-putih bunga melati,

Harum mewangi di pagi hari,
Pidato saya cukup disini,
Jika rindu harap hubungi.


Mandi lumpur rambut berdaki,

Setalah kering berwarna putih,
Jangan pandang menatap sekali,
Saya sudah punya kekasih.


Bawa pinangan ke penghulu,
Hadiahkan dia sebungkus roti,
Maaf jika aku malu-malu,
Di depan ada pujaan hati.


Di China ada pendeta,
Berpidato tak henti cakap,
Semua sibuk entah mengapa,
Sehingga salam penutup tak terjawab.


Bertamasya ke penangkaran,

Melihat tiga anak buaya,
Jika ada yang ingin ditanyakan,
Silakan, sebelum saya lupa materinya.


Jalan-jalan ke Taman Mini,
Singgah sebentar membeli kuaci,
Pidato saya sampai disini,
Lain waktu kita sambung lagi.


Sungguh enak sayur buncis,
Dipulam bulat si buah pete,
Kututup pidato waktu sudah habis,
Bapak Kepala sudah mengode.


Jari telunjuk untuk menunjuk,
Cincin kawin di jari manis,
Kulihat teman-teman sudah ngantuk,
Tenang saja, pidatonya sudah habis.


Ke pulau seberang membawa barang,

Subuh hari berangkat berlayar,
Kalo pidatoku kurang panjang,
Silakan undang lagi, tapi bayar.


Burung elang si burung buas,
Jinak-jinak burung merpati
Kalau kawan-kawan belum puas,
Besok bisa kita ulang lagi.


Tahanlah pondok dengan kayu,
Untuk tempat makan berdua,
Jangan pada bubar dahulu,
Mari kita berdo’a bersama.


Sungguh enak ikan tuna,

Oleskan cabe menjadi pedas,
Cukup sekian dari saya,
Karna materinya sudah kandas.


Pergi berburu ke dalam hutan,
Bertemu rusa belang kaki,
Hanya itu yang bisa saya sampaikan,
Karena sayapun sudah lelah berdiri.



Pantun Penutup Pidato Acara Perkawinan




Tebal bulunya si beruang kutup,
Cairan es ia jadikan minum,
Sebelum acara kita tutup,
Kuucapkan Wassalamu’alaikum (baca salam)


Ternak-ternak si ikan teri,

Teri diternak dalam kolam,
Karena telah sampai di penghujung materi,
Kuakhiri dengan salam (baca salam)


Mahal harganya si batu bacan,

Bacan dibeli dari Pesisir Selatan,
Salam penutup aku ucapkan,
Semoga semua dalam Lindungan-Nya (baca salam)


Gudang penyimpan si benih padi,

Padi dibawa ke tengah sawah,
Semoga kita bertemu lagi,
Salam penutup jadi pemisah (baca salam)


Motor matic tak pakai rantai,
Panaskan mesin di pagi hari,
Berpisah bukannya bercerai,
Semoga salam mempertemukan lagi (baca salam)


Berbaris shalat namanya syaf,

Magrib tiba matahari terbenam,
Bila ada salah kuharapkan maaf,
Akhir kata kuucapkan salam (baca salam)


Subuh hari mencari nafkah,

Pergi ke pasar dengan becak,
Yang bertemu pasti berpisah, 
Salam terakhir hanya penjarak


Publik figur mainkan adegan,
Untuk membuat film baru,
Sebelum semua kita usaikan,
Jawablah salam terakhirku


Kota Makkah di negeri Arab,
Tempat orang naik haji,
Salam pertama tak terjawab,
Semoga tidak kuulangi lagi


Hari minggu cuci sepatu,

Sepatu dijemur di pagi hari,
Sampai jumpa di lain waktu,
Salam pembuka mempertemukan lagi


Pantun Pembuka Pidato Unik


Sebaiknya dalam membawakan sebuah pidato itu tidak hanya ada Pantun Penutup Pidato saja, harusnya juga bisa menempatkannya pada awal permulaan pidato. Nah, di bawah ini, saya berikan beberapa contohnya, silakan sobat disimak :



Pergi ke pasar membeli beras,
Sampai ke rumah menanak nasi,
Salam pembuka tak terbalas,
Kuulangi sekali lagi.
Assalamualaikum Wr. Wb.


Jalan-jalan ke Taman Mini,

Pulangnya membeli Soto,
Saya berada di mimbar ini,
Untuk membawakan sebuah pidato.


Anak gembala menggiring sapi,

Sapi lelah mukanya pucat,
Pada kesempatan berbahagia ini,
Izinkan saya memberi amanat.



Sangat manis madu lebah,
Madunya bening tidak keruh.
Orang sabar berhati tabah,
Hidupnya tenang, jiwanya teduh.

Lada pedas tambah ketumbar,

Dipetik oleh anak kembar.
Marilah berlatih untuk sabar,
Agar jiwa terasa lebar.

Sudah tua gampang pikun,

Daun bidara tujuh lembar.
Kunci sukses itu tekun,
Kunci kuat itu sabar.


Gunung Kelud si Gunung Merapi,

Sungguh indah gunung Rinjani,
Sebelum  kumulai pidato ini,
Izinkan saya menyapa hadirin sekalian.


Berburu ke padang ilalang,

Bertemu rusa hitam belangnya,
Selagi waktu masih panjang,
Saya akan sampaikan sepatah dua kata.


Cantik nian pulau sikuai,

Pasirnya putih teramat indah,
Sebelum materi aku mulai,
Marilah serentak mengucap Basmallah.


Burung indah burung merpati,
Terbang melayang tidaklah tinggi,
Senang rasanya hati ini,
Bisa berdiri lagi di mimbar ini.


Makan bubur jangan diaduk,
Karena terasa begitu nikmat,
Jangan loyo jangan mengantuk,
Pagi-pagi harus semangat.


Bibir pantai kena erosi,
Hutan bakau tanamlah rapi,
Semua hadirin yang saya hormati,
Izinkan saya membawa materi.


Ambil tepung cetak adonan,

Malam hari memakan roti,
Ibu-bapak guru dan teman sekalian,
Biarkan aku memulai pidato ini.


Irian cenderawasih.

Cukup sekian terimakasih.

Kayu papan bunga setanggi.

Kapan kapan kita sambung lagi.
Pisau arit memotong duri.
Mohon pamit, undur diri.


Padi habis tinggal jerami,
Bakar dulu hingga bersih.
Rupanya pidatoku sampai di sini,
Cukup sekian terimakasih.


Kalau ladang banyak hama,

Tak perlu petani untuk berpindah.
Hati masih ingin bersama,
Tapi waktu habislah sudah.


Burung dara cenderawasih,

Cari dulu di Papua.
Cukup sekian terimakasih,
Moga bermanfaat untuk semua.


Jalan-jalan ke kota Mekah,
Ingin sembahyang berlama-lama.
Semoga pidato ini membawa berkah,
Membawa rahmat untuk bersama.


Kalau ada sumur di ladang,

Boleh saya menumpang mandi.
Kalau ada umur yang panjang,
Boleh dong saya pidato lagi.


Bunga mekar di perbukitan,

Sawah luas di pedesaan.
Terimakasih untuk perhatian,
Mohon maaf untuk kesalahan.


Dari Irian banyak cenderawasih,

Roti mengembang diberi ragi.
Cukup sekian terimakasih,
Moga esok berjumpa lagi.


Tidur nyenyak di atas ranjang,
Air mengalir di kolam ikan.
Pidato saya memang panjang,
Walau panjang menyenangkan.


Hari panas sawah membelah,
Hutan rimba tempat si rusa.
Maafkan kalau ada salah,
Namanya juga manusia.


Ramai sungguh di hari raya,

Sungguh segar air kelapa.
Salam undur dari saya,
Kapan-kapan moga berjumpa.


Untuk apa jadi bujang,

Hidup sepi sendiri saja.
Ingin hati ceramah panjang,
Apa daya masih ada acara.


Pantun Penutup Pidato Bijak


Mekah sudah, Madinah sudah,

Pulang ke kampung urusin empang.
Ceramah sudah makan sudah,
Perut kenyang pikiran lapang.


Sudah tua sakit punggung,
Tetangga mati ikut melayat.
Bukan maksud untuk menyinggung,
Saya ceramah sampaikan ayat.


Anak lulus sudah ujian,
Tinggal tunggu siapa meminang.
Kalau sudah dengar pengajian,
Hati adem pikiran tenang.


Pempek campur cuka,
Makan rujak banyak pepaya.
Kalau bapak ibu suka,
Boleh lah undang saya.


Mangga harum namanya kueni,
Sayang sedang sakit gigi.
Ceramah saya sampai di sini,
Besok yuk ngaji lagi.


Kalau sudah punya gergaji,
Potong kayu jangan dibelah.
Kalau bapak rajin ngaji,
Rajin juga sholat berjamaah.


Itu lihat bapak hansip,
Sumringah saat dipuji.
Menuntut ilmu itu wajib,
Jangan malas pergi mengaji.


Jika hari sedang hujan,

Sungai kecil selalu bersihkan.
Jika ingin selamat badan,
Perintah Allah yuk laksanakan.


Sungguh pahit rasa jamunya,

Sudah minum kita makan.
Kalau sudah tahu ilmunya,
Mari sama-sama kita amalkan.


Ada ikan ada mangga,
Sudah dimasak langsung makan.
Cukup sekian dari saya,
Kalau bertanya, silakan.


Lebah datang suka menyengat,
Badan letih sampai berkeringat.
Jangan bubar jangan minggat,
Mungkin Anda ada yang minat.


Jangan terlalu kejar dunia,
Hidup ini bersantai saja.
Jika ada yang mau bertanya,
Saya persilakan sekarang saja.


Angin berhembus berkelana,

Hujan indah rintik-rintiknya.
Tidak ada yang sempurna,
Mohon saran dan kritiknya.


Tanam bunga tanam kubis,

Tanam juga tanaman lada.
Bukan karena materi habis,
Tapi waktu sudah tak ada.


Batu pecah dibenturkan,
Rusak bunga di tengah taman.
Terimakasih kami haturkan,
Untuk semua teman-teman.


Bunga melati di pekarangan,
Tumbuh cepat segera besar.
Saya masih banyak kekurangan,
Maklum masih tahap belajar.


Kalau ada sumur di ladang,
Airnya segar untuk mandi.
Kalau ada umur yang panjang,
Boleh saya presentasi lagi.


Indah bunga di tengah taman,

Duduk santai makan ketan.
Sampai jumpa teman-teman,
Sampai jumpa di lain kesempatan.



Badan gemuk banyak lemak,

Kalau lebaran buat ketupat.
Terimakasih sudah menyimak,
Moga presentasi bawa manfaat.


Irian cenderawasih,
Anak monyet sakit gigi.
Cukup sekian terimakasih,
Jangan lupa undang saya lagi.


Kalau sudah minum jamu,

Akan sehat seluruh badan.
Kalau sudah banyak ilmu,
Jangan lupa diamalkan.


Anak ayam di pinggir kali,

Mencari makan pagi-pagi.
Sekarang yang ngaji banyak sekali,
semoga sholat subuh tak telat lagi.


Kalau ingin pergi ke Turki,
Harus banyak nabung duit.
Kalau ingin banyak rezeki,
Banyak sedekah jangan pelit.


Kelopak bunga amat bersih,

Bunga merambat sangat tinggi.
Ibu Bapak terimakasih,
Assalamu alaikum saya pergi.



Sungguh gagah raja Malaya,

Dari Malaka ke neger Campa.
Sampai di sini ceramah saya,
Wassalamu alaikum sampai jumpa.



Kalau ada sumur di ladang,

Boleh kita menumpang mandi.
Kalau ceramah saya kurang panjang,
Boleh Anda mengundang lagi.


Duduk santai di waktu petang,
Taman indah airnya memancar.
Kepada hadirin yang datang,
moga rezekinya makin lancar.



Kalau ada sumur di ladang,
Boleh kita menumpang mandi.
Kalau Anda ingin pulang,
Pidato saya sebentar lagi.


Berakit-rakit ke hulu,
Berenang-renang ke tepian.
Anak-anak jangan bubar dulu,
Sudah ini kita kebersihan.


Untuk apa membuat tato,
Dosa besar bisa terkutuk.
Kalau saya sedang pidato,
Tolong jangan suka mengantuk.


Petik mangga dapat lima,
Cuci dulu supaya bersih.
Pidato saya tidak lama,
Cukup sekian terimakasih.


Sungguh indah pulau Jawa,

Singapura kotanya rapih.
Moga manfaat untuk semua,
Saya undur terimakasih.


Panjang ekor ikan pari,

Ikan menyelam ke balik batu.
Mohon pamit undur diri,
Was salamu ‘alaikum wr wb.



Ikan emas dalam kolam,

Perahu besar hendak berlabuh.
Penutup pidato dengan salam,
Asslmu alaikum warohmatullah.


Awas pisau membuat luka,
Kalau luka susah obatnya.
Assalamu alaikum pidato dibuka,
Mohon jawab dengan sempurna.


Laut luas amat dalam,
Ikan paus pandai menyelam.
Dari lubuk hati yang paling dalam,
Kan kubuka pidato dengan salam.


Hujan turun kebun basah,
Sangat indah tanduk rusa.
Sabar itu memang susah,
Belajarnya sepanjang masa.



Ular panjang pandai berkelit,

Meliuk-liuk seperti keris.
Bersabar memang terasa pahit,
Tapi buahnya sangat manis.


Dari sawah membawa gabah,

Pakai baju motifnya batik.
Sabarkan hati menghadapi musibah,
Kan diganti dengan yang lebih baik.



Besok ramai sunatan masal,
Juragan ikan hendak berlayar.
Jangan marah jangan menyesal,
Jadilah hamba yang penyabar.

Ikan emas suka berenang,

Dari sungai hingga telaga.
Orang sabar selalu tenang
Hidupnya mudah penuh bahagia.


Duduk manis di atas tikar,
Naik ke atas pakai tangga.
Sabar sabar selalu sabar,
Itulah jalan menuju surga.


Bunga mawar bunga selasih,
Air manis sekarang hambar.
Cukup sekian terimakasih,
Jangan lupa selalu bersabar.


Raja Ampat sangatlah indah,
Berlibur kesana membawa istri,
Salam pertama kurang meriah,
Biar kuulang sekali lagi.

Nah, itulah beberapa daftar pantun penutup pidato yang bisa saya sajikan. Semoga adanya pantun tersebut dapat bermanfaat dan menjadi referensi bagi teman-teman semua. Sekian dari saya sampai jumpa di pembahsan yang lainnya.