Pengertian Marketing Mix dalam Bidang Pemasaran

Pengertian Marketing Mix


Marketing Mix (Bauran Pemasaran) adalah ilmu yang mempelajari tentang teknik pemasaran yang meliputi Produk, harga, Tempat dan juga Promosi. Jadi dalam penerapannya Marketing Mix ini mengkolaborasikan sistem Pemasaran dari 4P yaitu ada Product, Price, lokasi dan Promosi menjadi satu Kepaduan dalam bidang bisnis.


Pengertian Marketing Mix Menurut Para Ahli


Indriyo Gitosudarmo menuliskan definisi Marketing Mix menggunakan definisi Kotler dan Armstrong yaitu, Marketing Mix is the set of marketing tools that the firmuses to pursue its marketing objectives in the target market artinya bauran pemasaran adalah sejumlah alat-alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk meyakinkan obyek pemasaran atau target pasar yang dituju. 

Untuk menunjang keperluan tersebut, pengusaha dapat melakukan kebijakankebijakan yang terdiri atas: produk, price, place, dan promotion.




Philip Kotler mendefinisikan bauran pemasaran sebagai serangkaian variabel pemasaran terkendali yang dipakai oleh perusahaan untuk menghasilkan tanggapan yang dikendalikan perusahaan, dari pasar sasarannya, bauran pemasaran terdiri atas segala hal yang bisa dilakukan perusahaan untuk mempengaruhi permintaan produknya, yang dikenal dengan “empat P”, yaitu product, price,
lokasi, dan promosi”. 

Memahami marketing Mix


Keempat variabel strategi tersebut sangat mempengaruhi pemasaran, sehingga semuanya penting sebagai satu kesatuan strategi acuan atau bauran. Untuk mencapai tujuan perusahaan dalam bidang pemasaran, pedoman yang mampu diandalkan pemimpin perusahaan itu penting. Oleh karena itu, strategi pemasaran (Marketing Mix) yang menggunakan unsur variabel keempat tersebut sangat diperlukan dalam kegiatan pemasaran.

Berdasarkan definisi-definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa, Marketing Mix merupakan variabel yang digunakan pedoman perusahaan untuk menggerakkan perusahaan mencapai tujuan memuaskan konsumen. Pada pemasaran jasa, pendekatan strategis diarahkan pada kemampuan pemasar menemukan cara untuk “mewujudkan” yang tidak berwujud, meningkatkan produktivitas penyedia yang tidak terpisahkan dari produk itu, membuat standar kualitas sehubungan dengan adanya variabilitas, dan mempengaruhi gerakan permintaan dan pemasok kapasitas, mengingat jasa tidak tahan lama.

Menjalankan marketing Mix dalam bisnis online


Cara kerja Marketing Mix pada Bisnis

Unsur-unsur Marketing Mix


Adapun pemaparan empat unsur Strategy Marketing Mix adalah sebagai berikut.

1) Product (Produk)

a) Pengertian produk

Produk merupakan elemen penting dalam sebuah program pemasaran. Strategi produk dapat menpengaruhi strategi pemasaran lainnya. Pembelian sebuah produk bukan hanya sekedar untuk memiliki produk tersebut, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan, diperoleh, digunakan, atau dikonsumsi yang dapat memenuhi keinginan atau kebutuhan. 

Menurut Hermawan Kertajaya, produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk mendapatkan perhatian, dimiliki, digunakan atau dikonsumsi, yang meliputi barang secara fisik, jasa, kepribadian, lokasi, organisasi dan gagasan atau buah fikiran. 

Sedangkan dalam buku Basu Swatha, definisi produk adalah sebagai suatu sifat yang kompleks, baik dapat diraba termasuk bungkusan, warna, harga, persentase perusahaan dan pengecer, pelayanan perusahaan dan pengecer yang diterima oleh pembeli untuk memuaskan kebutuhan dan keinginnannya. 

Menurut Buchari Alma produk merupakan hal yang paling mendasar yang akan menjadi pertimbangan preferensi pilihan bagi calon mahasiswa. Bauran produk dalam strategi ini dapat berupa deferensiasi produk, yang akan memberikan dampak terhadap kesempatan lapangan kerja dan menimbulkan citra terhadap nama universitas, dan terhadap mutu produk itu sendiri.

Buchari Alma mencontohkan dengan keberadaan jurusan pada universitas atau PT tersebut. Ada jurusan apa saja, ada jurusan yang favorit atau tidak, dan tidak ketinggalan pula performance dari lulusan jurusan tersebut. Demikianlah yang turut mempengaruhi pilihan calon mahasiswa.

Dalam jasa pendidikan tinggi menurut Elisabeth Koes Soedijati, produk atau jasa yang ditawarkan kepada mahasiswa adalah reputasi, prospek, dan variasi pilihan. Perguruan tinggi

(PT) yang akan bertahan dan mampu memenangkan persaingan adalah PT yang dapat menawarkan reputasi/mutu pendidikan yang baik, prospek yang cerah bagi para mahasiswa setelah lulus dari PT tersebut, dan pilihan konsentrasi yang bervariasi. Sehingga, calon mahasiswa bisa memilih bidang konsentrasi yang sesuai dengan bakat dan minat mereka.

b) Unsur-unsur produk

Produk jasa terdiri atas produk inti dan serangkaian elemen tambahan. Produk inti yang menjawab kebutuhan primer para pelanggan, dan serangkaian elemen tambahan (supplementary service elements) yang secara bersamaan memperkuat nilai tambah produk, untuk membantu para pelanggan untuk menggunakan produk inti secara lebih efektif.

Menurut Lupiyoadi dan Hamdani total produk menunjukkan adanya kesempatan untuk menyediakan nilai tambah bagi konsumen. Nilai ditambahkan melalui penciptaan nama merek yang kuat. Menurut Lehmann dan Winer yang tertulis dalam buku Lupiyoadi dan Hamdani bahwa, penilaian konsumen atas merek dibagi menjadi tiga unsur dasar, yaitu:

(1) Pentingnya situasi pemakaian
(2) Keefektifan kategori produk dalam situasi itu
(3) Efektivitas relative dari mereka dalam situasi itu.

c) Tingkatan produk

Untuk merencanakan penawaran atau produk, pemasar perlu memahami tingkatan produk, yaitu sebagai berikut.

  1. Produk Utama/Inti (Core benefit), yaitu manfaat yang sebenarnya dibutuhkan dan akan dikonsumsi oleh pelanggan dari setiap produk.
  2. Produk Generik (generic product), yaitu produk dasar yang mampu memenuhi fungsi produk yang paling dasar (rancangan produk minimal agar dapat berfungsi).
  3. Produk Harapan (expected product), yaitu produk formal yang ditawarkan dengan berbagai atribut dan kondisinya secara layak diharapkan dan disepakati untuk dibeli.
  4. Produk Pelengkap (augmented product), yaitu berbagai atribut produk yang dilengkapi atau ditambahi berbagai manfaat dan layanan, sehingga dapat memberikan tambahan kepuasan dan dapat dibedakan dengan produk pesaing.
  5. Produk Potensial, yaitu segala macam tambahan dan perubahan yang mungkin dikembangkan untuk suatu produk di masa yang akan datang.

Sebuah lembaga yang bergerak dalam pemasaran jasa sudah sewajarnya melakukan pengembangan produk/jasa baru. Menurut Chistopher Lovelock (1991) yang tertulis dalam buku Lupiyoadi mengajukan enam kategori inovasi jasa, yaitu:

(a) Inovasi utama
(b) Bisnis Start-up
(c) Produk baru untuk pasar yang sedang dilayani
(d) Perluasan lini produk
(e) Perbaikan produk
(f) Perubahan gaya.

Agar produk dapat berhasil, maka haruslah dilakukan penelitian dan pengembangan produk. Dalam buku Indriyo Gito Sudarma memaparkan lima hal yang perlu dikembangkan, yaitu:

(a) Daya saing produk berdasarkan kualitas
(b) Produk harus dapat memenuhi kebutuhan riil konsumen
(c) Produk baru harus dapat berperan positif terhadap produk yang lain
(d) Produk harus berperan positif terhadap citra perusahaan (Coorporate Image)
(e) Hak paten produk.

Daya saing produk tentu saja akan sangat ditentukan oleh harga jual produksinya. Biaya produksi sangat berkaitan dengan teknologi atau fasilitas yang digunakan dalam proses produksi. Produk harus mampu memenuhi kebutuhan riil konsumen. Apabila produk tersebut benar-benar memenuhi kebutuhan riil konsumen, maka produk tersebut menjadi produk yang berhasil.

Produk yang terdiversifkasi serta beraneka ragam, akan membentuk citra positif terhadap perusahaan atau korporasi. Selain itu, hak paten juga perlu dilakukan korporasi atau perusahaan untuk melindungi atau memberi kekuatan pada produk.

2) Price (Harga)

a) Pengertian harga

Philip Kotler berpendapat bahwa, harga merupakan satusatunya unsur bauran pemasaran yangn menghasilkan pendapatan, unsur lainnya menimbulkan biaya. Harga merupakan salah satu unsur bauran pemasaran paling fleksibel, harga mudah diubah dengan cepat, tidak seperti tampilan produk dan perjanjian distribusi.

Di dalam ekonomi teori, pengertian harga, nilai (value), dan utility merupakan konsep yang saling berhubungan. Yang dimaksud dengan utility ialah atribut yang melekat pada suatu barang, yang memungkinkan barang tersebut dapat memenuhi kebutuhan (needs), keinginan (wants), dan memuaskan konsumen (satisfaction). Value adalah nilai suatu produk untuk ditukarkan dengan produk lain. Nilai dapat dilihat dalam situasi barter, akan tetapi sudah menggunakan uang sebagai ukuran yang disebut harga. Jadi, harga (price) adalah nilai suatu barang yang dinyatakan dengan uang.

b) Prinsip-prinsip penetapan harga

Secara singkat, menurut Kotler (1996) yang ditulis dalam buku Buchari Alma prinsip-prinsip penetapan harga adalah sebagai berikut.
  1. Mempertimbangkan sejumlah faktor dalam menetapkan harga, mencakup: pemilihan tujuan penetapan harga, menentukan tingkat permintaan, perkiraan biaya, menganalisa harga yang ditetapkan dan produk yang ditawarkan pesaing, pemilihan metode penetapan harga, serta menentukan harga akhir.
  2. Tidak harus selalu berupaya mencari profit maksimum melalui penetapan harga maksimum, tetapi dapat pula dicapai dengan cara memaksimumkan penerimaan sekarang, memaksimumkan penguasaan pasar atau kemungkinan lainnya.
  3. Para pemasar hendaknya memahami seberapa responsive permintaan terhadap perubahan harga.
  4. Berbagai jenis biaya harus dipertimbangkan dalam menetapkan harga, termasuk di dalamnya adalah biaya langsung dan tidak langsung, biaya tetap dan biaya variabel, serta biaya-biaya yang lain.
  5. Harga-harga para pesaing akan mempengaruhi tingkat permintaan jasa yang ditawarkan, sehingga harga pesaing harus turut dipertimbangkan dalam proses penetapan harga.
  6. Berbagai cara atau variasi penetapan harga yang ada mencakup markup, sasaran perolehan, nilai yang dapat diterima, faktor psikologis, diskon harga, harga promosi, serta harga bauran produk.
c) Tujuan penetapan harga

Tujuan penetapan harga yang paling umum biasanya dikaitkan dengan pendapatan dan keuntungan, serta membangun permintaan dan mengembangkan basis pengguna. Penentuan harga harus dimulai dengan pertimbangan atas tujuan penentuan harga itu sendiri. Adapun tujuan-tujuan tersebut menurut Adrian Payne yang ditulis dalam buku Lupiyoadi dan Hamdani antara lain:

(1) Bertahan
Bertahan merupakan usaha untuk tidak melakukan tindakan yang meningkatkan laba ketika perusahaan sedang mengalami kondisi pasar yang tidak menguntungkan. Usaha ini demi kelangsungan perusahaan.

(2) Memaksimalkan laba
Penentuan harga bertujuan untuk memaksimalkan laba dalam periode tertentu.

(3) Memaksimalkan penjualan
Penentuan harga bertujuan untuk membangun pangsa pasar dengan melakukan penjualan pada harga awal yang merugikan

(4) Gengsi/Prestis
Tujuan penentuan harga di sini adalah untuk memosisikan jasa perusahaan tersebut sebagai jasa yang eksklusif.

(5) Pengembalian atas eksklusif
Tujuan penentuan harga didasarkan atas pencapaian pengembalian atas investasi yang diinginkan. Zeithalm dan Bitner dalam buku Buchari Alma menjelaskan tiga dasar penetapan harga yang biasanya digunakan dalam menentukan harga, yaitu
  1. Penetapan harga berdasarkan biaya (cost-based pricing) artinya, seluruh biaya yang dikeluarkan oleh mahasiswa untuk mendapatkan jasa pendidikan.
  2. Penetapan harga berdasarkan persaingan (competition based pricing), artinya harga-harga para pesaing akan mempengaruhi tingkat permintaan jasa, sehingga hargs pesaing turut dipertimbangkan dalam proses penetapan harga.
  3. Penetapan harga berdasarkan permintaan (demand based), artinya semakin tinggi mutu suatu produk/jasa, biasanya harga jasa pendidikan yang ditawarkanpun akan semakin tinggi.
d) Faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan harga

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan harga jasa adalah sebagai berikut:
(1) Elastisitas permintaan
(2) Struktur biaya
(3) Persaingan
(4) Positioning dari jasa yang ditawarkan
(5) Sasaran yang ingin dicapai perusahaan
(6) Siklus hidup jasa
(7) Sumber daya yang digunakan
(8) Kondisi ekonomi.

Adapun pedoman dalam memilih metode penentuan harga yang tepat diantaranya adalah:

(1) Besarnya anggaran iklan/promosi yang diinginkan
(2) Jenis produk
(3) Sasaran pangsa pasar
(4) Saluran pemasaran (Distribusi)
(5) Pandangan tentang laba
(6) Keragaman atau keunikan produk
(7) Ada atau tidaknya jasa tambahan
(8) Siklus hidup penggunaan produk
(9) Amortisasi investasi atau penghapusan atau pernyataan tidak berlaku
(10)Ancaman pesaing baru.

3) Place (Lokasi)

a) Pengertian Place

Rambat Lupiyoadi dan A. Hamdani berpendapat bahwa, lokasi dalam jasa merupakan gabungan antara lokasi dan keputusan atas saluran distribusi. Dalam hal ini berhubungan dengan bagaimana cara penyampaian jasa kepada konsumen dan di mana lokasi yang strategis. Lokasi berarti berhubungan dengan di mana perusahaan harus bermarkas dan melakukan operasi atau kegiatannya. 

Dalam hal ini ada tiga jenis interaksi yang mempengaruhi lokasi, yaitu konsumen mendatangi pemberi jasa, pemberi jasa mendatangi konsumen, dan pemberi jasa dan konsumen tidak bertemu secara langsung. Penyampaian jasa juga dapat dilakukan melalui organisasi maupun orang lain. 

Dalam penyampaian jasa, ada tiga pihak yang terlibat yaitu, penyedia jasa, perantara, dan konsumen. Lokasi berarti berhubungan dengan di mana perusahaan harus bermarkas dan melakukan operasi atau kegiatannya. Salah satu interaksi yang sangat mempengaruhi lokasi adalah konsumen mendatangi lokasi yang menawarkan jasa.

Kotler menyatakan bahwa saluran distribusi terdiri atas seperangkat lembaga yang melakukan segala kegiatan (fungsi) yang digunakan untuk menyalurkan produk dan status pemiliknya dari produsen ke konsumen. Oleh karena itu, manajemen harus dapat memilih saluran distribusi dengan memperhatikan kemungkinan lingkungan penjualan sekarang dan kemudian hari.

Lokasi merupakan lokasi melayani konsumen, dapat pula diartikan sebagai lokasi untuk memajangkan barang-barang dagangnya. Konsumen dapat melihat langsung barang yang diproduksi atau dijual, baik jenis, jumlah, maupun harganya.

b) Faktor-faktor pertimbangan pemilihan lokasi

(1) Akses, misalnya lokasi yang mudah dijangkau sarana transportasi umum
(2) Visibilitas, misalnya lokasi yang dapat dilihat dengan jelas dari tepi jalan
(3) Lalu lintas, ada dua hal yang perlu dipertimbangkan, yaitu: Banyaknya orang yang lalu-lalang dapat memberikan peluang besar terjadinya impulse buying dan kepadatan, kemacetan lalu lintas dapat pula menjadi hambatan.
(4) Lokasi parkir yang luas dan aman
(5) Ekspansi, tersedia lokasi yang cukup untuk perluasan usaha di kemudian hari
(6) Lingkungan, yaitu daerah sekitar yang mendukung jasa yang ditawarkan
(7) Persaingan, yaitu lokasi pesaing
(8) Peraturan pemerintah.39

c) Tipe interaksi yang berhubungan dengan pemilihan lokasi

Lokasi berhubungan dengan keputusan yang dibuat oleh perusahaan mengenai di mana operasi dan stafnya akan dilokasikan. Yang paling penting dari lokasi adalah tipe dan tingkat interaksi yang terlibat. Terdapat tiga macam tipe interaksi antara penyedia jasa dan pelanggan, yang berhubungan dengan pemilihan lokasi, yaitu:

(1) Pelanggan mendatangi penyedia jasa
(2) Penyedia jasa mendatangi pelanggan, atau
(3) Penyedia jasa dan pelanggan melakukan interaksi melalui perantara.

4) Promotion (Promosi)

a) Pengertian promosi

Promosi merupakan salah satu jenis komunikasi yang sering dipakai oleh pemasar. Sebagai salah satu elemen bauran promosi, promosi penjualan merupakan unsur penting dalam kegiatan promosi produk.

Definisi promosi penjualan menurut American Marketing Association (AMA), yang dikutip dari buku Sutisna adalah berikut. “Sales promotion is media and non media marketing pressure applied for a predetermined, limited period of time in order to stimulate trial, increase consumer demand, or improve product quality.”

Dari definisi di atas menunjukkan bahwa, promosi merupakan upaya pemasaran yang bersifat media dan non media untuk merangsang coba-coba dari konsumen, meningkatkan permintaan dari konsumen atau untuk memperbaiki kualitas produk.

William J. Stanton (1981:445) dalam buku Buchari Alma menyatakan ”Basically, promotion is an exercise in information, persuasion and conversely, a person who is persuaded is also being informed”. 

Ben M. Enis (1974:378) dalam buku Alma ”Defines promotion as communication that inform potential customers of the existence of products, and persuade them thah those products have want satisfying capabilities”.

Berdasarkan pengertian promosi di atas dapat disimpulkan bahwa, promosi adalah sejenis komunikasi yang memberi penjelasan yang meyakinkan calon konsumen tentang barang dan jasa.  Penjelasan untuk meyakinkan calon konsumen tentang barang atau produk sayogyanya bertendensi pada keadaan, kalau baik katakan baik, kalau kurang baik katakan kurang baik. 

Menurut Buchari Alma, promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran. Yang merupakan aktivitas pemasaran adalah berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk, dan atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya, agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan bersangkutan.

b) Tujuan promosi

Tujuan utama promosi adalah memberi informasi, menarik perhatian, dan selanjutnya memberi pengaruh meningkatnya penjualan. Tujuan promosi lain menurut Alma adalah memperoleh perhatian, mendidik, mengingatkan, dan meyakinkan calon konsumen. 

Promosi bertujuan untuk memberikan informasi dan meyakinkan konsumen akan manfaat produk tersebut. Promosi menurut Saladin dan Oesman yang dikutip dalam buku Buchari Alma dan Hurriyati adalah suatu komunikasi informasi penjual dan pembeli yang bertujuan untuk mengubah sikap dan tingkah laku pembeli, yang tadinya tidak mengenal menjadi mengenal, sehingga menjadi pembeli dan tetap mengingat produk tersebut.

c) Elemen-elemen promosi

Seperti yang dikatakan oleh Philip Kotler dan Gary Armstrong (1991:432) dalam buku Alma, bahwa elemen promosi ada 4, yaitu:

(1) Advertising dirumuskan sebagai berita tentang barang dan
jasa oleh John D. Burke (1980:9). 

Sedangkan definisi advertising menurut Burke adalah penyampaian pesan-pesan penjualan yang diarahkan kepada masyarakat melalui caracara yang persuasive, dan bertujuan untuk menjual barang, jasa, atau ide.48

(2) Sales promotion menurut Kotler dan Armstrong adalah “sales promotion consists of short term incentive to encourage purchase or sales of a product or service”. Salles promotion mengajak konsumen agar membeli sekarang yang ditawarkan.

(3) Public relation artinya good relation, agar masyarakat memiliki image yang baik terhadap perusahaan. Melalui public relation dapat membentuk pandangan baik dan mencegah berita-berita tidak baik dari masyarakat.

(4) Personal selling adalah “oral presentation in a conversation with one or more prospective customers for the purpose of makin sales”. Cara penjualan personal selling adalah cara yang unik, tidak mudah diulang, dapat menciptakan two ways communication antara ide yang berlainan antara penjual dan pembeli. Cara ini adalah satu-satunya yang dapat menggugah hati pembeli dengan segera, dan pada lokasi dan waktu itu juga diharapkan konsumen dapat mengambil keputusan membeli.

Rambat Lupiyoadi dan A. Hamdani menuliskan dalam bukunya bahwa, dalam promosi ada hal-hal yang perlu diperhatikan yaitu, pemilihan bauran promosi terdiri atas:

(1) Iklan (advertising)
(2) Penjualan perorangan (personel selling)
(3) Promosi penjualan (sales promotion)
(4) Hubungan masyarakat (public relation)
(5) Informasi dari mulut ke mulut (word of mouth)
(6) Surat pemberitahuan langsung (direct mail).50

d) Cara promosi penjualan

Untuk mengembangkan komunikasi yang efektif menurut Kotler yang ditulis oleh Lupiyoadi dan Hamdani, maka diperlukan program delapan langkah, yaitu:

(1) Mengidentifikasi Audiens Target
(2) Menentukan tujuan komunikasi
(3) Merancang pesan
(4) Menyeleksi saluran komunikasi
(5) Menetapkan jumlah anggaran promosi
(6) Menentukan bauran promosi
(7) Mengukur hasil-hasil promosi
(8) Mengelola dan mengkoordinasi proses komunikasi.

Cara promosi menurut Buchari Alma digolongkan menjadi delapan, yaitu:

(1) Display berarti usaha mendorong perhatian, minat konsumen, dan keinginan membeli melalui daya tarik penglihatan langsung.
(2) Show
(3) Exposition
(4) Demonstration
(5) Trandding Stamp
(6) Packaging
(7) Labeling
(8) Special Sales.

Nah, demikianlah pengertian marketing Mix dan juga penjelasannya menurut para Ahli, semoga bermanfaat buat kalian para pembaca. Jika artikel ini bermanfaat jangan sungkan untuk membagikan ilmu ini ke temen temen kalian. Sampai jumpa!

0 Response to "Pengertian Marketing Mix dalam Bidang Pemasaran"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel