Alat Musik Kolintang Berasal dari Daerah Mana? dan berikut Penjelasannya!

Alat Musik Kolintang Berasal dari Daerah Mana? dan berikut Penjelasannya! - Halo sahabat, selamat datang kembali di situs Pendidikan Mediasaiana. Pada kesempatan ini kami akan kembali untuk berbagi pengetahuan tentang alat musik tradisional yang ada di Indonesia. Disini kami akan mengulas tentang alat musik Kolintang Kawanua yaitu Alat Musik Khas dari Minahasa Sulawesi Utara. Pasti diantara kalian ada yang sudah pernah memainkan alat musik Kolintang kan ya? alat musik ini dikenal sebagai jenis alat musik perkusi yang bernada yang bahan bakunya berasal dari kayu. 

Alat Musik Kolintang

Alat Musik Kolintang
Sumber Gambar: Suluthebat.com

Alat musik ini pernah di pertunjukan pada Pekan Kebudayaan Nasional yang bertempat di Panggung Guyub. Tentunya dengan adanya pertunjukan alat musik tradisional ini sangat menarik perhatian banyak pengunjung. Walau disaat itu matahari bersinar dengan teriknya, para seniman dari Minahasa mempertunjukkan Kolintang Kawanua dengan sangat memukau dan menghibur pengunjung PKN 2019 dengan sangat totalitas. Pada saat itu para pengunjung pun tampak sangat antusias melihat seni pertunjukan ini.

Sejarah Alat Musik Kolintang


Di Indonesia, alat musik Kolintang dikenal sebagai alat musik jenis perkusi bernada dari kayu yang berasal dari daerah Minahasa provinsi Sulawesi Utara. Adapun untuk kayu yang dipakai untuk membuat alat musik Kolintang adalah kayu lokal yang bahannya ringan namun teksturnya kuat seperti kayu Wenuang (Octomeles Sumatrana Miq),kayu Cempaka (Elmerrillia Tsiampaca), kayu Telur (Alstonia sp),kayu Waru (Hibiscus Tiliaceus), dan sejenisnya yang mana mempunyai konstruksi serat yang paralel. Nama kolintang sendiri berasal dari suaranya yaitu: tong (nada rendah), ting (nada tinggi) dan tang (nada biasa). Dalam bahasa daerah Minahasa, ajakan "Mari kita lakukan TONG TING TANG" adalah: " Mangemo kumolintang". Dari ajakan tersebut akhirnya malah berubah menjadi kata kolintang.

Alat musik Kolintang ternyata sudah ada sejak jaman dahulu dan sering digunakan masyarakat Minahasa untuk upacara ritual adat yang masih berhubungan dengan pemujaan roh leluhur. Adapun sejak masuknya agama Kristen dan Islam di tanah Minahasa, Alat Musik Kolintang kini tidak lagi difungsikan sebagai pengiring dalam upacara adat, namun kini lebih difungsikan sebagai alat musik pengiring tarian, pengiring lagu, atau sebagai pengiring pertunjukan musik.

Alat musik Kolintang pada awalnya itu hanya terdiri dari beberapa potong bilah kayu yang diletakan dan disusun berjejer diatas kedua kaki para pemainnya. Kemudian seiring dengan perkebangan jaman maka dikembangkan menggunakan alas yang bahannya terbuat dari dua batang pisang. Alat musik Kolintang sendiri mulai menggunakan peti resonator sejak adanya Pangeran Diponegoro berada di Minahasa. Konon pada saat ada Pangeran Diponegoro pada saat itu peralatan Gamelan juga dibawa oleh rombongannya. Seusai perang dunia ke 2, alat musik Kolintangpun mulai dikembangkan lagi dari segi tangga nada  yang nantinya agar suara yang dihasilkan lebih mengarah ke susunan nada musik universal.

Jenis Alat Musik Kolintang


Nah, adapun pada saat ini alat musik Kolintang ini sudah terbagi menjadi beberapa jenis yang tentunya setiap jenis mempunyai fungsi yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut dapat terlihat dari suara yang dihasilkannya. Berikut adalah jenis alat musik Kolintang yang terdiri dari 9 jenis, yaitu : loway (bass), cella(cello), katelu (ukulele), ina esa (melodi 1), ina rua (melodi 2), karua (tenor 1), karua rua (tenor 2), uner (alto 1), uner rua (alto 2) dan ina taweng (melodi 3).

Cara Memainkan Alat Musik Kolintang


Seperti yang kami katakan diatas, bahwa cara memainkan alat musik kolinang ini adalah dengan cara dipukul memakai stick khusus. Agar nantinya suara yang dihasilkan dari pukulan kolintang terdengar bagus maka di unjung sticknya biasanya akan diberi sebuah bantalan kain, seperti halnya pada alat pukul musik Gamelan. Nah, Stick yang digunakan tersebut juga biasanya terdiri dari tiga stick yang akan diberi nomor tersendiri.

Stick yang bertuliskan nomer satu biasnya akan digunakan di tangan kiri, sedangkan untuk yang bernomer dua dan tiga biasanya dipegang di tangan kanan. Khusus untuk stick yang dua dan tiga biasanya akan dipasang di sela-sela jari pemain sesuai dengan accord yang akan dimainkan. Sebenarnya sama halnya dengan jenis alat musik pada umumnya, namun untuk alat musik Kolintang ini mempunyai accord tersendiri yang mana dipukul secara bersamaan. Namun untuk jenis Kolintang tipe bass dan melodi biasanya akan dimainkan tanpa accord, namun hal ini bisa disesuaikan dengan nada yang nantinya akan diinginkan sehingga untuk memaikannya kalian hanya butuh dua stick saja.

Pertunjukan Musik Kolintang


Pada jaman saat ini fungsi alat musik Kolintang jauh lebih bervariatif, baik itu dimainkan untuk alat musik pengiring tari, lagu, atau bisa juga dimainkan secara orkestra. Dalam seni pertunjukan musik Kolintang biasanya itu semua jenis alat musik ini akan dimainkan secara padu sehingga akan menghasilkan nada yang sangat pas dan enak didengar oleh penikmatnya. Namun bagi kalangan pemain yang sudah profesional biasanya hanya menggunakan 6 alat saja maka sudah bisa menghasilkan suara yang sangat lengkap.

Sebelum pertunjukan biasanya semua jenis alat musik Kolintang akan disusun dengan formasi tertentu, tujuannya agar nantinya bisa menghasilkan perpaduan nada yang serasi dan pas serta agar mudah dikombinasikan. Adapun untuk susunan secara lengkap biasanya pada bagian depan akan diisi oleh melodi. Lalu untuk bagian belakang kiri akan diisi dengan bass. Sedangkan bagian belakang kanan biasanya diisi dengan cello. Untuk alat lain biasanya itu tergantung pada lebar ukuran panggung yang digunakan, dan dengan memperhatikan fungsi tenor dan alto itu sendiri.


Akhir Kata


Nah itulah ulasan tentang Alat Musik Kolintang. Semoga dengan adanya ulasan ini dapat bermanfaat bagi sahabat semua. Sekian ulasan alat Kolintang sebagai Alat Musik Tradisional Dari Minahasa Sulawesi Utara”. Sampai jumpa pada ulasan alat musik yang lainnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel