50 Contoh Tari Tunggal Lengkap Beserta Daerahnya

Daftar nama dan Contoh Tari Tunggal Lengkap Beserta Daerah Asalnya akan saya berikan di ulasan kali ini, untuk itu silahkan sobat simak sampai selesai. Tari adalah suatu gerakan dari gerak tubuh manusia. Tari merupakan suatu ekspresi emosi manusia yang berupa wujud gerakan tubuh yan di arikan oleh satu orang penari atau tunggal. Tari mempunyai karakteristik tersendiri di setiap daerahnya. Maka tidak heran ada berbagai macam jenis tari yang ada di suatu daerah atau negara terkhusus di Indonesia. Baca Juga : 57 Tari Tunggal yang ada di Indonesia dari Berbagai Daerah

Contoh Tari Tunggal Lengkap Beserta Daerah Asalnya


Contoh Tari Tunggal Lengkap Beserta Daerahnya

Jenis Tari dinegara Indonesia sangat beragam, karena Indonesia ini mempunyai banyak suku dan budaya. Bahkan disetiap pulau terdapat jenis-jenis suku dan budaya termasuk dari jenis tari itu sendiri. Maka tidak heran Tari ini digolongkan hingga beberapa golongan diantaranya ada Tari Tunggal, Tari ganda atau berpasangan sampai dengan Tari khusus.

Contoh Tari Tunggal Lengkap Beserta Nama Daerahnya


Namun dalam kesempatan ini saya akan mengulas tentang Tari Tunggal. Tari Tunggal adalah Tari yang dibawakan atau diperagakan oleh satu orang penari, baik itu Penari Perempuan ataupun laki-laki. Tari tunggal banyak sekali jenis ataupun sebutannya. Nah, untuk memperdalam pemahaman dan menambah wawasan sobat semua disini saya akan mencoba merangkum beberapa jenis tari yang ada di Indonesia, berikut ulasannya.

Tari tuggal adalah tari yang lebih mudah untuk dipentaskan karena dalam pementasannya tari tunggal dilakukan oleh satu orang penari saja, dalam hal ini maka tidak ada unsur kekompakkan layaknya tari yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Dalam hal ini penari tunggal yang sedang menari hendaknya lebih fokus pada gerakan dengan dipadukan oleh musik atau tabuhan yang ada agar tercipta wirasa, wirama dan wiraga yang se indah mungkin. Di bawah ini akan saya sajikan kumpulan tari tunggal yang ada di Indonesia.

Daftar Nama Tari Tunggal yang ada di Indonesia dan Daerahnya, diantaranya :


1. Tari Pendet (Bali)


Tari Pendet Bali

Tari Pendet adalah tarian dari Bali, tari ini digunakan untuk menyambut kedatangan tambu agung di Bali. Awal mulanya Tari Pendet ini dilakukan oleh satu orang wanita penari saja, namun seiring berkembangnya jaman tari ini biasa dilakukan oleh tiga orang penari bahkan bisa lebih. Pencipta Tari Pendet ini adalah seorang seniman Bali yang bernama I Wayan Rindi.


Baca Juga 20 Tari Tradisional Indonesia yang Paling Populer


2. Tari Gambir Anom (Jawa Tengah)


Tari Gambir Anom Jawa Tengah

Tari Gambir Anom adalah tari tunggal klasik yang berasal dari Jawa Tengah, tepatnya di daerah Surakarta Yogyakarta. Tari ini dulu biasa dipentaskan pada acara tertentu baik itu saat ada acara-acara di Keraton Surakarta. Tari ini di lakukan oleh satu orang penari dengan gerakannya yang lemah lembut. Pakaian Tari Gambir Anom juga terlihat mewah, tari ini mempunyai arti bahwa anak Arjuna sedang kasmaran dengan pasangannya namun seiring berkembangnya jaman Tari Gambir Anom ini jarang dipentaskan.


Baca Juga 20 Contoh Tari Berpasangan Lengkap dengan Daerah Asalnya


3. Tari Kecak (Bali)


Tari Kecak Bali

Tari Kecak adalah tarian tunggal yang berasal dari Bali, tari ini di perankan satu orang dengan di kelilingi banyak orang. Tari kecak ini sudah ada pada tahun 1930 masehi. Tari Kecak di ciptakan oleh seniman Bali yang bernama Wayan Limbak dan Walter Spies.

Tari Kecak juga masih populer sampai saat ini bahkan Tari Kecak ini sering di pentaskan di Bali dan menjadi daya tarik bagi turis manca negara yang berkunjung ke Bali. Tari Kecak ini menceritakan kisah wewayangan Ramayana dengan dimana seorang Penari menari dengan tidak sadar atau Kerasukan dan penari melakukan komunikasi denga roh para leluhur dan menyampaikan pesan kepada roh-roh tersebuta atas apa keingingan masyarakat setempat.


4. Tari Jaipong (Karawang, Jawa Barat)


Tari Jaipong Jawa Barat

Tari Jaipong adalah tarian yang berasal dari Jawa Barat tepatnya di Kabupaten Karawang. Tari ini diciptakan oleh seorang seniman asal Bandung yaitu Gagum Gumbira. Tari jaipong biasa ditarikan oleh satu orang penari diacara pernikahan ataupun pada acara besar di suatu rakyat. Tari Jaipong memang terkesan erotis karena penarinya yang energik, ceria, memikat dan humoris.

Tari Jaipong hingga kini memang masih populer, meskipun sudah jarang dipentaskan dalam media Televisi tetapi masih ada di pentaskan pada pagelaran acara-acara di masyarakat. Maka tidak heran, dengan banayknya orang yang tertarik bisa menari jaipongan ada sebuah sanggar seni khusus untuk tari Jaipong.


5. Tari Legong (Bali)


Tari Legong Bali

Tari Legong adalah tari klasik yang berasal dari Bali. Tari Legong biasa dimainkan oleh satu orang. Tari Legong dibawakan dengan lentur dan luwes mengikuti alunan Gamelan. Tari ini adalah cuplikan dari cerita Ramayana. Tari ini memang tarian klasik yang dipentaskan pada jaman kerajaan di Bali.


6. Tari Kancet Lasan (Kalimantan Timur)


Tari Kancet Lasan (Kalimantan Timur)

Tari Kancat Lasan adalah tarian adat khas Suku Dayak Kenyah yang ada di Kalimantan Timur. Tari Kancat ini khas dengan gerakan Burung Enggang (rangkong). Bagi suku Dayak Burung Enggang adalah burung yang di muliakan dan di hormati. Karean menurut cerita bahwa keberadaan Burung Enggang ini adalah asal mula adanya suku dayak yang ada di Kalimantan. Konon dahulu kala leluhur mereka turun dari langit dan menyerupai menjadi Burung Enggang.

Tari Kenyah ini ditarikan sebagai bakti mereka terhadap para leluhur dayak kenyah yang ada di Kalimantan Timur.Tari kenyah terus lestari sampai dijaman modern sekarang ini. Tari Kenyah masih tetap populer di era jaman yang sudah modern ini.



Baca Juga : 20 Tari Berpasangan Asal Daerah Indonesia Lengkap dengan Penjelasannya


7. Tari Trunjaya (Bali)



Tari Trunjaya (Bali)

Tari Trunjaya adalah tari kreasi baru yang berasal dari Bali. Tari ini biasa di tarikan oleh satu orang. Tari Trunjaya berasal dari Buleleng, Bali Utara. Tari Trunjaya diciptakan oleh seniman bali yang bernama Pan Wandres. Tari Trunjaya sudah ada sejak tahun 1915 Masehi.

Tari Trunjaya menggambarkan seorang anak yang sudah beranjak dewasa dan memikat hati wanita. Tentu seorang penarinya adalah seorang laki-laki. Tari Trunjaya biasa dimainkan di halaman Pura, ataupun di panggung pementasan seni terbuka maupun tertutup yang ada di Bali. Seiring berkembangnya jaman, tari Trunjaya dibawakan lebih dari satu orang penari.


8. Tari Gatot Kaca (Jawa Tengah)



Tari Gatot Kaca (Jawa Tengah)

Tari Gatot Kaca memang terinspirasi dari cerita wewayangan yaitu Gatot Kaca itu sendiri. Tari Gatot Kaca adalah cuplikan dari cerita wewayangan Maha brata. Gatot Kaca yang mana seorang kesatria gagah perkasa sakti mandra guna seorang kestria putra bima namun di sisi lain Gatot Kaca adalah seorang kesatria yang romantis. 



9. Tari Panji Semirang (Bali)



Tari Panji Semirang (Bali)

Tari Panji Semirang adalah tari yang berasal dari Bali. tari Panji Semirang ini diciptakan oleh seorang seniman Bali yang bernama I Nyoman Kaler. tari Panji Semirang sudah ada sejak tahun 1942 Masehi. 

Sampai saat ini Tari panji semirang ini masih berkembang pesat sejak pertama kali di tarikan oleh murid I Nyoman Kaler yakni Luh Cawan. Salah satu ciri khas tari panji semirang ini bisa dilihat dari segi gerakannya yang lebih menyerupai tari putra dengan diiringi oleh alunan musik pengiring bertempo cukup cepat.


10. Tari Gambyong (Surakarta, Jawa Tengah)



Tari Gambyong Surakarta

Tari Gambyong adalah taria yang berasal dari Jawa Tengah. Tari Gambyong merupakan jenis tarian Jawa klasik dengan gaya keraton yang berasal dari daerah Surakarta Yogyakarta. Tari Gambyong ini adalah hasil bentuk kreasi dari tari Tayub yang dahulu dipertunjukkan untuk menyambung tamu yang datang ke Surakarta.

Memang pada mulanya, tarian Gambyong ini hanya dibawakan oleh penari tunggal saja, namun seiring berkembangnya jaman sekarang ini maka tari gambyong dilakukan oleh lebih dari satu penari atau sekitar 3-5 orang penari. Tarian Gambyong ini merupakan salah satu tari kebanggaan bagi masyarakat Jawa, maka tidak heran kalau Tari Gambyomg sampai sekarang masih terus dilestarikan.

11. Tari Topeng Kelana (Jawa Barat)


Tari Topeng Kelana (Jawa Barat)

Tari Topeng Klana adalah salah satu jenis tari topeng yang berasal dari Cirebon. Tarian Topeng ini merupakan salah satu semacam bagian lain dari tari topeng cirebon yang lainnya, seperti Tari Topeng Kencana Wungu. Pada jaman dulu kedua tari Topeng ini disajikan bersama saat ada pementasan, dan tari ini biasa disebut dengan Tari Topeng Klana Kencana Wungu.

Perlu sahabat ketahui, bahwa Tari Topeng Kelana ini adalah jenis tari yang terdiri dari serangkaian gerak tari yang menceritakan Prabu Minakjingga (Klana) yang mana sang Prabu Minakjingga ini tergila-gila pada kecantikan Ratu Kencana Wungu, hingga kemudian sang Prabu Minakjingga berusaha mendapatkan pujaan hatinya. Namun upaya perjuangannya dalam pengejarannya tidak mendapat hasil yang seperti sang Prabu harapkan. Kemarahan sang Prabu ini yang tak bisa lagi disembunyikannya kemudian sang Prabu membeberkan atau memperlihatkan segala tabiat buruknya. 


Pada dasarnya, bentuk dan warna dari jenis topeng ini mewakili karakter atau watak tokoh yang dimainkan. Kalau Topeng Klana, dengan topeng dan kostum yang didominasi warna merah ini mewakili karakter yang tempramental (emosional).   


Dalam sosok tari Topeng Kelana ini menggambarkan orang yang mempunyai tabiat buruk, dia serakah, penuh emosi / amarah, dan tidak bisa menjaga hawa nafsunya, maka divisualisasikan dalam gerakan langkah kaki yang panjang-panjang dan menghentak-hentak. Sepasang tangannya juga terbuka dan jari-jarinya yang selalu mengepal.


Sebagian gerak tari Topeng Klana ini menggambarkan seseorang yang gagah, marah, mabuk, atau tertawa terbahak-bahak. Tarian Topeng Klana  ini biasa dipadukan dengan irama Gonjing yang bisa dilanjutkan dengan Sarung Ilang. Pola dari pengadegan tarinya sama halnya dengan tari topeng lainnya, yang mana terdiri atas bagianngedok (tari yang memakai topeng) dan bagian baksarai  (tari yang belum memakai kedok).


Tepat sebelum bagian akhir pada tari Topeng Klana ini, para penari biasanya akan berkeliling kepada tamu undangan yang datang untuk meminta uang. Sang Penari akan berkeliling memutari kemurunan penonton dengan mengasonkan topeng yang dipakainya sebagai wadah uang hasil pemberian para penonton. Untuk bagian ini biasa disebut dengan Ngarayuda atau Nyarayuda. 


Hal ini adalah simbol dari raja kaya raya yang masih tidak merasa cukup dengan apa yang dimilikinya, hingga raja ini terus merampas sebanyak-banyaknya dari harta rakyat kecil tanpa mempeduikan hak-haknya dan merasa malu. 

12. Tari Golek Menak (D.I.Yogyakarta)


Tari Golek Menak (D.I.Yogyakarta)

Tari Golek Menak adalah salah satu jenis tari klasik gaya dari Keraton Yogyakarta. Apakah kalian tahu siapa pencipta dari Tari Golek Menak ini ? iya dia adalah Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Penciptaan dari tari Golek Menak ini ialah pada suatu waktu berawal dari ide sultan Hamengku Buwono IX setelah dirinya menyaksikan sebuah pertunjukkan Wayang Golek Menak yang mana dipentaskan oleh seorang dalang dari daerah Kedu pada tahun 1941. Hal ini disebut juga dengan Beksa Golek Menak, atau Beksan Menak. Yang mengandung arti menarikan wayang Golek Menak.

Tari Golek Menak ini tidak terlalu rumit, yaitu dengan menggunakan gerak pola lantai simetris yang sangat sederhana. Tari Golek Menak ini di ciptakan sebagai sarana untuk membentuk kepribadian anak yang baik, khususnya bagi mereka yang sedang masa peralihan dari masa  anak-anak ke remaja dimana saat itu muncul rasa keingintahuan sangat mendominasi aktivitas  mereka. Dengan adanya tari Golek Menak ini dapat membantu dalam pembentukan tingkah laku dan budi pekerti mereka.


13. Tari Kancet Ledo (Dayak, Kalimantan Timur)


Tari Kancet Ledo (Dayak, Kalimantan Timur)

Tari Gong atau biasa disebut dengan Tari Kancet Ledo. Tari Kancet Ledo adalah salah satu tarian adat dari Dayak Kenyah Kalimantan Timur. Tari Kancet Ledo ini ditarikan dengan seorang gadis dengan gong yang digunakan untuk alat musik pengiringnya. Tari Kancet Ledo ini biasanya dipertunjukkan pada suatu upacara adat dalam penyambutan tamu agung atau upacara menyambut kelahiran seorang bayi kepala suku setempat.

Gerakan dalam Kancet Ledo ini mengekspresikan tentang kelembutan seorang gadis / wanita. Tari Kancet Ledo mengungkapkan paras kecantikan, kepandaian dan lemah lembut gerakan dari penari. Sesuai dengan nama, bahwa tari Kancet Ledo atau Tari Gong ini ditarikan di atas sebuah Gong dan diiringi dengan alat musik Sampe.



14. Tari Srimpi (Yogyakarta)


Tari Srimpi (Yogyakarta)

Tari Serimpi adalah salah satu bentuk repertoar (penyajian) dari tari Jawa klasik yang sangat kental akan tradisi kraton Kesultanan Mataram. Tradisi ini terus dilestarikan  sampai sekarang oleh empat istana pewarisnya yang ada di Jawa Tengah (Surakarta) dan Yogyakarta.

Pagelaran dari Tari Serimpi ini dicirikan dengan adanya empat orang penari. Para penari Tari Serimpi akan melakukan gerak tari yang gemulai, hal ini menggambarkan akan kehalusan budi, kesopanan, serta kelemahlembutan yang mana ditunjukkan dari gerakannya yang pelan serta anggun dan dengan diiringi suara musik gamelan.


Baca Juga : Asal Daerah Tari Serimpi Lengkap dengan Penjelasannya


Tari Serimpi dianggap mempunyai kemiripan sebagai posisi sosial dengan tari Pakarena dari daerah Makasar, yakni dilihat dari segi kelembutan gerak para penarinya dan sebagai tarian keraton.


15. Tari Gandrung (Banyuwangi, Jawa Timur)


Tari Gandrung (Banyuwangi, Jawa Timur)

Tarian Gandrung berasal dari Banyuwangi. Pada awalnya Tari Gandrung ini dibawakan sebagai perwujudan rasa syukur masyarakat Banyuwangi pasca dilakukannya panen besar. Kesenian dari Tari Gandrung ini masih satu genre dengan tari Ketuk Tilu di Jawa Barat, Tari Tayub di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada bagian barat, Lengger di wilayah Banyumas dan Joged Bumbung di Bali. Tari ini biasanya melibatkan seorang penari wanita yang sudah profesional menari bersama-sama para tamu (terutama pria), tarian ini biasa dengan di iringi iringan musik (gamelan).


Tari Gandrung adalah seni Tari yang sebagai pertunjukan dimana disajikan dengan iringan musik khas yaitu Gamelan Osing. Tarian Gandrung ini biasa dilakukan dengan cara berpasangan antara perempuan (penari gandrung) dan laki-laki (pemaju) yang dikenal dengan "paju".



16. Tari Baris (Bali)


Tari Baris (Bali)

Diantara kalian pasti ada yang sudah pernah menyaksikan Tari Baris. Tari Baris adalah jenis tari-tarian bergaya perang namun dalam kategori tradisional. Tari Baris ini berasal dari Bali dan dipentaskan dengan diiringi gamelan. Tari Baris ini menggambarkan perasaan seorang pahlawan muda dari bali yang mana sebelum ia pergi ke medan perang untuk berperang. Dimana seorang pemuda ini mengelu-elukan kejantanan pahlawan dari Bali dan menunjukkan kemantapan jiwa kepemimpinannya. Arti baris dalam bahasa Bali yang artinya mirip jadi arti terkhususnya adalah barisan prajurit yang berbakti kepada para raja. 


17. Tari Dwi Anjasmara (Jawa Barat)


Tari Dwi Anjasmara (Jawa Barat)

Tari yang ke-17 ada Tari Dewi Anjasmara. Tari ini adalah tarian tunggal atau solo yang biasa ditarikan oleh seorang penari perempuan. Tari Dewi Anjasmara ini berasal dari daerah Jawa Barat. Tari Dewi Anjasmara sendiri menggambarkan sosok Anjasmara putri yang sifatnya mulia dari Suku Jawa, cerita ini masuk dalam cerita Damarwulan dan lawannya Minak Jinggo.


Cerita Damarwulan ini sudah ada sejak abad ke-15 di Pulau Jawa, tetapi untuk koreografi tari Dewi Anjasmara ini berasal dari abad ini, koreografernya adalah seorang Raden Tjetje Somantri. Cerita dari tarian Dewi Anjasmara ini adalah saat tarian Menak Jinggo yang mengancam kerajaan Majapahit, karena sang ratu Majapahit telah menolak untuk menikah dengannya dan menjadi pengabdinya. Kemudian sang putri Anjasmara meminta bantuan salah seorang kesatria. Kesatria itu adalah Damarwulan yang nantinya akan menjadi pahlawan dalam cerita ini. Tentu dalam hal ini Putri Anjasmara sangat menyesalkan misinya untuk menaklukkan Menak Jinggo.

Tarian tunggal ini menunjukkan bagaimana suasana hati sang putri Anjasmara yang sedang mempersiapkan untuk memenuhi kemauan dari Damarwulan. Dimana sebelum mereka akan berangkat untuk melakukan peperangan melawan Minak Jinggo. Suasana hati putri Anjasmara terus dan terus berubah-ubah, tapi kecantikkanya ini yang akan berhasil. Pada Tari Dewi Anjasmara ini juga melambangkan bahwa kecantikkan seorang wanita yang akan terus berkembang karena pengabdiannya terhadap orang yang dikasihinya atau dicintainya. 


18. Tari Bondan (Surakarta, Jawa Tengah)



Tari Bondan (Surakarta, Jawa Tengah)

Tari tunggal yang ke-18 adalah tari Bodan. Tari Bondan ini pada umumnya dilakukan oleh seorang wanita kemudiaan saat wanita menari sambil menggendong boneka bayi dengan payung keadaan terbuka. Sang penari juga harus berhati-hati karena dia menari di atas sebuah kendi dan kendi itu tidak boleh sampai pecah.

Asal Tari Bondan ini dari Surakarta,Jawa Tengah. Tarian Bondan ini menceritakan bahwanya kasih sayang seorang ibu kepada anaknya dengan digambarkan melalui sang ibu menggendong bayi dengan menggunakan sebuah payung terbuka dengan sangat hati-hati dan penuh perhatian.


Baca Juga 20 Tari Sumatera Selatan Lengkap dengan Gambar dan Penjelasannya


19. Tari Baksa Kembang (Kalimantan Selatan)


Tari Baksa Kembang (Kalimantan Selatan)

Tari Tunggal yang ke-19 adalah Tari Baksa Kembang. Tari Baksa Kembang adalah sebuah tarian klasik dari Keraton Banjar Kalimantan Selatan. Tari Baksa Kembang ini adalah kegiatan dalam penyambutan tamu yang biasa dilakukan oleh putri-putri keraton Banjar. Untuk sekarang ini Tari Baksa Kembang biasa digunakan masyarakat Kalimantan Selatan untuk ditampilkan/dipertunjukkan pada kegiatan uparara pernikahan.

Tari Baksa Kembang ini menceritakan tentang seorang putri remaja yang sangat cantik jelita sedang bermain-main dengan riang gembira di taman bunga. Sang penari dari tarian ini dilakukan oleh seorang wanita dengan berjumlah ganjil, baik itu tunggal maupun jamak asal berjumlah penarinya ganjil. Gambaran dari tarian Baksa Kembang ini merupakan wujud kelembutan tuan rumah dalam menyambut dan menghormati tamunya.  Maka tak heran suasana tarian ini tampak riang gembira.


Adapun Nilai yang dapat kita ambil dari Tarian Baksa Kembang ini sangat berbudi luhur. Karena menggambarkan akan kegiatanyang  menghormati dan menghargai tamu merupakan kegiatan yang sangat mulia. Hal ini merupakan budaya bangsa kita Indonesia yang harus kita junjung tinggi.


20. Tari Taledhek (Jawa Timur)


Tari Taledhek (Jawa Timur)

Tari tunggal yang ke-20 adalah tari Taledhek. Tari ini berasal dari Jawa Timu. Tari ini adalah tari sebuah pertunjukan yang dibawakan oleh seorang seniman penari wanita yang mana dia itu sudah berprofesi sebagai penari. Jenis tari ini adalah sebuah seni tari yang sudah tua usianya, tari Taledek sendiri sudah ada sejak pada masa kerajaan jaman kuno dulu (kerajaan Mataram). Namun  untuk eksistensi tari Taledhek ini sudah ada dan sering juga digunakan sebagai bahan pertunjukan oleh keluarga kerajaan atau bangsawan ketika itu. Nah, sampai sekarang tari Taledhek juga masih sering dipertunjukkan pada acara-acara seperti pesta perniakahan, khitanan dan acara lain sebagainya.


 21. Tari Hudog

Tari Hudoq

Diantara kalian pasti ada yang sudah pernah menginjakan kakinya di Kalimantan Timur. Disana pasti kalian menjumpai suku dayak. Apalagi jenis suku dayak di Kalimantan Timur lebih dari satu. Nah, di sana juga terdapat jenis tari tradisional lainnya dari suku dayak yaitu Tari Hudoq. 

Tari Hudoq ini adalah sejenis Festival yaitu ada pagelaran seni tari dari sub-etnis Dayak, yaitu Hudoq sebuah tarian yang mana si penari akan mengenakan sebuah Topeng dan Kostum mirip seperti kesenian Barongan yang berasal dari Pulau Jawa.

Sedangkan untuk Hudoq sendiri adalah sebuah kostum Topeng yang mirip dengan Burung yang di sakralkan oleh suku Dayak. Jadi, menurut kepercayaan orang Modang, Busang, Bahau, Penihing dan Ao'heng bahwa Hudoq ini adalah 13 Hama yang dapat merusak tanaman para masyarakat sekitar yaitu seperti singa, gagak, tikus dan lainnya. 

Bahan Topeng Hudoq ini terbuat dari Piang dan bisa juga menggunakan Kulit kayu pohon pisang. Tari Hudoq ini biasa berlangsung selama 1-5 jam.  Tari Hudoq ini biasa di pertunjukkan setiap selesai menugal (menanam padi di ladang) biasanya manugal ini di laksanakan pada bulan September - Oktober pada setiap tahunnya.

Jadi, Tari Hudoq ini mempunyai makna dengan tujuan memohon berkat kepada Tuhan agar nantinya padi yang di tanam ini bisa menghasilkan bulir padi yang berlipat ganda dan bebas dari serangan hama serta bisa membawa kemakmuran bagi masyarakat setempat. Secara tradisinya, tari ini akan di gelar dengan cara berpindah tempat dari desa ke desa yang lainnya, dan ini dilaksanakan setiap tahun.


Adapun untuk busana tari Hudoq ini meliputi : 

1. Para penari mengenakan sebuah Topeng yang berasal dari kayu yang sudah di ukir

2. Busana penari biasanya terbuatd ari kulit pohon yang di hiasi dengan rumbai daun pisang

3. Busana dilengkapi dengan topi berbulu dan ada sebuah tongkat kayu yang di pegang oleh penari menggunakan tangan kanan, tari ini biasa di bawakan oleh 11 orang.




22. Tari Dewa Memanah

Tari Dewa Memanah

Tari Dewa Memanah merupakan sebuah taru tradisional yang sakral yang berasal dari Keraton Kutai Kartanegara. Tari ini memiliki makna yaitu sebagai media untuk membersihkan dan meminta perlindungan, keselamatan, ketentraman kepada Tuhan yang Maha Kuasa, tari ini biasa dilakukan oleh suku Kutai.

Tari ini bertujuan untuk mengusir roh-roh jahat yang mana ini melambangkan sebuah pengharapan untuk memanggil roh-roh para leluhur untuk turut serta dalam mengikuti acara upacara ini. Dengan harapan Sultan Kuta dan Suku Kutai bisa mendapatkan keberkahan dari acara Tari Dewa Memanah.

Pakaian penari Dewa Memanh ini berwarna kuning. Warna ini di percaya dapat menjaga diri, pengikat benda pusaka, menjaga tempat sakral dan lainnya. Warna kuning ini juga melambangkan ke agungan bagi masyarakat suku Kutai. Adapun untuk properti tari ini melambangkan kekuatan senjata yang dapat digunakan untuk mengusir roh jahat di dalam upacara, sedangkan dalam kehidupan nyata dalam kegiatan sehari-hari dapat membantu untuk melindungi kehidupan manusia.


Gerakan Tari Dewa Memanah

Tari Dewa Memanah ini mempunyai empat gerakan diantaranya terdapat makna tersendiri sebagai berikut :

1. Gerakan pertama yaitu menju ke arah ulu sungai
2. Gerakan kedua yaitu menuju ke arah muara sungai
3. Gerakan ke tiga yaitu menuju ke arah mataharai terbit
4. Gerakan ke empat yaitu menuju ke arah matahari terbenam

Ke empat arah tersbut di percaya bahwa sebagai pusat dari kekuatan Gaib. Jadi dengan adanya tari Dewa Memanah ini diharapkan dapat menjaga alam  semesta dimana tempat masyarakat tinggal agar lingkungannya bersih dari segala gangguan roh jahat. 

23. Tari Datun


Tari Datun Julut adalah tarian atau kesenian dari masyarakat Dayak pedalaman Kalimantan Timur yaitu dari suku Kenyah. Berdasarkan fakta tari ini ditampilkan pada dikala sesudah selesai masa panen sabagai pertanda ucapan syukur, Kecuali itu, tarian ini ditampilkan pada upacara perkawinan dan bersih desa. Tarian ini ditarikan oleh para gadis suku Dayak Kenyah dengan berbaris ke belakang (julut) dengan formasi tari berbanjar, menyusun lingkaran disertai gerakan-gerakan tangan yang lemah lembut dihiasi dengan bulu burung enggang (mano?uwek) dan diiringi oleh alat petik musik yang disebut sampe.

24. Tari Serimpi


Pada masa perpecahan hal yang demikian tarian ini memang masih diketahui sebagai kesenian yang dipertunjukkan khusus dan bersifat sakral di dalam keraton. Tetapi pada masa kemerdekaan kesenian yang berasal dari dalam keraton ini mulai diperkenalkan pada masyarakat biasa dan secara berkelanjutan diketahui sebagai salah satu kesenian hiburan sampai ketika ini.

Dari pengertian dan uraian di atas bisa kita kenal bahwa tarian serimpi adalah tarian klasik yang berasal dari kerajaan Mataram. Semenjak perpecahan Mataram menjadi 2 yaitu Surakarta dan Yogyakarta tarian ini juga {mempunyai} sedikit perbedaan antara keduanya.

Fungsi tarian srimpi sendiri di masa lalu biasa dipertunjukkan sebagai salah satu dari ritual yang sakral dalam acara-acara tertentu, seperti pisowanan agung dan peringatan hari penting yang ada di dalam keraton Yogyakarta.

25. Tari Andun


Tari Andun ialah salah satu tari rakyat yang berasal dari Bengkulu. Perunjukan Tari Andun yakni komponen dari syarat sepatutnya dalam proses upacara adat Nundang Padi. Tari Andun ditampilkan di lapangan terbuka. Gerak tarinya ini berupa gerak puji, gerak sembah, dan gerak saling tindih.  

Kebersamaan dan gotong royong dalam bermasyarakat untuk menempuh tujuan bersama. Para penari Tari Andun yang perempuan memakai pakaian beludru merah, kain songket, dan sunting jurai. Para penari laki-lakinya memakai songket pendek, celana panjang, jas, dan destar. Properti tari yang dipakai yaitu kipas dan selendang. Tari Andun diiringi dengan musik yang diwujudkan dari bunyi kolintang dan rebana.

26. Tari Yopong


Tari Yapong adalah suatu wujud tarian dari Jakarta yang dibuat untuk sebuah pertunjukan. Tarian ini bukan tipe tarian pergaulan seperti tari tempat kebanyakan, semisal tari Jaipong dari Jawa Barat. Tapi dalam perkembangannya, tarian ini kerap kali dibuat sebagai tari pergaulan untuk mengisi sebuah acara cocok dengan permintaan sebab tarian ini penuh dengan ragam di dalamnya.

Pada mulanya, tari Yapong dipertunjukkan dalam rangka mempersiapkan acara ulang tahun kota Jakarta ke-450 pada tahun 1977. Pada kala itu, Dinas Kebudayaan DKI mempersiapkan sebuah acara pagelaran tari massal dengan mengangkat cerita pengorbanan Pangeran Jayakarta. Pagelaran berbentuk sendratari ini dipercayakan terhadap Bagong Kussudiarjo untuk menyelenggarakan acara hal yang demikian. Untuk mempersiapkan pagelaran itu, Bagong mengadakan penelitian selama sebagian bulan mengenai kehidupan masyarakat Betawi. 

Pagelaran ini sukses dipentaskan pada tanggal 20 dan 21 Juni 1977 bertempat di Balai Sidang Senayan, Jakarta. Pementasan hal yang demikian disupport oleh 300 orang penggiat seni dan musikus yang turut ikut serta andil di dalamnya.

27. Tari Topeng Kuncaran


Berasal dari Sunda, Jawa Barat, yang mengisahkan dendam kesumat seorang raja sebab cintanya ditolak oleh seorang wanita. Tari Topeng Kuncaran ini adalah pembagian dari sebagian tarian yang ada di Jawa Barat.

Tarian ini yang di kembangkan dari tari topeng yang berasal dari DKI Jakarta. Tarian Topeng Kuncaran ini di ambil dari kisah Pangeran Panji dan Ramayana.

Tarian ini mempunyai gerakan yang kuat melainkanlembut yang memperlihatkan kemarahan penolakan melainkan juga hati yang lembut dari raja yang mencintai gadis hal yang demikian. Tarian ini dipakai dalam beragam event yang ada, bagus event yang berupa adat maupun acara biasa seperti pesta perkawinan.

28. Tari Malinting


Asal tari Melinting ini yakni dari  Kecamatan Labuhan Meringgai dan Kecamatan Melinting, Kabupaten Lampung Timur. Tari Melinting membuktikan keperkasaan serta keagungan Keratuan Melinting.  Mulanya tari ini dipakai untuk komplemen pada acara Gawi Adat; adalah acara Kegungan Keratuan Melinting. Pementasan Tari Melinting ini lazimnya diadakan di balai adat. Dikarenakan Gawi Adat adalah tarian keluarga ratu, penarinya juga terbatas pada orang-orang tertentu seperti putera dan putri Keratuan Melinting.

29. Tari Cangget

Tari Cangget adalah salah satu tari budaya yang dimiliki oleh masyarakat Lampung beradat pepadun. Pada tahun 1942 sebelum kedatangan Jepang ke Indonesia, Tari Cangget ditampilkan untuk acara gawi adat, seperti dikala panen raya, upacara mendirikan rumah maupun untuk mendampingi orang yang akan pergi haji. 

Tetapi kini Tari Cangget tak jarang diaplikasikan untuk mengiringi upacara perkawinan yang didalamnya terdapat pula pemberian gelar adat atau naik pepadun. Upacara naik pepadun mempunyai makna dan filosifi yang luhur. Dimana seorang yang telah dikasih gelar diinginkan bisa dan sanggup melakukan keharusannya dan menjadi panutan di lingkungannya.

Note: Saya informasikan kepada teman-teman para pelajar, bahwa tidak semua ulasan yang ada di internet tentang tari tunggal yang ada di Google ini benar, kalian harus selektif lagi untuk mencari tahu apa memang benar tari yang dimaksud adalah tari tunggal atau bukan. Karena sekarang ini banyak blogger yang suka ngasal menuliskan suatu pembahasan tetapi pembahasan itu sebenarnya salah dan tidak akurat karena hanya bermodalkan rewrite tanpa mencari tahu lagi kebenaran yang mereka tulis.! Jangan tertipu dengan situs-situs besar! Karena penulisnya saja terkadang suka membenarkan yang salah!



Nah, itulah kumpulan tari tunggal yang berasal dari daerah di Indonesia. Semoga ulasan kali ini dapat bermanfaat dan menjadi referensi bagi sobat semua. Sekian dari saya sampai jumpa di ulasan yang lainnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel