Cara Bisa Umroh Semudah Anda Tersenyum

Umroh merupakan salah satu kegiatan ibadah bagi umat Islam. Ibadah ini sering juga disebut dengan haji kecil. Karena mengujungi  mekkah adalah sesuatu yang sangat dicita-citakan oleh umat muslim, maka umroh menjadi alternatif bagi seseorang ketika belum mampu melaksanakan ibadah haji. Perbedaan antara umroh dan haji hanya terletak pada waktunya, jika ibadah haji hanya dapat dilakukan anatara tanggal 1 syawal hingga 13 Zulhijah, maka umroh dapat dilaksanakan sewaktu waktu atau kapan saja kecuali pada hari tertentu seperti hari Arafah pada 10 Zulhijah dan hari tasyrik tanggal 11,12,13 Zulhijah.

Umroh Semudah Tersenyum


Umroh itu Sunnah dan haji itu wajib bila yang mampu. Kita perlu menyamakan bagaimana artian sebuah kata Sunnah. banyak dari kita berspektif arti Sunnah yaitu ketika dikerjakan mendapat pahala dan ditinggalkan tidak apa-apa. Namun ada baiknya jika  kita berspektif dengan sudut pandang yang berbeda bahwa Sunnah yaitu jika dikerjakan mendapat pahala dan jika ditinggalkan merugi. Bukan kah benar ? Merugi karena hal tersebut adalah hal yang dianjurkan kekasih Allah yaitu Nabi Muhammad, dan kita akan lebih dekat dengannya jika kita mengikuti ajarannya. Jika kita tidak menjalankannya maka akan sangat merugi.

Cara Mudah Bisa Umroh Semudah Anda Tersenyum


Cara Bisa Umroh Semudah Anda Tersenyum

Bagaimana jawaban atas sebuah pertanyaan yaitu “bagaimana saya bisa seperti ini?”, maka kita perlu menjawab apa yang terjadi kepada kita saat ini yaitu dari apa yang banyak kita lihat, apa yang banyak kita dengar dan apa yang banyak kita rasakan hingga saat ini. maka jika kita ingin berubah menjadi lebih baik maka kita perlu memplanning apa yang perlu banyak kita lihat, apa yang perlu banyak kita dengar dan apa yang perlu banyak kita rasakan.

Dan tidak ada kata terpaksa dalam hidup ini karena dari kata terpaksa itu pun kita yang menentukan sendiri untuk dipaksa. persepsi itu tercipta dari apa yang kita lihat,kita dengar dan kita rasakan maka kita perlu melihat dari sudut pandang yang sama agar persepsi kita semua sama.

Cara Bisa Umroh Semudah Anda Tersenyum


Sebuah persepsi jika meningkat akan berubah menjadi kepercayaan, sebuah kepercayaan jika meningkat akan berubah menjadi keyakinan, sebuah keyakinan jika meningkat akan berubah menjadi keimanan. Maka semua persoalan itu berawal dari bagaimana persepsi kita terhadap sebuah persoalan, contohnya umroh jika kita bersepsi bahwa umroh itu mudah maka jika terus meningkat persepsi kita maka akan semakin mudah untuk menuju umroh tersebut karena telah menjadi keyakinan.

“dalam diri kita ada tiga komponen, komponen pertama yaitu diri kita, komponen kedua yaitu kebaikan kita, dan komponen ketiga yaitu keburukan kita” ujar bapak Ir.H.Purwanto Yusdarmanto. Lebih detailnya lagi dari ketiga komponen tersebut terus berlomba agar kita mengikuti salah satunya. Dan hati-hati terhadap keburukan kita karena terkadang dia membuat alasan-alasan yang bisa kita terima dan alasan tersebut terlihat seperti alasan yang syar’i. inilah apa yang kita pesepsi kan terhadap suatu ibadah pun bisa jadi dari salah satunya. dan mungkin ketika kita bilang umroh itu sulit dan dengan alasan belum ada uang itu hasutan dari keburukan kita dengan memberi alasan yang masuk akal yaitu tidak punya uang.

Dalam hadis di jelaskan :

 “"انا عند ظن عبدي

Artinya: aku sesuai dengan persepsi hambaku (HR.Al-Bukhori & Muslim)

"لا يموتن احدكم الا وهو يحسن با الله الظن"
Artinya: jangan sampai kalian mati kecuali dalam keadaan husnudzon kepada Allah (HR. Muslim)
Di perkuat lagi dari hadis tersebut bahwa persepsi bisa tergantung dari keimanan kita. Jika kita mengimani Allah maka terus lah berhusnuzon kepada-Nya dan buatlah persepsi yang baik. Dan dari apa yang terjadi hari ini belum tentu terjadi di hari esok, bulan depan, tahun depan dan seterusnya. Jika kita bilang bahwa umroh itu sulit karena tidak ada biaya maka ubah lah persepsi itu, karena mungkin hari esok, bulan depan, atau tahun depan datang rizki Allah untuk Umroh.

Dalam bersepsi pun perlu kefokusan, di gambarkan dengan permisalan sebuah lensa. Jika kita memfokuskan satu titik maka sekitarnya akan blur atau tidak terlihat, dan jika kita terus memfokuskannya maka titik tersebut akan semakin jelas. Sama halnya dengan persepsi yang ingin kita buat atau hal yang ingin kita tuju, semua itu juga butuh kefokusan, karena dengan kita focus apa yang telah kita persepsikan akan cepat untuk menjadi sebuah keyakinan dan akan menjadi kenyataan. Dan semua yang tidak difokuskan seperti ketakutan-ketakutan kita tidak akan menjadi penghalang untuk tercapainya tujuan. Karena dengan ada nya kefokusan tersebut pun kita juga akan terus focus untuk berdo’a atas apa yang telah kita tujukan. Kembali lagi kepada keimanan kita, bahwa Allah beserta persepsi hamba-Nya.

Sumber: seminar spiritual Mental Block Breaking oleh Ir.H.Purwanto Yusdarmanto (Minggu, 23 Februari 2020)

Penulis : Muti'ah Nurul Jannah

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel