Widget HTML Atas

Kisah Seorang Anak Manusia yang Mencari Jati Diri

Kisah seorang anak manusia yang mencari jati diri. Sosok yang berasal dari keluarga sederhana dengan berbagai lika-liku kehidupan. Tak mudah memang kala perjalanan hidup ini berderai begitu banyak masalah yang menghadang namun hal itu yang membuatnya menjadi wanita tangguh yang penuh dengan semangat untuk menjalankan kehidupan. Hidup dalam pelosok desa yang jauh dari kerumunan kota membuat hidupnya amat sederhana, bermain lumpur atau mandi di kali menjadi kebiasaan dengan anak lainya. Kisahnya sederhana saja dengan memiliki cita-cita tinggi yang tak usang dan tak lekang oleh waktu, terus tumbuh menjadi kekuatan baru untuk terus maju. 


Kisah Seorang Anak Manusia yang Mencari Jati Diri




Kisah Seorang Anak Manusia yang Mencari Jati Diri

Perjuanganya datang kala bersekolah SMP jarak yang jauh dengan keterbatasan transportasi membuat Rani mau tidak mau harus selalu bangun lebih awal sekitar jam 04.00 wib untuk segera bergegas solat dan mandi untuk kemudian bisa berangkat sekolah sekitar jam 06.00 wib. Berjalan sekitar 10 menit untuk sampai ke pinggir jalan tempat dia menunggu angkot. Angkot yang datang sudah terpenuhi dengan teman-teman dengan itu yang bisa hanya (bergelantungan dipintu angkot untuk tetep datang tepat waktu sampai sekolah. Waktu pulangpun hal yang sama dilakukan namun ketika ada kegiatan ekstrakurikuler bisa sampai sore. 

Angkot yang bisa mengantarkan pulangpun sudah tidak ada hingga pernah dari sekolah sampai ke rumah jalan kaki dengan jarak 8 km dengan menyusuri hutan, tapi hal itu tidak memutuskan semangat untuk terus bersekolah dan mencapai apa yang di cita-citakan. Hal itu tidak terasa karena punya temanteman seperjuangan yang saling memberikan semangat. Pada hari jumat, saat pulang dari pramuka hanya ada satu angkot yang bisa digunakan untuk sampai kerumah hal itu membuat teman-teman Rani satu Desa Clapar namanya, ikut semua sampai angkot itu penuh sesak. Sewaktu jalan pulang tibatiba angkot mogok karena banyaknya penumpang yang menjadi beban angkot dan keadaan hujan lebat yang membuat jalan banjir. Hal itu membuat kita semua yang berada diangkot turun untuk bersama-sama mendorong angkot. 

Basah kuyup semua baju hingga celana. Tak ada kata mengeluh dari kami karena ini adalah sebuah proses mencapai impian. Bukan hal mustahil untuk mencapai apa yang kita impikan. Banyak jalan yang disediakan kalau kita percaya akan apa yang Allah sediakan untuk kita. SMP telah usai dengan hasil yang memuaskan bagi Rani, namun teman-temanya sudah tidak melanjutkan lagi. Perjalanan untuk ke SMK lebih jauh dari pada SMP yang dulu, jaraknya mencapai 18 km. Hal ini lebih memberatkan jalannya untuk mencapai sekolahan karena Rani ingin sekolah di kota. Awalnya, tertekan untuk sekolah karena masalah transportasi yang sulit. Suatu hari, Rani harus menunggu bapaknya menjemput harusnya 30 menit namun diperjalanan ban motor bocor, hingga sampai Karanganyar sekitar 1 jam sekitar jam 19.30 wib. 

Rani hanya bisa menangis melihat kondisi yang menyulitkan dirinya. Tersenguk sengguk membuat bapaknya tersadar dengan semua itu. Setelah pulang, orang tua Rani berusaha menbujuku untuk pindah sekolah saja agar lebih dekat. Namun, Rani adalah sosok yang keras kepala dan memiliki tekat yang kuat terhadap sesuatu yang dia impikan. Rani benar-benar ditentang saat memutuskan untuk kuliah, dia membuat alasan yang masuk akal namun semua ditolak mentah-mentah sampai memohon untuk diperbolehkan kuliah namun tak kunjung dapat restu. Setelah ujian nasional, Rani iseng untuk ikut sosialisasi kampus yang diadakan oleh SMK di pusat Kota Kebumen. Disana banyak motivasi yang semakin menguatkan tekatnya untuk kuliah. 

Dari situ dia benar-benar mengumpulkan uang dan persayaratan untuk bisa ikut SBMPTN karena Rani tidak bisa masuk SNMPTN. Rani berusaha menggali informasi dan terus berdoa untuk kuliah. Akhirnya, Rani memiliki teman yang memiliki masalah yang sama yaitu restu orang tua dan biaya. 

Dari situ semakin kuat tekat itu, berjuang bersama mencari jalan agar mimpi itu tercapai hingga kita menemukan jalan beasiswa yang bukan hanya kuliah gratis namun biaya hidup ditanggung. Semakin keras perjuangan kita, namun kendalinya anak SMK sulit untuk menembus perguruan tinggi berdasarkan cerita dari guru kami, hingga kita di rekomendasikan untuk masuk Universitas Baru yang bisa ditembus anak SMK. Menurut Rani kuliah dimanapun intinya kita punya komitmen dan tanggungjawab insyallah akan lebih unggul. 

Namun masih banyak yang mengganjal, Rani bukan hanya memikirkan kuliah. Dia sadar bahwa orang tuanya sangat khawatir dengan keadaan ini hingga Rani juga mendaftar kerja sembari menunggu pengumuman SBMPTN. Namun, semakin tertekan akibat fisik yang tidak proporsional membuat Rani sulit mendapatkan pekerjaan. Pernah ada pembukaan pendaftaran untuk bekerja di sebuah toko mas di BKK SMK namun malah hinaan yang Rani dapatkan. Pewawancara menerca fisik Rani dengan kata-kata yang menyakiti hati. Hingga sampai rumah Rani hanya bisa menangis dengan yang terjadi. 

Bukan hanya sekali dua kali namun beberapa kali. Semakin sesak napas ini seakan dunia semakin menghimpit tubuh Rani. Seakan banyak orang yang memandang secara subjektif tanpa pernah menilai secara objektif apa yang mereka punya. Masa itu adalah benar-benar masa yang membuatku pada titik terendah yang memberikan tekanan yang berat. 

Keputusan yang berat menjadikan Rani sering berdiam diri dan semakin keras meminta pertolongan kepada-Nya. Kadang kita hanya perlu pembuktian dari pada sekedar berucap janji. Untuk itu akan berjanji ketika bidikmisi tak dia dapatkan maka dia akan mundur dari mimpi. Tapi semua jalan hanya Allah yang tentukan dan hal ini terbukti. Semua usahanya yang berasal dari kecil tak sia-sia. 

Hidup dibawah tekanan kehidupan yang masih kolot dan terpelosok menutup pikiran orang tua akan pendidikan yang penting ini. Untuk itu akan berusaha membuka wawasan secara perlahan bahwa pendidikan penting. Mengajarkan dan ingin membuktikan bahwa anak desa juga bisa memiliki pendidikan asal ada sebuah niat dan membuka pikiran warga desa pelosok bahwa apapun pekerjaan orangtua kalau anak mau kuliah banyak program beasiswa yang tidak memberikan beban yang berat. Bidikmisi adalah penyelamat hidupnya yang selalu di syukuri dengan apa yang telah Allah berikan. 

Untuk itu tekat awal yang Rani buat adalah masuk kedalam himpunan anak bidikmisi di universitas untuk mendedikasikan diri terhadap kampus, berusaha totalitas disana untuk dapat membalas semua uang yang dibiayai untuk kehidupannya, tak pernah memikirkan bagaimana nantinya hidup yang jelas dia selalu meminta kepada Allah agar selalu menjadikaku orang yang berguna untuk sekitar. 

“jadilah cahaya untuk kehidupan”. Menyinari setiap selah selah dan bermanfaat untuk semua manusia. Awal masa-masa perkuliahan ikut dengan komunitas peduli pendidikan yang ada didaerah dengan menjadi relawan mengajar di daerah terpencil kabupaten kebumen. Hal ini menjadi sebuah ajang untuk Rani berguna bagi sesama. 

Memberikan semangat kepada anak-anak untuk terus mengejar apa yang diimpikan. Berbagi kebahagiaan dan memberikan semangat untuk selalu bersekolah. Bukan hanya komunitas tapi sebuah acara besar di kebumen yang memperkenalkan dunia kampus dengan adikadik sma/smk. Banyak hal yang didapat dari itu, karena peran pemuda bukan kita berdemo sana sini untuk memperbaiki negara namun dengan hal kecil namun terasa langsung manfaatnya untuk masyarakat lebih berarti tanpa merusak apapun. 

Acara Kebumen Campus Fair (KCF) adalah acara yang sangat besar di Kabupaten Kebumen yang mengumpulkan banyak mahasiswa kebumen dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta yang berkumpul jadi satu untuk memperkenalkan kuliah terhadap generasi muda di Kebumen. 

Mulai dari try out sbmptn sampai dengan motivasi untuk kuliah yang mengundang pembicara, hingga expo kampus yang benar-benar memberikan banyak pengetahuan baru bagi calon mahasiswa yang sedang bingung terkait dengan pilihan kampus maupun jurusan yang akan diambilnya. Bukan hanya itu, acara ini juga memberikan baksos setelah seluruh rangkaian acara selesai. 

Mengunjungi salah satu rumah inklusi rumah yang ditempati oleh anak-anak difabel. Mereka memberikan banyak motivasi dan dorongan untuk kaum muda untuk terus belajar dan memberikan manfaat untuk sesama. Mereka adalah manusia kuat yang memiliki hati luar biasa menginspirasi dan memotivasi. Semua tentang kekuatan impian yang merubah kita menjadi orang kuat dengan berbagai tekanan kehidupan. “Ijinkanku untuk mengabdi di negeri tercinta ini, salam bestari dari anak pelosok negeri”. 

Judul Paten : Menapak Tanah dan Ranah
Penulis : Nur Rani