Kumpulan Puisi Peringatan Hari Guru Nasional 25 November

Mediasiana.com - Berikut kumpulan puisi tentang guru termasuk dari para tokoh terkenal yang berhasil dirangkum mediasiana.com dari berbagai sumber.
  • Puisi Peringatan Hari Guru Nasional 25 November
  • Puisi Tentang Guru
  • Puisi yang menyentuh hati, Peringatan Hari Guru Nasional



1. PUISI GURU KARYA KAHLIL GIBRAN

Barang siapa mau menjadi guru
Biarlah dia memulai mengajar dirinya sendiri
Sebelum mengajar orang lain
Dan biarkan pula dia mengajar dengan teladan
Sebelum mengajar dengan kata-kata
Sebab, mereka yang mengajar dirinya sendiri

Dengan membenarkan perbuatan-perbuatan sendiri
Lebih berhak atas penghormatan dan kemuliaan
Daripada mereka yang hanya mengajar orang lain
Dan membenarkan perbuatan-perbuatan orang lain
  • Kumpulan Puisi Peringatan Hari Guru Nasional 25 November
  • Kumpulan Puisi Tentang Guru
  • Kumpulan Puisi yang menyentuh hati, Peringatan Hari Guru Nasional
  • Puisi Hari Guru

2. PUISI TENTANG GURU KARYA WS RENDRA

Murid-murid mengobel kentit ibu gurunya
Bagaimana bisa itu mungkin?
Itu mungkin.
Sebab tak ada patokan untuk apa saja
Semua boleh.
Semua tak boleh.
Tergantung pada cuaca
Tergantung pada amarah dan girangnya sang raja
Tergantung pada kuku-kuku garuda dalam mengatur kata

Ibu guru perlu sepeda motor dari Jepang
Ibu guru ingin hiburan juga cahaya
Ibu guru ingin atap rumahnya tak bocor
Ibu guru ingin pula jaminan pil penenang,
Tonikum-tonikum dan obat perangsang yang dianjurkan dokter

Maka berkatalah dia kepada murid-muridnya
“Kita bisa mengubah keadaan.
Anak-anak akan lulus lulus ujian kelas,
Terpandang diantara tetangga,

Boleh dibanggakan pada kakak mereka.
Soalnya adalah tentang kerjasama antara kita.
Jangan sampai kerjaku terganggu,
Sebab atap bocor.”
Dan papa-papa semuanya senang
Di pegang-pegang tangan ibu guru,
Dimasukkan duit daam genggaman,
Serta sambil lalu,
Dalam suasana persahabatan,
Teteknya disinggung dengan siku.

Demikian murid-murid mengintip semua ini.
Itulah ajaran tentang perundingan,
Perdamaian, juga santainya kehidupan.
Ibu guru berkata
“Kemajuan akan berjalan lancar.
Kita harus menguasai mesin industri.
Kita harus maju seperti Jepang, Amerika, Jerman
Sekarang keluarkanlah daftar logaritma.”

Murid-muridpun tertawa,
Dan mengeluarkan rokok mereka.
“Karena mengingat kesopanan,
Jangan kalian merokok.
Kelas adalah ruang tuk belajar
Dan sekarang daftar ogaritma!”


Murid-muridpun tertawa,
Dan mengeluarkan rokok mereka.
“Karena mengingat kesopanan,
Jangan kalian merokok.
Kelas adalah ruang tuk belajar
Dan sekarang daftar ogaritma!”
Murid-muridpun tertawa dan berkata
“Kami tak suka daftar logaritma.
Taka da gunanya!”

“Kalian tak ingin maju?”
“Kemajuan bukan soal logaritma,
Namun adalah soal perundingan.”
“Jadi, apa yang kalian inginkan?”

“Kami tak ingin apa-apa.
Kami sudah punya semuanya.”
“Kalian ngacau!”

“Kami tak mengacau
Kami tak berpolitik
Kami merokok dengan santai
Seperti ayah-ayah kami di kantor mereka:
Santai, tanpa politik berunding dengan Cina

Berunding dengan Jepang
Mencipta suasana girang.
Dan di saat ada pemilu,
Kami membantu keamanan,
Meredakan partai-partai.”

Murid-murid tertawa
Mereka menguasai perundingan
Ahli lobbying
Paham akan gelagat
Pandai mengikuti keadaan
Mereka duduk di kantin,
Minum sitrun,

Menghindari ulangan sejarah.
Mereka tertidur di bangku kelas,
Yang telah mereka bayar sama mahal
Seperti sewa kamar hotel.
Sekolah adalah pergaulan,
Yang ditentukan oleh mode.
Yang dijiwai oleh impian kemajuan menurut iklan.
Dan bila ibu guru berkata:

“Keluarkan daftar logaritma!”
Murid-muridpun tertawa
Dan di dalam suasana persahabatan,
Mereka mengomel ibu guru mereka.

3. PUISI GURU KARYA GUS MUS

Ketika aku kecil dan menjadi muridnya
Dialah di mataku orang terbesar dan terpintar
Ketika aku besar dan menjadi pintar
Ku lihat dia begitu kecil dan lugu

Aku menghargainya dulu
Karena tak tahu harga guru
Ataukah kini aku tak tahu
Menghargai guru?


4. TERIMA KASIH JASAMU

еngKаulаh реmbіmbіng аku
еngKаulаh реmbіmbіng аku
еngKаulаh реndіdіk аku&…
Guruku
Itulаh јulukаn dіrіmu…
Yаng tіdаk реrnаhnуа bоѕаn dіdаlаm
Mеngајаrku ѕеrtа mеngајаr dаku
Guruku
Tаnра dіrі mu ku bаkаl hаnсur
Tаnра dіrі mu ku bаkаl ѕеngѕаrа
Tаnра dіrі mu ku bаkаl tеrѕеѕаt
Guru
Terіmа kаѕіh
Atаѕ ѕgаlа јаѕа – јаѕаmu

5. PAHLAWAN PENDIDIKAN

Jіkа dunіа kаmі уаng dulu kоѕоng
tаk реrnаh kаu іѕі
Mungkіn hаnуа аdа wаrnа hаmра, gеlар
tаk bіѕа ара-ара, tаk bіѕа kеmаnа-mаnа

Tарі kіnі dunіа kаmі реnuh wаrnа
Dеngаn gоrеѕаn gаrіѕ-gаrіѕ, јugа kаtа
Yаng dulu hаnуа јаdі mіmрі
Kіnі mulаі tеrlіhаt bukаn lаgі mіmрі
Itu kаrеnа kаu уаng mеngајаrkаn

Tеntаng mаnа wаrnа уаng іndаh
Tеntаng gаrіѕ уаng hаruѕ dіlukіѕ
Jugа tеntаng kаtа уаng hаruѕ dіbаса
Tеrіmаkаѕіh guruku dаrі hаtіku
Untuk ѕеmuа рејuаng реndіdіkаn
Dеngаn реndіdіkаnlаh kіtа bіѕа mеmреrbаіkі bаngѕа

Dеngаn реndіdіkаnlаh nаѕіb kіtа bіѕа dіrubаh
Aра уаng tаk mungkіn kаu јаdіkаn mungkіn
Hаnуа uсараn tеrаkhіr dаrі mulutku
Dі hаrі реndіdіkаn nаѕіоnаl іnі
Gеmріtаkаnlаh ѕеlаlu јіwаmu
wаhаі рејuаng реndіdіkаn Indоnеѕіа

6. Pemberi Masa Depan (Ferry DP, Untuk Guruku)

Salam terhangat kuucap untuk sebuah kisah
Tentang dia yang hadir sejak mentari menyapa
Lalui detik dengan semangat terindah
Isi kosong dengan pengetahuan aneka rupa

Kami datang untuk tahu
Dia memberi kami ilmu
Kami datang dengan angan
Dia memberi kami masa depan

Dari saat ini dan seterusnya
Doa tulus kami panjatkan
Tuhan berikan segala kebaikan

Untuk dia
Dia adalah Guruku.


7. Terimakasih atas Pengabdianmu (Dini TR, Puisi Hari Guru)

Ku tahu kata-kata ini tidaklah lebih berharga dari mutiara di laut sana
Kata-kata ini tidaklah seindah bintang yang menghiasi langit malam
Namun lewat kata-kata ini aku ingin berterima kasih dan meminta maaf

Kutahu sebanyak apapun terima kasihku
Tak mungkin dapat membalas kesetiaanmu dalam mengabdi
Kesabaranmu dalam mengajarku dan keikhlasanmu dalam mendidikku

Serta maafkanlah atas segala sengaja dan ketidaksengajaanku
yang sering membuatmu marah dan kecewa
Sikap dan perilaku yang tidak sesuai harapanmu
Kuingin tetap menjadi pelita bagiku
Agar duniaku tetap bersinar terang karena ada cahaya ilmu darimu

8. Kaulah Pahlawan (Beelgrout, Guruku)

Guruku,
Saat aku baru mengenal aksara
Kau pun ajari aku menghitung angka
Saat aku baru mengerti bahasa
Kau pun ajari aku tentang logika

Guru, kaulah pahlawan dalam kepintaranku
Kaulah pembimbing sukses masa depanku

Terima kasih guru, atas ilmu yang berguna untukku

  • Download Puisi Peringatan Hari Guru Nasional 25 November
  • Download Puisi Hari Guru
  • Download Puisi yang menyentuh hati, Peringatan Hari Guru Nasional
Nah, itulah Kumpulan Puisi Peringatan Hari Guru Nasional 25 November, semoga bermanfaat.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kumpulan Puisi Peringatan Hari Guru Nasional 25 November"

Post a Comment