Widget HTML Atas

10 Pakaian Adat Sumatera Utara Lengkap dengan Penjelasan dan Gambarnya

Pakaian Adat Sumatera Utara Lengkap dengan Penjelasan dan Gambarnya akan saya sajikan dalam kesempatan kali ini, semoga dengan adanya artikel ini bisa menjadi rujukan dan menambah pengetahuan kita semua khususnya generasi Bangsa Negara Indonesia. Pulau Sumatera adalah pulau yang cukup luas, pulau ini adalah bagian dari negara Indonesia. Di pulau Sumatera terdapat beberapa provinis ada Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Sumatera Selatan. Namun dalam kesempatan kali ini saya akan mengulas pakaian Adat dari Sumatera Utara lengkap dengan gambar dan penjelasannya.


Pakaian Adat Sumatera Utara Lengkap dengan Gambarnya

Pakaian Adat Sumatera Utara

Di Sumatera Utara juga terdapat beberapa Suku, ada suku Batak, Suku Nias dan Suku Melayu, namun yang paling besar adalah Suku Batak. Jadi buat kalian sahabat Mediasiana agar bisa lebih tahu dan mengenal keragaman adat istiadat budaya di Indonesia mari simak ulasannya berikut ini.

Ada kain khas dari Sumatera Utara yaitu kain Ulos, menurut suku Batak di Sumatera bahwa kain ulos atau kain Uis ini tidak sekedar kain seperti biasanya, karena kain ini memiliki keistimewaan tersendiri.

Masyarakat Suku Batak  yang ada di Sumatera meyakini bahwa dalam kain Ulos ini terdapat 3 sumber kehangatan yaitu api, matahari dan kain ulos. Hal ini dikarenakan mayoritas Suku Batak tinggal di perbukitan yang hawanya dingin.

Dalam membuat kain Ulos juga tidak bisa sembarangan karena ada teknik khusus jadi tidak bisa sembarangan dalam membuatnya karena dalam proses pembuatannya masing menggunakan teknik tenun manual bukan melalui mesin. Untuk warna dominan jenis kain Ulos ini berwarna putih, hitam dan merah.


10 Pakaian Adat Sumatera Utara


Kalau dahulu kain ulos lebih dikenakan sebagai selendang dan sarung saja namun untuk sekarang ini kain ulos sudah banyak di modifikasi untuk varian beragam bentuk seperti dibuat untuk sandal, tas, kemeja, gorden serta hal lainnya. 

Selain kain ulos ada juga kain yang cantik lainnya yang berasal dari Sumatera Utara. Apalagi tidak hanya Suku Batak saja yang ada di Sumatera Utara dan juga Suku yang lainnya tentu dalam hal ini ada beragam pakaian adat yang cantik nan indah yang wajib kita ketahui, untuk itu yuk simak uaraian selengkapnya.


Berikut adalah Pakaian Adat Sumatera Utara Lengkap dengan Penjelasan dan Gambarnya :

1. Pakaian Adat Suku Batak Toba


Pakaian Adat Suku Batak Toba

Suku yang pertama yang ada di Sumatera Utara adalah ada Suku Batak Toba. Suku Batak Toba ini mayoritas tinggal di sekitaran Danau Toba yang Melegenda ini. Dimana Danau Toba yang luas dan indah sekali, bahkan Danau Toba menjadi wadah sebagai mata pencaharian wagra sekitar di Danau Toba.

Pakaian adat Suku Batak Toba terbuat dari Kain Ulos, jadi pakaian Suku Batak Toba juga sama bahannya dengan Suku Batak Simalungun yaitu terbuat dari Kain Ulos. Maka tak heran kalau kain ulos ini terkenal kain dari Suku Batak yang ada di Sumatera Utara.

Jadi proses pembuatannya di tenun dan jenis kain Ulos ini hanya ada di Sumatera Utara yaitu dari Suku Batak, maka tak heran kalau orang yang menggunakan pakaian jenis Kain Ulos identik dari Suku Batak ya walaupun sekarang ini sudah banyak di jual melalui media online shop.

Kain ulos adalah kain yang indah dan cantik karena motifnya yang menarik menjadikan jenis kain ini banyak di buru pecinta busana, karena ke khasannya. Dalam membentuk motif yang indah kain Ulos ini di selingi dengan benang emas atau merak maka tak heran motifnya bisa menyala-nyala dan memukau. Apalagi proses pembuatannya masih secara manual tentu membutuhkan ketekunan, keuletan dan konsentrasi tinggi dalam membuat pola yang indah.

Corak yang dihasilkan dari para penenun yang ada di Sumatera khususnya dari Suku Batak ini juga beragam, dimana di setiap motif memiliki makna tersendiri. Jadi kalau kamu mengenakan kain Ulos sebagai pakaian kamu akan menjadi pusat perhatian orang di sekelilingmu. Nah, berikut ini beberapa motif yang ditawarkan :

  1. Kain Ulos Bintang Maratur
  2. Kain Ulos Antakantak
  3. Kain Ulos Bolean
  4. Kain Ulos Mangiring
  5. Kain Ulos Pinuncaan
  6. Kain Ulos Pinan Lobu-Lobu
  7. Kain Ulos Padang Ursa


2. Pakaian Adat Suku Batak Simalungun


Pakaian Adat Suku Batak Simalungun

Pakaian adat yang ada di Sumatera Utara yang kedua adalah dari Suku Batak Simalungun yaitu masih berjenis dari kain Ulos. Meskipun bahan dasarnya dari kain Ulos tetapi masyarakat di Suku Batak Simalungun menyebutnya dengan Kain Hiou.

Suku Batak Simalungun ini mendiami di wilayah Simalungun, maka tak heran kalau nama sukunya adalah Suku Batak Simalungun. Pakaian adat Suku Batak Simalungun ini hampir mirip dengan pakaian adat Daerah Aceh.

Karena pakaian adat ini dibagian kepalanya terdapat penutup kepala dan kain yang di kenakan  menyamping ini menyerupai selempang. Walaupun untuk laki-laki ataupun perempuan tedapat penutup kepalanya, tetapi namanya berbeda.

Nama penutup Kepala yang dikenakan oleh laki-laki disebut dengan Gotong, sedangkan penutup kepala bagi wanitanya disebut dengan Bulang. Sementara untuk kain yang digunakan menyamping menyerupai selempang ini disebut dengan Suri-suri.


3. Pakaian Adat Suku Batak Mandailing


Pakaian Adat Suku Batak Mandailing


Pakaian adat yang ketiga adalah Pakaian Adat Suku Batak Mandailing. Untuk Suku Batak Mandailing ini mayoritas mendiami di daerah Kabupaten Tapanulis Selatan Kab. Mandaling Natal dan Kab. Padang Lawas. Jenis bahan pakaian adat Suku Batak Mandaling juga tidak jauh berbeda dengan pakain adat Suku Batak Toba, karena bahan utama dari pakaian adat Suku Batak Mandaling ini berasal dari Kain Ulos.

Pakaian Suku Batak Mandailing ini dilengkapi dengan manik-manik atau aksesoris dengan berbagai varian sehingga pakaian ini memang sangat menarik. Untuk bagian penutup kepalanya ini berbentuk gulungan dan untu penutup kepala wanita ini seperti mahkota, hanya saja penutup kepala wanitanya lebih tinggi dan bentuknya juga bervariasi.


4. Pakaian Adat Suku Batak Karo


Pakaian Adat Suku Batak Karo

Pakaian adat suku Sumatera Utara yang ke-empat adalah ada Suku Batak Karo. Pakaian Adat suku Batak Karo tidak jauh berbeda dengan pakaian Suku Batak lainnya. Namun kain yang digunakan oleh Suku Batak Karo ini bernama Uis Gara. Uis Gara adalah pakaian yang berbentuk seperti pintalan kipas. Pakaian ini biasa digunakan oleh Suku Batak Karo sebagai penutup Badan.

Nama Uis Gara ini yang berarti Kain Merah. Kain merah ini terbuat dari benang yang berwarna merah yang di tenun. Menang merah ini kemudian dipadukan dengan warna hitam ataupun warna putih untuk ditenunnya. Tidak ketinggalan juga tambahan sematan motif yang indah yaitu berasal dari benang emas atau benang perak.


5. Pakaian Adat Suku Nias


Pakaian Adat Suku Nias

Pakaian Adat daru Sumatera Utara yang ke-lima adalah dari Suku Nias. Dinatara kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan Suku Nias. Suku ini mendiami di wilayah Pulau Nias dimana letaknya berada di bagian barat Sumatera Utara. Pakaian adat Suku Nias ini memang sedikit berbeda dibandingkan dengan pakaian adat dari Suku yang lainnnya.

Pakaian adat Suku Nias ini biasa disebut dengan Baru Oholu untuk pakaian Pria. Sementara untuk pakaian yang dikenakan oleh wanita disebut dengan Oroba Si Oli. Meskipun namanya berbeda tetapi diantara keduanya tetaplah menggunakan warna emas sebagai warna paduannya. Bahkan untuk warna emas di pakaian adat Suku Nias ini lebih mendominasi warna yang di gunakannya.

Jadi, tidak hanya nama pakaiannya yang berbeda tetapi hiasan pada bagian kepalanya juga berbeda. Kalau pihak wanita tidak perlu banyak aksesoris yang terlalu rumit.


6. Pakaian Adat Suku Melayu


Pakaian Adat Suku Melayu

Pakaian adat yang ke-enam berasal dari Suku Melayu. Suku Melayu di Sumatera Utara mendiami di daerah Kota Tebing Tinggi, Binjai, Medan , Deli serdang, Serdang Begadai, Kab. Langkat hingga ke Kab. Batu Bara Provinsi Sumatera Utara.

Meskipun cakupan wilayahnya sangat luas tetapi dalam segi pakaian adatnya tidak jauh berbeda dengan suku yang lainnya yang ada di Sumatera Utara. Adapun ciri khas pakaian adat dari Suku Melayu ini hampir sama dengan suku Meyau Riau. Bajunya yang berwarna kuning dan ada sarung songket, serta cara penggunaannya di lilitkan di pinggang. Untuk motif hiasan kepalanya antara laki-laki dan perempuan juga hampir sama.


7. Pakaian Adat Suku Pakpak


Pakaian Adat Suku Pakpak

Suku yang ke- Tujuh yang ada di Sumatera Utara adalah Suku Pakpak. Suku ini menempati di daerah Kabupaten Pakpak Barat dan Kabupaten Dairi. Suku Pak-pak juga memiliki pakaian adat tersendiri yang dikenakan pada upacara adat atau pada kegiatan sehari-hari.

Pakaian adat Suku Pakpak ini menggunakan kain Oles. Kain Oles ini adalah kain hasil tenun tradisional dari Suku Pakpak. pakaian adat Suku pakpak juga dilengkapi dengan aneka aksesoris mahal yang turut menghiasinya. Aksesoris yang dikenakan untuk pakaian adat Suku Pakpak adalah seperti kalung emas dengan bertahtakan permata.

Sementara pakaian adat untuk laki-lakinya disebut dengan borgot. Kalau pakaian adat untuk wanitanya disebut dengan Cimata. Pakaian adat suku Pakpak ini lebih dominan dengan warna hitam kemudian dipadukan dengan warna perak.


8. Pakaian Adat Suku Angkola


Pakaian Adat Suku Angkola

Pakaian adat berikut adalah dari Suku Angkola. Suku Angkola ini mendiami di daratan Tapanuli Selatan. Nama Angkola ini diambil dari nama sungai Batang Angkola yang ada di Tapanulis Selatan. 

Suku Angkola ini adalah bagian dari suku Batak, maka jangan heran kalau pakaian adatnya ini berbahan kain Ulos. Jadi, pakaian adat dari Suku Angkola ini berwarna hitam dan kemudian di gabungkan dengan warna merah.


9. Pakaian Adat Suku Batak Samosir


Pakaian Adat Suku Batak Samosir

Suku Batak Samosir ini tinggal di Pulau Samosir Provinis Sumatera Utara. Suku Batak Samosir ini ternyata masih menjadi satu bagian dengan Batak Toba sebelum terjadinya pemekaran wilayah. Maka tak heran kalau pakaian adatnya ini berasal dari Suku Batak Toba.

Seiring berkembangnya jaman dan generasi penerus, kini suku yang awalnya satu ini memang sudah berbeda. Jadi untuk pakaian adatnya juga sudah ada perbedaan baik itu dari warna bajunya. Untuk bagian kepalanya juga ada perbedaan yaitu menggunakan hiasan yang tidak jauh berbeda dengan pakaian adat suku yang lainnya.


10. Pakaian Adat Suku Sibolga


Pakaian Adat Suku Sibolga

Suku Sibolga memang memiliki adat dan budaya tersendiri. Suku ini memiliki adat budaya yang istimewa. Jadi suku Sibolga ini adalah hasil dari perpaduan antara suku Batak dan Suku Melayu.

Bahkan dari pakaian adatnya saja hasil dari perpaduan Suku Batak dan Melayu. Jadi suku Sibolga ini sebenarnya masih termasuk dalam suku Batak wilayah Tapanuli Tengah dan Sibolga itu sendiri.

Suku Sibolga ini terpengaruh oleh budaya Suku Melayu dan juga Minangkabau. Bahkan bahasa sehari-harinya yang digunakan masyarakat Suku Sibolga ini adalah bahasa Melayu. Berbeda dengan Suku Sibolga Batak Pasisi. Jadi, aksesoris yang dikenakan pada pakaian adatnya terlihat meriah dan glamor.

Hal ini dikarenakan hampir semua suku yang ada di Sumatera Utara ini menggunakan kain Ulos dan Kain Uis Gara sebagai kain utama pada Pakaian adat mereka. Berikut ini akan saya uraikan keunikan dari kain Ulos dan Kain Usi gara, berikut ulasannya :


  • Perpaduan Warna 
Perlu kalian ketahu bahwa Pakaian adat Suku Batak Karo ini memang dikenal dengan nama Uis Gara, nama ini diambil dari bahasa Karo. Arti dari Uis yaitu kain, sementara arti kata Gara yang artinya merah. Apabila kedua kata ini digabungkan maka akan menjadi kain merah. 

Karena memang warna kain ini warnanya merah yang mana kemudian dipadukan dengan kain yang berwarna hitam. Selain itu, ada tambahan pola kombinasi warna emas yang lebih dominan dan nyata. Sehingga pakaian adat ini akan terlihat sangat elegan dan glamor. 


  • Pakaian Sehari-Hari 
Pakaian adat ini dulu digunakan oleh masyarakat Suku Batak Karo sebagai pakaian aktivitas sehari-hari. Seiring berkembangnya jaman, sekarang tidak banyak masyarakat Karo yang mengenakannya untuk beraktivitas sehari-hari. 

Pakaian adat ini hanya dipakai mereka pada saat ada acara-acara tertentu saja, seperti acara resmi atau juga acara adat. Berbeda dengan jaman dulu yang memang digunakan untuk pakaian aktivitas sehari-hari. 

  • Memiliki Banyak Jenis
Kain Ulos dan juga Uis Gara ternyata tidak hanya ada satu jenis. Melainkan jenis kain ini ada beberapa varian serta memiliki nama-nama yang berbeda-beda. Fungsi dari masing-masing varian kainnya juga berbeda. Salah satu diantara jenis kainnya adalah Uis Beka Buluh yang biasa digunakan sebagai lambang kebesaran Putra Karo.

Cara penggunaannya biasanya ini sebagai penutup kepala.  Masyarakat umum lebih mengenal kain Uis Gara dengan nama kain Ulos yang mana ini adalah ciri khas dari masyarakat Batak Karo. Kain Uis Gara ternyata juga memiliki fungsi yang lebih luas lagi yakni sebagai pakaian adat orang Sumatera Utara khususnya sebagai kain tradisional dari suku Batak. 

  • Uis Gatip Jongkit 
Uis Gatip Jongkit lebih dikenal dengan gonje. Gonje adalah salah satu varian dari Uis gara yang biasa dipakai kalangan wanita. Pakaian ini sering digunakan sebagai pakaian sehari-hari dan juga sebagai pakaian adat pada saat upacara adat dan upacara resmi lainnya. 

Lebih detail lagi, Uis Gatip juga mempunyai jenis yang beragam, mulai dari Uis Nipes Benang Iring hingga Uis Ragi Barat. Keduanya digunakan dalam kondisi dan suasana yang berbeda. Uis Nipes Benang Iring dipakai pada saat sedang mengalami suasana berduka.

Sedangkan Uis Ragi Barat digunakan oleh wanita ketika sedang dalam suasana suka cita. Maka dari itu, setiap wanita yang ada di wilayah ini hampir bisa dipastikan memiliki kedua jenis kain ini. 

Di Provinsi Sumatera Utara Anda sudah bisa melihat banyak sekali keberagaman budaya serta pakaian adat yang melengkapinya. Akan tetapi, itu belumlah seberapa dari kekayaan budaya yang terdapat di Indonesia. Pakaian adat Sumatera Utara memang sangat terkenal dengan keunikan serta keetnikannya. Karena memang, unsur-unsur budaya yang ada disana masih sangat kental. 

Oleh sebab itu, sebagai orang Indonesia yang mencintai adat istiadat dan budaya tentu Anda harus turut berbangga hati atas apa yang ada pada negeri ini, karena dalam hal ini belum tentu Anda dapat menemukannya di negara lain selain Negara Indonesia. Dalam hal ini sebaiknya kita juga harus turut berpartisipasi dalam hal melestarikan dan mempertahanan keaslian budaya yang kita punya ini. Tujuannya adalah agar budaya yang sudah ada yang kita miliki tidak hilang begitu saja dimakan jaman, apalagi jika sampai di klaim oleh negara lain tentu hal ini sangat disayangkan. 

Selain kita yang ikut menjaga dan terus memelihara keanekaragaman budaya ini, lantas siapa lagi? Karena ini milik kita bersama maka juga harus dijaga bersama. Karena dengan adanya kesadaran mulai dari diri sendiri kemudian nantinya akan membentuk kesatuan serta persatuan yang kuat untuk terus mengembangkan budaya tanah air. 

Semoga dengan penjelasan tentang pakaian adat Sumatera Utara  yang ada di masing-masing sukunya mampu memberikan informasi lebih banyak seperti yang sedang Anda cari. Dan semoga dengan penjelasan di atas, masyarakat Indonesia semakin meningkatkan kecintaan terhadap budaya dalam negeri. Terlebih lagi jika mau berusaha untuk mempelajarinya secara lebih mendalam. 


Jangan lupa untuk membagikan informasi ini kepada orang lain yang sedang membutuhkannya. Karena menyampaikan sebuah ilmu adalah sebuah kewajiban dalam rangka ikut mencerdaskan kehidupan bangsa. Semangat untuk terus berkarya dan tetaplah lestarikan budaya kita tercinta. Janganlupa baca juga penjelasan pakaian adat yang lainnya di bawah ini.