Pengertian Gurindam, Syair dan Mantra

Mediasiana.com - Pada kesempatan ini saya akan menuliskan materi pengertian Gurindam, Syair dan mantra. Jika sebelumnya saya menuliskan tentang pengertian Pantun dan karmina, maka dalam kesempatan ini saya akan menguraikan tentang pengertian Gurindam dan akan saya berikan contoh dari Gurindam, Syair dan juga Mantra.

Agar kalian bisa lebih faham maka sebaiknya silahkan disimak ulasannya sampai habis ya, karena akan saya berikan penjelasannya se detail mungkin. Berikut ini ulasannya.

Pengertian Gurindam, Syair dan Mantra

Pengertian Gurindam


Gurindam merupakan puisi lama yang berasal dari tamil. Arti gurindam adalah perhiasan atau bunga. Gurindam tidak dipakai untuk percintaan dan bercanda, seperti halnya pantun, tetapi sebagai nasihat.

Adapun ciri-ciri gurindam sebagai berikut :

  1. Terdiri dari dua baris tiap baitnya
  2. Jumlah suku kata dalam tiap baris tidak tetap, biasanya 8 - 12 suku kata
  3. Bersajak a-a. Ada gurindam yang bersajak penuh, ada juga yang tidak
  4. Gurindam berisi nasihat. Untuk baris pertama merupakan sebab, sedangkan baris kedua merupakan akibat.
Gurindam yang terkenal adalah Gurindam Dua Beras, Karya Raja Ali Haji. Gurindam tersebut terdiri dari dua belas pasal.

Contoh Gurindam :


Mengumpat dan memuji hendaklah pikir
Di situlah banyak orang tergelincir

Jika hendak mengenal orang berbangsa
Lihatlah kepada budi dan bahasa

Apabila anak tidak dilatih
Jika besar ibu bapaknya letih

Pengertian Syair


Syair merupakan jenis puisi lama yang berakar dari kesusastraan Arab-Persia. Kata syair berasal dari Syu'ur (bahasa arab) yang berarti perasaan. Bentuk puisi ini dibawa oleh orang Persia yang beragama Islam ke Indonesia sekitar abad ke lima belas.

Ciri-ciri Syair antara lain :
  1. Tiap bait terdiri dari empat baris
  2. Tiap baris umumnya terdiri atas 8-12 suku kata
  3. Memiliki rima akhir baris a-a-a-a
  4. Semua baris merupakan isi
  5. Syair berisi nasihat, cerita, dongeng, lukisan, peristiwa, pengajaran, mistik dan lain-lain.
Meskipun sama-sama memiliki keteraturan, syair dan pantun memiliki perbedaan. Selain rima dan bagian tiap baris (syair : isi semua, pantun, dua sampiran, dua isi) ada perbedaan lain antara keduanya yaitu satu bait dalam pantun merupakan kesatuan yang selesai, sedangkan satu bait syair belum tentu merupakan kesatuan yang selesai.

Contoh Syair :


Syair Perahu

Karya Hamzah Fansuri

Inilah gerangan suatu madah
Mengarangkan syair terlalu indah
Membetuli jalan tempat berpindah

Wahai muda, kenali dirimu
Ialah perahu tamsil tubuhmu
Tiadalah berapa lama hidupmu
Ke akhirat jua kekal diammu

Hai muda arif budiman
Hasilkan kemudi dengan pedoman
Alat perahumu jua kerjakan
Itulah jalan membetuli insan

Syair yang terkenal adalah syair Ken Tambuhan, yang di karang pada zaman Kesultanan Malaka pada abad ke-15 dan diterbitkan oleh J.J. de Hollander (1856). Syair tersebut membentuk cerita Panji; cerita tentang pengembaraan dan peperangan.

Pengertian Mantra


Mantra adalah kata dari bahasa sansekerta yang makna aslinya berarti pesona. Dalam perkembangannya mantra bisa bermakna sesuatu bunyi suara, gerak, rasa atau fikir yang di yakini bisa menghasilkan meta energi jika diucapkan, digerakkan, dirasa dan diolah fikiran oleh orang yang menguasainya, sehingga masuk kedalam alam pikiran bawah sadar dan sistem syaraf. 

Mantra adalah karya sastra lama yang berisikan puji-pujian terjadap sesuatu yang gaib atau dikeramatkan, seperti dewa-dewa, roh-roh, binatang-binatang atau Tuhan.

Mantra bisa didapat dari sumber agama, ilham atau di ciptaan oleh manusia dan lainnya yang memiliki kelayakan.

Di pesisir timur Suamtera Utara yang didiami oleh orang kampong, mengenal beratus-ratus mantra yang dipergunakan untuk pengobatan, tuah badan atau kegiatan harian lainnya. Dari beratus mantra inipun seluruhnya berbentuk puisi yang mempunyai kekuatan gaib yang sangat bertuah.

Contoh Mantra :


Hai tok mambang Putih, Tok mambnag Hitam
Yang dia di bulan dan matahari
Melimpahkan sekalian alam asalnya pawang
Menyampaikan sekalian hajatku
Melakukan kehendakku
Asslamaulaiakum !

Assalamualaikum putri satulung besar
Yang beralun berilir simayang
Mari kecil, kemari
Aku menyanggul rambutmu
Aku membawa sadap gading
Akan membasuh mukamu

Masyarakat Batak menyebut mantra sebagai Tabas, yang bermkana Permohonan. tabas-pun berbentuk bait-bait puisi (umpas).

Ada pula Raden Ngabehi Ronggowarsito. Dari tangan pujangga asal keraton Surakarta ini lahir karya-karya besarnya berbentuk puisi lama yang terkenal sampai saat ini adalah Serat Kalatidha yang berisi gambaran zaman penjajahan yang disebut "zaman edan". Ada kitab Jaka Lodhang yang berisi ramalan akan datangnya zaman baik, serta Sabdatama yang berisi lamaran tentang sifat zaman makmur dan tingkah laku manusia yang tamak.

Sebagai contoh terakhir adalah lagu lir-ilir. Lagu lir-ilir di buat oleh Sunan Giri, salah satu dari sambilan wali (walisongo). Walisongo adalah pelopor penyebaran agama Islam di tanah Jawa. Dari sisi keindahan sastranya saja, beragam apresiasi bisa dimunculkan untuk membedah "kegaiban" makna. Lagu tersebut mempunyai kandungan nan indah, pemilihan kata yang sarat makna tersurat, tersirat, dan menusuk.


Penutup


Nah, itulah ulasan tentang Pengertian dari Gurindam, Syair dan Mantra yang dapat saya uraikan pada kesempatan kali ini. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan para pembaca sekalian. Mungkin hanya ini saja yang dapat saya sajikan pada kesempatan ini, sampai jumpa di kesempatan yang lainnya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Pengertian Gurindam, Syair dan Mantra"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel