Mengenal Pemikiran Ekonomi Ibnu Khaldun

Mengenal Pemikiran Ekonomi Ibnu Khaldun. Dibesarkan dalam keluarga ulama terkemuka, Abd al-Rahman bin Khaldun al-Hadrawi atau yang lebih kenal dengan Ibnu Khaldun merupakan seorang hakim yang memiliki gelar waliyuddin pada masa jabatannya. Dimasa mudanya Ibnu Khaldun sudah menguasai beberapa disiplin ilmu Islam klasik diantaranya ‘ulum aqliyah (ilmu-ilmu kefilsafatan, tasawuf dan metafisika), ilmu bidang hukum, politik, sejarah, ekonomi, geografi dan beberapa disiplin ilmu lainnya. 


Atas rasa tidak puasnya atas satu disiplin saja, terlihat kekuatan dan kelemahan yang dimiliki Ibnu Khaldun. Pengetahuan Ibnu Khaldun sangat luas dan berfariasi ibarat sebuah ensiklopedi, akan tetapi sejarah mencatat bahwa ia tidak dikenal sebagai seorang yang menguasai satu bidang disiplin ilmu.


Ibnu Khaldun juga telah menulis buku yang membahas beragam disiplin ilmu diantaranya ushul fiqh, matematika dan sejarah. Bukunya yang berjudul Al-Ibar wa Diwan al-Mubtada’ wa al-Khavar fi Tarikh al-Arab wa al-Ajam wa al-Barbar menunjukan penguasaan Ibnu Khadldun atas sejarah dan berbagai ilmu pengetahuan. Selain itu, karya monumentalnya yang berjudul Al-Muqoddimah Ibnu Khaldun mengundang para pakar untuk meneliti dan mengkajinya.


Al-Muqoddimah Ibnu Khaldun merupakan kitab yang isinya menjelaskan berbagai aspek ilmu dan kehidupan manusia pada zamannya. Karyanya yang satu ini mencoba untuk menjelaskan prinsip-prinsip yang menentukan kebangkitan dan keruntuhan daulah yang berkuasa dan peradabannya. Selain itu kitab ini berisi juga diskusi ekonomi, sosiologi dan politik yang merupakan kontribusi orisinil Ibnu Khaldun untuk setiap cabang ilmu tersebut.


Dalam lintas sejarah perekonomian dunia beberapa pemikiran ekonomi Ibnu Khaldun dapat disejajarkan dengan pemikiran para tokoh ekonomi modern. Wawasan Ibnu Khaldun terhadap beberapa prinsip ekonomi sangat dalam dan jauh kedepan hingga semua teori yang dipaparkan enam abad yang lalu tidak diragukan sebagai perintis dari beberapa formula teori modern saat ini.


Persoalan ekonomi yang dibicarakan Ibnu Khaldun dalam bukunya Al-Muqoddimah menjelaskan motif ekonomi timbul karena hasrat manusia yang tidak terbatas sedangkan barang-barang yang akan memuaskan kebutuhannya sangat terbatas. Oleh karena itu memecahkan masalah ekonomi harus dipandang berdasarkan dua sudut yaitu sudut tenaga (werk, arbeid) dan dari sudut penggunaannya.

Ibnu Khaldun hidup pada zaman dimana uang telah menjadi alat ukur harga. Saat itu ia telah membicarakan kemungkinan yang akan terjadi dimasa depan bagaimana kedudukan dari mata uang. 

Selain itu Ibnu Khaldun memprediksi bahwa emas dan perak akan mengambil tempat penting dalam dunia perekonomian. Kedua benda ini akan melayani tiga kepentingan yaitu pertama alat tukar dan pengukur harga, sebagai nilai suatu usaha, kedua menjadi alat perhubungan dan, ketiga menjadi alat simpanan di Bank. Hal ini merupakan analisa Ibnu Khaldun saat emas dan perak  sebagai dinar dan dirham. 


Ia mengetahui kedepannya manusia akan meninggalkan zaman tukar menukar barang dan berpindah pada jual beli dengan perantara uang. Saat perekonomian menempati zaman itu emas dan perak menempati tempatnya sebagai alat ukuran nilai (standar).


Karya ekonomi Ibnu Khaldun menjadi lampu ditengah kegelapan yang mempu memberi pedoman bagi teori-teori ekonomi Eropa khususnya dan teori-teori Internasional pada umumnya. Pengaruh dasar-dasar ekonomi yang dikatakan oleh Ibnu Khaldun terhadap pendirian dan faham ekonomi internasional dapat diperhatikan pada uraian Ibnu Khaldun mengenai persoalan pertanian dan perdagangan dalam karyanya al-Muqoddimah yang dihubungkan dengan jaman Renaissance di Eropa pada abad ke 16, 17 dan 18 persoalan ekonomi Eropa berpusat pada dua hal tersebut.


Inilah kenyataan-kenyataan yang harus kita lahirkan di dalam persoalan ekonomi agar dijadikan pertimbangan yang lebih luas oleh para ahli pengetahuan, terutama para pakar ekonomi. 


Dan apa yang telah terurai di atas, paling tidak memberikan kontribusi positif terhadap bangunan teori perekonomian, yang akan turut menyertai naik turunnya perkembangan perekonomian umat di masa yang akan datang, di mana sejarah akan mencatat, bahwa teori ekonomi Ibnu Khaldun termasuk dalam jajaran ilmu yang dibutuhkan oleh umat.


Oleh : Tatu Rahmawati (Mahasiswa STEI SEBI)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close