Pengertian Talibun, Seloka dan Karmina

Mediaisana.com - Pengertian Talibun, Seloka dan Karmina. Pada kesempatan ini saya akan menguraikan tentang Talibun, seloka dan juga karmina. Pasti diantara kalian pernah belajar atau mendengar sastra lama ini. Bagi kalian para pelajar apalagi yang jurusan Bahasa Indonesia pasti pernah belajar tentang Talibun, Seloka dan Karmina. Untuk memperkuat materi pelajaran yang dulu pernah kita lajari tidak ada salahnya kalau kita belajar lagi agar lebih ingat dan lebih faham.

Pengertian Talibun, Seloka dan Karmina

Pengertian Talibun


Talibun merupakan puisi lama sejenis pantun yang jumlah baris pada tiap baitnya lebih dari empat. Setiap baris dalam talibun selalu berjumlah genap. Misalnya : enam, delapan, dua belas, dan seterusnya. Tiap baris dalam talibun terdiri dari sampiran dan isi. Sampiran dalam talibun tergantung pada jumlah baris tiap baitnya.

Talibun yang memiliki enam baris, maka sampirannya terdapat pada tiga garis pertama, sedangkan isinya terdapat pada ketiga baris terakhir.

Contoh Talibun :

Selasih di rimba Jambi
Rotan ditarik orang patuh
Putus akarnya di jerami
Kasih pun baru dimulai
Tuan bawa berjalan jauh
Itu menghina hati kami.

Pengertian Seloka


Seloka juga disebut pantun berkait. Baris kedua dan keempat pada bait pertama diulang kembali menjadi baris pertama dan ketiga pada bait kedua. baris kedua dan keempat pada bait kedua. Baris kedua dan keempat pada bait kedua akan diulangi lagi pada baris pertama dan ketiga bait  ketiga begitu seterusnya.

Contoh Seloka :

Seganda gugur di halaman
daun melayang masuk kulah
Dengan adinda minta berkenalan
Rindunya bukan ulah-ulah

Daun melayang masuk kulah
Batang berangan di tepi paya
Rindunya bukan ulah-ulah
Jika tuan tidak percaya

Batang berangan di tepi paya
Mari di jolok dengan galah
Jika tuan tidak percaya
Mari bersumpah kalamullah

Pengertian Karmina


Karmina biasa juga disebut dengan pantun kilat. Hal tersebut disebabkan jumlah barisnya yang lebih sedikit dari pantun. Dulunya, karmina ada karena pantun dirasa masih terlalu panjang sebagai sarana mengungkapkan isi hati.

Berikut ini adalah ciri-ciri karmina :

  • Terdiri dari dua baris
  • Baris pertama merupakan sampiran
  • tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata
  • Memiliki pola sajak lurus (a-a)
  • Biasanya digunakan untuk menyampaikan sindiran ataupun ungkapan secara langsung.
Contoh Karmina :

Sudah gaharu cendana pula
Sudah tahu bertanya pula

Meskipun sama-sama memiliki sampiran dan isi, namun karmina memiliki perbedaan pola rima yang mencolok.

Contoh Karmina :

Dahulu parang, sekarang besi (a)
Dahulu sayang, sekarang benci (a)

Jika dijadikan empat baris seperti pantun, maka :

Dahulu parang (a)
Sekarang besi (b)
Dahulu sayang (a)
Sekarang benci (b)

Penutup


Nah, itulah Pengertian Talibun, Seloka dan Karmina, semoga ulasan kali ini dapat bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Apabila ada pertanyaan silahkan tanayakan pada kolom komentar dibawah ini. Semoga para pembaca faham semua dengan tulisan ini, janganlupa baca artikel yang lainnya dibawah ini, sampai jumpa di pembahasan yang lainnya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Pengertian Talibun, Seloka dan Karmina"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel